Posts
Daftar Posting Terbaru di MeutiaRahmah.com
Anisa AE Bukan Blogger Biasa

Anisa AE Bukan Blogger Biasa



Hobbinya membaca dan menulis, sejak duduk di bangku SD kelas 3 sudah lancar membaca. Lika-liku perjalanan hidupnya yang panjang tak mematahkan semangat berjuang, walaupun sekolah hanya sampai kelas 1 SMA namun hobbi menulisnya tak pernah hilang.

Selepas sekolah sempat berkeja di cafe, rumah makan walaupun tidak bertahan lama. Kemudian bekerja di pabrik rokok bertahan sampai empat tahun, dan saat itulah mba Nisa juga mendaftarkan diri menjadi reporter di Infokepanjen.com, menurut Mba Nisa walaupun sekolahnya tidak selesai namun ia ingin menyalurkan hobbi menulisnya. 

Tahun 2008 saat bekerja di Infokepanjen ia ditunjuk menjadi ketua panitia pelatihan ngeblog, saat itu dengan segala keterbatasannya Mba Nisa mulai mengenal blog dan akhirya pada tahun 2011 mempunyai blog, dan pada saat itu Mba Nisa juga mempunya penerbitan buku AE Publishing. Tidak tanggung-tanggung AE Publishing ini sudah menerbitkan 200 buku, dari penerbit buku inilah Mba Nisa mulai menjadi Pemateri di berbagai acara di kampus.

Melihat kiprahnya di dunia blogger saya mengira ba Nisa sudah lama ngeblog, ternyata mulai serius ngeblog itu tahun 2014 katanya karena tertarik adsense, setelah mulai serius ngeblog ternyata rejeki lain juga banyak menghampirinya seperti job review. Hal lain yang menarik itu  selain mengurus AE Pulishing  Mba Nisa juga mengurusi blognya yang lebih dari satu. 

Ada lima blog yang dimiliki mba Nisa selain blog utamanya yaitu  www.anisae.com juga ada blog lainnya seperti kepanjen.com, wisatamalang.com, babyae.com dan aepublishing.id. Berkunjung ke blog Mba Nisa banyak hal yang bisa didapat, Mba Nisa banyak menulis tentang Tips, di sana siapa saja yang berkunjung bisa membaca berbagai Tips Ngeblog ala Mba Nisa hingga Tips menulis serta masih banyak lagi tulisan-tulisan Mba Nisa yang bermanfaat loh. Nah kalau mau tahu lebih banyak lagi bisa kepoin Mba Nisa di sini 

FP         : Anisa Ae
IG         : @anisa.ae
Twitter  : @ani_sa_ae
Blog     : www.anisae.com



Review Izin untuk Penataan Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit di Aceh

Review Izin untuk Penataan Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit di Aceh

illustration by freepik.com

Sisi Kelam Industri Perkebunan Kelapa Sawit

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa seiring dengan semakin besarnya permintaan minyak nabati dunia menjadikan industri kelapa sawit sangat berkembang pesat di tanah air, hal tersebut dapat dibuktikan dengan produksi minyak sawit Indonesia yang menjadi pemasok terbesar dunia bersama Malaysia, yaitu sekitar 85% pasokan global seperti yang disebutkan dalam sebuah artikel di The Wall Steet Journal.

Jika dilihat dari segi perekonomian sudah barang tentu industri kelapa sawit menjadi sesuatu yang menjanjikan bagi masa depan Indonesia. Tapi sangat disayangkan dalam perkembangannya industri kelapa sawit menjadi kian tidak terkontrol bahkan seperti kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Akibatnya bisa ditebak, seperti kebanyakan daerah lainnya Aceh pun lambat laun turut terkena imbas dari sisi kelam industri kelapa sawit, yaitu kerusakan hutan sebagai akibat dari konsensi hutan menjadi perkebunan sawit sebagai bagian dari kebijakan yang bersifat korup dan hanya mementingkan kepentingan transaksional belaka.

Dari data yang dikumpulkan oleh Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) persentase kerusakan hutan di Aceh sudah mencapai angka yang memprihatinkan yaiu mencapai 1% setiap tahunnya, dan pada periode 2014 dan 2015 ada sekitar 21.056 hektar lahan hutan yang rusak ataupun beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.

Jika hal tersebut dibiarkan maka sudah dapat dipastikan akan terjadi ketidakseimbangan alam yang berimbas kepada bencana banjir, longsor, kekeringan dan kebakaran hutan seperti  yang sering terjadi di Riau dan Kalimantan.

Kebijakan dan Langkah Konkrit Pemerintah

Menindaklanjuti isu yang berkembang terkait kerusakan hutan akibat pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang buruk Pemerintah Daerah Aceh harus segera turun tangan dan membuat kebijakan yang  konkrit agar masalah ini tidak berlarut-larut. Adapun upaya-upaya tersebut bisa diwujudkan melalui pengawasan pemerintah terhadap para pelaku industri terkait sehingga dapat terkontrol dengan baik.

Selain itu pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap tata kelola SDA beserta aspek hukumnya dapat membantu dalam mengawasi kebijakan dan program pemerintah agar berjalan dengan baik.

Review Izin Untuk Penataan Perizinan yang Lebih Baik

Hak Guna Usaha (HGU) adalah salah satu akar masalah dan pintu masuk penyalahgunaan izin yang selama ini tidak terkontrol oleh kita, dimana pemberian kewenangan atas tata kelola SDA tidak mengindahkan dan mempertimbangkan peraturan dan hukum yang berlaku.

Terkait dengan carut-marutnya perizinan pengelolaan sumber daya alam khususnya yang berhubungan langsung dengan industri kelapa sawit  pemerintah sebagai pemegang kekuasaan sudah seharusnya bekerja secara responsif untuk membenahi masalah ini.

Satu jalan yang sedang ditempuh pemerintah saat ini adalah dengan melakukan pengawasan melalui program Review izin untuk penataan perizinan yang lebih baik agar tidak ada lagi celah-celah penyalahgunaan dan pelanggaran izin yang dilakukan para pengelola sumber daya alam di Aceh.

Yang dimaksud dengan review tersebut adalah pengkajian atau pemeriksaan ulang atas kelayakan payung hukum (legalitas) dan izin dari setiap entitas terkait sebagai pengelola SDA. Dengan program tersebut maka kontrol dan pengawasan akan berjalan lebih baik.

Hal tersebut senada seperti rencana moratorium yang akan segera diberlakukan di kawasan Lauser dengan melakukan review perizinan dan pemberhentian pembukaan lahan hutan untuk perkebunan dan pertambangan oleh Gubernur Aceh baru-baru ini sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam konteks pengelolaan SDA secara komprehensif sebaiknya program ini tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum yang bersifat prosedural, tapi harus juga dapat turut mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti lingkungan yang didalamnya tercakup ekosistem, habitat satwa liar, dan kepentingan sosial ekonomi masyarakat banyak.

Dorongan Pemerintah Bagi Partisipasi dan Peran Perempuan Dalam Mengelola SDA

Bagi masyarakat pedesaan khusunya perempuan, keseharian mereka dalam menjalankan aktifitas sosial dan ekonomi sebagai sebagai petani pengrajin akan sangat bergantung kepada sumber daya alam seperti tanah, hutan dan air. Jika terjadi sesuatu yang tidak beres dengan alam maka perempuan akan rentan kehilangan tempat mata pencaharian mereka, dan hal tersebut akan berpengaruh besar dalam keberlangsungan setiap keluarga.

Selain memastikan kesetaraan hak dalam akses dan pengambilan keputusan terhadap pengelolaan SDA sebagaimana telah diatur dalam UUD 45, pemerintah berkewajiban untuk memberikan dorongan melalui penyuluhan yang berkesinambungan agar perempuan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik atas pentingnya partisipasi mereka dalam tata kelola potensi alam, sehingga aspek sosial dan ekonomi yang dijalankan tidak akan memberikan ekses buruk kepada lingkungan, begitupun sebaliknya.

Pada akhirnya program review izin yang dijalankan Pemerintah Daerah Aceh dan partisipasi masyarakat khususnya perempuan diharapkan bisa menjadi permulaan yang bagus bagi manajemen pengelolaan sumber daya alam Indonesia di masa yang akan datang, dimana kita dapat mencari potensi dan memaksimalkan potensi alam tanpa tergatung kepada industri sawit yang selama ini menjadi penyumbang kerusakan hutan di tanah air.

Review Izin untuk Penataan Perizinan

Budaya Sensor Mandiri dan Nilai-nilai Kearifan Lokal

Budaya Sensor Mandiri dan Nilai-nilai Kearifan Lokal

Peran Lembaga Sensor Film

Sebagai bagian dari media komunikasi, film mempunyai keunikan tersendiri, salah satunya adalah kemampuan untuk merefleksikan realitas yang ada di tengah kehidupan masyarakat kita, bahkan film juga dapat membentuk atau menciptakan realitas yang benar-benar baru untuk siapapun yang menontonnya.

Untuk membuktikannya silahkan coba untuk kembali ke 10-20 tahun kebelakang dan bandingkan dengan keadaan saat ini. Jika dicermati maka kita akan menemukan banyak pergeseran nilai-nilai yang terjadi di tengah masyarakat, hal yang dulu tabu sekarang sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah.

Percaya atau tidak film adalah salah satu media yang berada dibalik perubahan tersebut...

Dengan mempertimbangkan kepentingannya dalam berbagai hal maka keberadaan lembaga yang mengawasi dan mengatur kebijakan yang terkait dengan film akan sangat dibutuhkan, untungnya  kita memiliki LSF (Lembaga Sensor Film) yaitu lembaga yang mengontrol peredaran dan penayangan film, sehingga masyarakat diberikan jaminan atas kelayakan tontonan yang beredar.

Namun meskipun begitu kita tidak dapat sepenuhnya berpangku tangan dan menyerahkan semua tanggung jawab terhadap LSF, mau tahu kenapa?

Ada kalanya peraturan, kebijakan  dan hukum terkait perfilman mempunyai keterbatasan, apalagi jika melihat perkembangan dinamis yang terjadi dalam masyarakat seperti:

  • Teknologi. Kemajuan teknologi informasi yang kian pesat membuat film dapat dengan mudah diakses dari berbagai media seperti internet, tv berlangganan dll, namun di sisi lain teknologi membuat semakin banyak celah yang belum dapat terjangkau atau dipayungi oleh peraturan.
  • Keberagaman Masyarakat. Di tengah masyarakat dengan latar belakang agama, ras,suku dan budaya yang berbeda membuat kesulitan tersendiri untuk membuat keputusan-keputusan yang dapat memuaskan semua pihak secara bersamaan.

Hal-hal di atas memunculkan masalah-masalah baru seperti pro kontra juga semakin tergerusnya muatan lokal dengan muatan baru yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut. Akibatnya bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti kegaduhan di tengah masyarakat, maraknya kejahatan seperti pemerkosaan dan lainnya.

Budaya Sensor Mandiri dalam Keluarga

Sebagai lembaga terkait yang bertanggung jawab atas kebijakan seputar perfilman LSF menyadari betul akan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk dapat ikut aktif berperan serta dalam hal pengawasan juga kontrol.

LSF melalui jargon budaya sensor mandiri yang sedang dikampanyekannya saat ini, ingin mengajak masyarakat untuk dapat lebih bijak dan dewasa untuk memilah-milah layak atau tidaknya sebuah tontonan.

Ada beberapa catatan penting yang dapat kita praktekan untuk membudayakan sensor secara mandiri yang diantaranya adalah:

  • Kontrol. Jangan biarkan angota keluarga yang masih dibawah umur memiliki akses penuh terhadap akses masuk tayangan-tayangan film seperti televisi dan internet, dan pastikan setiap individu dalam keluarga mendapatkan tontonan yang pas dan layak.
  • Pengawasan dan Bimbingan. Kadang rating sebuah film tidak menjamin kelayakan sebuah tontonan apalagi setiap keluarga menganut nilai-nilai yang berbeda. Pendampingan dan bimbingan dari anggota keluarga yang lebih dewasa adalah salah satu kunci penting, dimana anggota keluarga yang lebih muda hanya akan mengadopsi muatan yang baik dari sebuah tayangan.

Pada hakikatnya membudayakan sensor secara mandiri adalah benteng terakhir dalam sebuah keluarga untuk menyaring pengaruh-pengaruh buruk yang terbawa dari tayangan film dan secara bersamaan kearifan lokal dan nilai-nilai positif dalam tatanan yang lebih luas yaitu masyarakat akan tetap terpelihara dan terjaga.
Cerita si Kembar- Wiwid Admira

Cerita si Kembar- Wiwid Admira


Saya sedang membayangkan bagaimana repotnya mengasuh anak kembar, kebetulan saya juga mempunyai sepupu kembar. Saat umurnya masih hitungan bulan terpaksa dipisahkan, ya karena setiap si kembar tinggal bersama maka salah satunya pasti sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Akhirnya si Adik tinggal bersama nenek hingga usianya masuk TK. Setelah TK barulah si Adik kembali tinggal bersama orang tua dan saudara kembaranya.

Memiliki anak kembar itu membahagiakan sekaligus juga meletihkan, itulah yang dialami oleh Mba Wiwid Admira, anak kembarnya yang diberi nama Kira Setyadi dan Kara Setyadi adalah anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Kira dan Kara merupakan kembar identik, bahkan mereka berbagi plasenta dan DNA sejak dari kandungan ibunya. Walaupun kembar identik sifat kira dan kara ini berbeda.

Dibalik sifat mereka yang berbeda, ternyata mereka juga saling melengkapi. Kara sering membantu kira, Ya karena Kara postur badannya lebih tinggi dan kuat. Saling melengkapi bukan berarti tidak pernah bertengkar , mereka adalah dua invidu yang berbeda mulai dari sifat hingga selera yang berbeda terkadang membuat pertengkaran-pertengkaran kecil terjadi.

Membaca blog Mba Wiwid saya memahami bagaimanana kesabaran extra yang harus dimiliki oleh seorang ibu,mengasuh satu orang anak saja terkadang melelahkan apalagi dua sekaligus. Juga tentang bagaimana harus menyesuaikan dua selera makanan yang berbeda, Kara yang suka sup dan makanan berkuah hangat serta olahan telur sedangkan kira menyukai telur goreng atau dadar. Tips dari Mba Wiwid untuk menyiasati dua selera yang berbeda itu dengan memasak menu bergantian, sehingga si kembar bisa belajar untuk mencoba hal baru.

Menyelami dunia si kembar Kira dan Kara begitu menyenangkan, mereka mempunyai seorang ibu yang begitu memahami dan menyayangi mereka sepenuh hati. Pola asuh yang diterapkan oleh Mba Wiwid membuat keduanya tumbuh sehat dan cerdas, juga mereka menghormati dan menyayangi satu sama lainnya.




Blog: http://mykirakara.blogspot.com
Facebook: https://www.facebook.com/wiwid.wadmira
Twitter: @wiwidwadmira
Instagram: wiwidwadmira
Linkedin: https://www.linkedin.com/in/wiwit-rahayu-5a0a0711b



Tips Parenting —  Penggunaan Media Digital Dalam Keluarga

Tips Parenting — Penggunaan Media Digital Dalam Keluarga

Perlu dipahami bahwa tidak mudah untuk menjadi orang tua di era digital yang serba canggih seperti sekarang ini, dimana teknologi membuat pertukaran informasi semakin cepat dan instan seakan-akan tidak ada lagi sekat ruang dan waktu diantara penggunanya.

Dibalik semua itu tersimpan tangung jawab yang besar bagi orang tua agar media digital dapat digunakan secara bijaksana karena jika tidak dicermati secara bijaksana maka kita tidak akan pernah tahu muatan negatif yang terbawa dari media digital, dan yang akan menjadi korban pertama dalam keluarga tentunya adalah anak-anak.

Atas kesadaran tersebut begitu banyak keputusan yang harus diambil dalam keluarga mengenai pengunaan media digital, dan sebagai langkah awalnya dapat dimulai dari hal yang selama ini dilupakan oleh para orang tua seperti kendali, pengawasan dan bimbingan.

Saya tidak akan terlalu dalam mengenai bagaimana para orang tua harus memilah yang layak dan tidak untuk anak-anak mereka karena setiap keluarga mempunyai parameter dan kebijakan sendiri, tapi mungkin tips berikut ini akan membantu dalam kaitannya dengan penggunaan media digital dalam keluarga.



1. Persiapkan Pengetahuan Tentang Media Digital. Mungkin ini adalah jaman dimana anak-anak memimpin orang dewasa dalam hal teknologi, lihat saja bagaimana menggemaskan dan lucunya anak 7 tahun menerangkan bagaimana cara mengunggah video atau menggunakan media lainnya kepada orang dewasa, padahal jika berbicara tentang kontrol maka orang tua sebagai pemegang kendali "harus" memiliki pengetahuan yang cukup. Ucapkan selamat tinggal untuk hal-hal yang berbau gaptek,  "You don't have to be tech savvy" (pakar teknologi), yang dibutuhkan hanyalah mulai menggali  acknowledge product & services dari setiap media digital yang digunakan.

2. Akses. Sekilas akan terlihat seperti sebuah keputusan yang baik dengan memberikan anak-anak akses penuh kepada perangkat seperti gadget, televisi, komputer, internet yang pada dasarnya perangkat elektronik tersebut menjadi gerbang bagi keluar masuknya informasi dari luar, padahal jika hal tersebut dilakukan maka akan sulit melakukan pengawasan. Sebaiknya untuk hal ini orang tua hanya memberikan akses terbatas.

3. Pengunaan Secara Wajar. Seperti hal lainnya dalam kehidupan sehari-hari pengunaan teknologi baik untuk belajar dan bermain harus memiliki batasan yang wajar. Terapkan jadwal dan batasan waktu terhadap semua aktifitas yang berhubungan dengan media digital.

4. Filtering. Lakukan pemilahan terhadap media untuk memastikan kelayakannya untuk anak-anak. Gunakan media yang diperuntukan untuk anak-anak, agar lebih mudah para orang tua dapat mengunakan peringkat/rating dari media seperti film, musik dan game sebagai tolak ukur kelayakannya, namun ada baiknya jika orang tua memastikannya secara langsung sebagai budaya sensor mandiri karena rating sendiri tidak bisa menjamin 100% keakuratannya, terlebih jika orang tua mempunyai nilai-nilai dan kebijakan tersendiri.

5. Belajar dan Bermain Bersama. Idealnya orang tua selalu hadir untuk melakukan pendampingan terlebih jika media digital tersebut bersifat online. Keikutsertaan keluarga ketika bermain dan belajar dengan menggunakan media digital akan membuat interaksi sosial dan keasyikan tersendiri seperti bermain game bersama, dimana orang tua dapat menumbuhkan nilai-nilai sportifitas.

6. Pengasuhan yang Sama Antara Online dan Offline. Walaupun berbentuk virtual orang tua harus memiliki pemahaman bahwa media digital adalah sebuah lingkungan sama halnya seperti kehidupan nyata. Berikan nilai-nilai dan pedoman yang sama antara aktifitas offline dan online.

7. Komunikasi Dua Arah. Terdengar sederhana tapi komunikasi mempunyai peranan yang penting, berikan pengetahuan yang mereka butuhkan dan pemahaman yang baik sampai anak tersebut melewati tahapan-tahapan pernting dalam perkembangannya.

8. Zona Bebas Teknologi. Buatlah aturan dimana dalam beberapa aktifitas yang dilakukan sebagai keluarga harus bebas dan jauh dari perangkat yang berbau teknologi seperti ketika waktu makan, istirahat atau gathering keluarga.

9. Jadi Panutan yang Baik. Anak-anak dilahirkan dengan kemampuan untuk meniru. Semua hal diatas tidak akan berhasil dijalankan jika orang tua tidak mampu menjadi Role Model, dalam hal ini jadilah panutan dan contoh ketika menggunakan media digital dan mulai membatasi diri dalam penggunaannya agar sebagai orang tua dapat berinteraksi dan membangun ikatan dengan anak dibandingkan dengan hanya menatap layar gadget.
Yonna Kairupan — The Makeover Blogger

Yonna Kairupan — The Makeover Blogger

Kalau ada blogger yang jago dalam hal masalah dandan-mendandani maka blogger yang bernama Yonna Kairupan pasti termasuk salah satunya, bukan makeover biasa loh karena yang bersangkutan melakukan perkerjaan tersebut secara pro.

Dari salah satu blog-nya saya bisa melihat beberapa portfolio atau hasil dari makeover yang sudah dilakukan oleh Yonna, it was truly "emejing"! :D specialy for the zombie makeup. Menurut saya semua itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki skill dan sense of art yang mumpuni, jadi memang sudah pantas jika Yonna Kairupan menggunakan atribut Makeup Artist.

Bukan sulap bukan sihir, ternyata bakat makeover yang dimilikinya sudah dipupuk jauh sejak kecil, dari info yang saya dapat di FB ternyata sejak umur 3 tahun Yonna sudah akrab dengan perangkat makeup milik ibundanya seperti eyeshadow dkk, jadi membayangkan bagaimana hasil dandanannya waktu kecil dulu :) .

Salah satu yang saya sukai dari blogger cantik ini adalah prinsip hidupnya, yaitu "I can do everything that everybody can do", dengan tidak membuat limitasi kepada diri sendiri kamu bisa melakukan dan mendapatkan banyak hal, dan Yonna adalah salah satu bukti nyatanya, jago nari, nyanyi, makeover dan mendapatkan pria yang menurutnya paling ganteng hihihi.

Saya tidak tahu dan kurang mengerti tentang konsep stage person yang ada di benak beliau ini hingga menolak tawaran rekaman dari salah satu record label, tapi yang pasti dia tidak akan menjadi makeover handal seperti sekarang ini jika tawaran itu diterimanya.

Ah mudah-mudahan jika suatu hari nanti dapat menginjakan kaki kembali di Jakarta saya bisa berkesempatan untuk bertemu dengannya, pengen dong ngerasain di makeover sama pakarnya :D or at least dapat wejangan tentang cara dandan yang baik dan benar.
Semangat dari Keluarga Hamsa

Semangat dari Keluarga Hamsa


Yeay deadline arisan mendekati, postingan kali ini juga tentang sosok yang sangat inspiratif. Walaupun belum pernah bertemu langsung namun semangat menulisnya patut dicontoh. Rasanya setiap berkunjung ke blog sosok yang satu ini ada energi untuk terus menulis. Yuk mari kita jalan-jalan ke blog Keluarga Hamsa, kemudian kenalan sama si empunya blognya yaitu  Mba Aprillia Ekasari (insyaallah tulisan namanya benar kan mba pake double L :)  ). Sesuai nama blognya Keluarga Hamsa  merupakan blog  Mba  April yang berisikan tulisan-tulisan  tentang parenting dan lifestyle. Hamsa sendiri merupakan kependekan dari nama suami dan Mba April yaitu Ilham dan Sari. 

Sejak kapan Mba April Mulai Ngeblog
Mba April bukanlah blogger baru, jauh sebelum punya blog yang sekarang mba April sudah rajin menulis di MP, tahun 2005-2006 merupakan tahun di mana mba April mulai ngeblog, wah lama banget ya. Namun setelah MP tutup akhirnya tulisan-tulisan yang ada di MP pun dipindahkan ke blognya yang sekarang. Meskipun Keluarga Hamsa sudah berusia tiga tahun lebih, tentunya banyak tulisan yang bermanfaaat yang sudah ditulis Mba April, meskipun saat itu si  pemilik blognya sibuk dengan Online Shopnya dan tidak terlalu aktif ngeblog. Nah, barulah enam bulan belakangan ini Mba April mulai aktif lagi ngeblog dan tentunya salah satu kesibukannya sekarang yaitu menjadi conter writer di salah satu web kesehatan ibu dan anak. Selain menulis di blog ternyata Mba April ini juga pernah aktif di forum lingkar pena Surabaya lho :). 

Ada Tulisan Apa Saja di Blog Keluarga Hamsa 
Keluarga Hamsa banyak mengulas tulisan tentang parenting dan lifestyle, Mba April sendiri merupakan ibu dari Maxy dan Dema. Selain itu kita juga menemukan tulisan cerita tentang Keluarga Hamsa, nah bagi yang mau baca-baca klik aja di label Family maka kita akan menemukan cerita bagaimana keluarga hamsa ini :) . Oya ternyata tulisan Mba April ini juga sudah pernah diterbitkan dalam dua antologi yaitu Kolak Ramadan : Kumpulan kisah Manis di bulan suci (2008) dan antologi Cinta dari cikini (2010). selain itu juga ada cerpen Mba APril yang pernah dimuat di media massa diantaranya Tempatmu tak Tergantikan (Deteksi Jawa pos, 2007) dan Memendad Cinta (deteksi Jawa pos, 2007). 

Prestasi menulis serta pengalaman kerja Mba April yang berhubungan di dunia kepenulisan  di antaranya pernah memenangkan juara pertama lomba surat lingkungan "Live for Live" oleh Kedai WALHI dan Universitas Airlangga  (2007). Nah kalau pekerjaannya yang pernah berhubungan dengan kepenulisan yaitu Corporate Jurnalis, PT Infoglobal Surabaya (2010), Kontributor majalah KIDS PKPU Surabaya (2010).

Nah, semakin banyak kita tau tentang sosok Mba April ini semakin membuat kagum :), kalau pingin tau lebih banyak lagi yuk berinteraksi dengan mba April di  akun media sosialnya

  • Twitter        @april_hamsa
  • Instagram   @april.hamsa
  • email          april@keluargahamsa.com 
  • blog            www.Keluargahamsa.com





Ke Pegadaian Aja Yuk!

Ke Pegadaian Aja Yuk!

Suatu hari tiga tahun yang lalu, percakapan saya dengan teman yang sama-sama menjadi anak kost dimulai dari cerita gajian yang belum cair hingga berujung cerita tentang pegadaian. Jujur saja pegadaian memang kata yang tidak asing di telinga saya, dan kerap saya baca setiap melewati kantornya saat  berangkat kerja dan taglinenya itu yang terkadang membuat saya berpikir apa iya bisa mengatasi masalah tanpa masalah . Ceritanya si teman saat itu kehabisan uang tabungannya, untuk menyambung hidup di rantau sebagai anak kosan pastilah harus mencari cara akan perut terus terisi. Saat itu teman saya bercerita jika akhirnya ia terpikir untuk ke pegadaian saja dan mengadaikan emas.

"Memangnya bisa ke pegadaian dapat uang pinjaman dengan mudah?", begitulah pertanyaan yang pertama muncul saat si teman bercerita.

" Owh mudah, nanti kalau kakak lagi butuh uang cepat ke pegadaian saja gadaikan emas". begitulah jawaban singkat teman saya dan entah kenapa kalimat singkat itu begitu saya ingat.


Hingga akhirnya setelah tiga tahun berlalu, kalimat singkat si teman itu ada manfaatnya juga. Ketiks Saya dihadapkan pada kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi hingga tabungan yang ada tidak mencukupi, rasanya kalau harus pinjam ke orang lain apalagi respon orang yang akan kita pinjam uang  tidak ramah jatuhnya malah jadi kebawa perasaan kan. Nah, kalimat singkat teman saya tadi menjadi salah satu solusi yang harus saya praktekkan sekarang. Kebetulan beberapa waktu lalu saat menerima honor lebih saya investasikan dengan membeli emas, walaupun hanya berbentuk cincin yang beratnya hanya beberapa gram saja. 

Entahlah saat membeli cincin itu saya berpikir jika ada kebutuhan mendesak bisa dengan cepat saya jual kembali, atau saya gadaikan emas saja seperti cerita teman saya dulu.  Eh tapi kalau dijual belum tentu saya bisa membeli lagi, hingga akhirnya jatuhlah pilihan ke pegadaian emas.

Pengalaman Pertama ke Pegadaian.
Setelah memantapkan niat akhirnya saya ke pegadaian juga, saya memilih kantor pegadaian syariah UPS Langsa Barat yang tidak jauh dari kontrakan saya, setelah sebelumnya sempat cari info dulu apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengadaikan emas . ternyata syaratnya hanya ini 

  • Membawa foto kopi KTP atau Identitas resmi lainnya
  • Menyerahkan barang jaminan, kebetulan saya saya menyerahkan barang jaminannya itu berbentuk perhiasan
  • Jika untuk sepeda motor maka harus membawa BPKB dan STNK aslinya.
 
Cukup mudah kan persyaratannya, setelah persyaratan  lengkap  saya menuju  ke kantor pegadaian setelah sampai di sana petugas begitu ramah melayani, sebelum melakukan transaksi saya mengisi formulir yang telah disediakan, kemudian menyerahkan formulir beserta fotokopi KTP dan barang jaminan kepada petugas. Kemudian petugas memberitahu taksiran Marhun (barang pinjaman), lalu menanyakan jumlah Marhum bih (pinjaman) yang akan saya ambil. 

Pinjaman yang bisa diambil mulai dari 50 ribu rupiah hingga 200 juta rupiah lebih. Nah, kebetulan saya mengambil sesuai dengan kebutuhan  saat itu, biaya administarsi hanya 15.000 rupiah  dan ujrah per 10 harinya itu 12, 900 rupiah untuk pinjaman saya. Ujrah ini juga disesuaikan dengan jumlah pinjaman yang diambil. Setelah semua dilengkapi tinggal menunggu petugas menyerahkan pinjaman saja, tidak sampai 20 menit pinjaman tersebut sudah di tangan saya . 

Keunggulannya yang harus kamu tau

  • Layanan gadai emas ini tersedia di seluruh outlet pedagaian syariah seluruh Indonesia
  • Pengajuannnya sangat mudah, hanya dengan membawa barang agunan bisa berupa perhiasan emas, dan barang berharga lainnya ke outlet pegadaian
  • Proses pinjaman sangat cepat, tidak harus menunggu berjam-jam hanya dalam 15 menit.
  • Jumlah pinjaman mulai dari 50 ribu rupiah hingga 200 juta rupiah lebih
  • Jangka waktu peminjamannya itu 4 bulan atau 120 hari dan jika belum punya uang untuk melunasi sedangkan sudah jatuh tempo bisa diperpanjang dengan membayar ujrahnya saja atau  menangsur sebagian pinjaman
  • Tidak perlu membuka rekening
  • Uang yang kamu terima tunai 
  • Yang paling penting barang jaminan kamu tersimpan aman di pegadaian.

Wahhh, banyakkan keunggulan serta kemudahan yang bisa kamu dapatkan di pegadaian. Sebelum saya beranjak dari kantor pegadaian ternyata si abang petugas mau juga menjelaskan hal lainnya, kebetulan hari itu kantor sepi jadilah si abang petugas menjelaskan kepada saya bahwa di pegadaian itu ada aneka jasa lainnya  misalnya jasa pengiriman uang, multi pembayaran online, pegadaian mobile kalau jasa yang ini bisa download aplikasinya di Play store atau app store, selain itu juga ada persewaan gedung, jasa sertifikasi logam mulia, jasa taksiran dan ternyata juga ada jasa titipan. Jasa titipan ini kamu bisa menitipkan barang-barang berharga hingga surat berharga dan kendaraan bermotor.

Oya selain aneka jasa yang saya sebutkan di atas ternyata ada juga sahabat pegadaian, sahabat pegadaian ini adalah program promosi customer get customer bagi nasabah yang berhasil mengajak sahabat, keluarga, teman untuk menjadi nasabah baru di pegadaian, bagi nasabah yang bisa dan berhasil mengajak akan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan banyak hadiah dan tentunya tanpa diundi, wah menarik  aplikasi sahabat pegadaian ini bisa kamu unduh secara gratis  di app store atau play store, dan aplikasi ini juga memiliki banyak fiturnya juga lho :)

Terakhir sebelum beranjak dari kantor si abang petugas menutup penjelasannya bahwa ke pegadaian itu bukan  hanya gadai emas saja tetapi bisa juga nabung emas. Wah ini menarik juga jadi ke pegadaian itu tidak selalu identik dengan pinjam meminjam tapi bisa juga menabung emas. Baiklah abang petugas setelah melunasi pinjaman ini , saya akan kembali lagi tapi bukan untuk gadai  emas lho tapi mau buka tabungan emas. Yeay pinjaman sudah di tangan saya pun bergegas pulang, ternyata ke pegadaian ngak rugi, bisa dapat pinjamannya  dan dapat juga banyak informasi lainnya. Sambil tersenyum di dalam hati saya berkata memanglah ngak salah taglinenya pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah :)




Part of
Komunitas Blogger
MeutiaRahmah.com
Melawan Lupa — Life giving encouragement
Top