Tatapannya begitu dalam, sudah 2 hari beliau terkulai lemah di atas ranjang, sesekali lirih suaranya berzikir sendu, Aku pun hanya bisa menatap dalam diam, sambil terus bertilawah di sampingnya.
“Tia, hidup itu harus memperbanyak amal, terus mempelajari ilmu agama sebagai bekal,”
Itulah kalimat yang selalu melekat dalam kepalaku. Tentu saja sangat berarti karena ini adalah ucapan sosok seorang Nenek yang sangat aku kangumi. Lamunanku mengajak mengingat setiap bait nasehat-nasehat yang selalu beliau berikan untukku.
22 tahun yang lalu, tatkala senja beranjak dan azan magrib pun berkumandang, bergegas beliau mengajak berwudhu dan membimbingku untuk salat berjamaah, selepas salat magrib di bawah sinar temaram lampu minyak, dengan sabarnya beliau mengajarkanku membaca Al-Qur’an. Dan Alhamdulillah ketika duduk di bangku TK aku sudah lancar membaca Al-Qur’an. Ketika tengah malam, aku sering terjaga melihat beliau salat tahajjud dan kemudian tilawah sampai subuh tiba.
Ketika usiaku menginjak remaja, suatu hari aku melihat beliau pulang dari pasar dengan membawa banyak belanjaan, ternyata sayuran dan ikan yang dibeli lumayan banyak, padahal di rumah hanya ada beliau, kakek dan bibiku saja, lalu untuk apa belanjaan sebanyak ini.
“Nek,kenapa belanjaan hari ini banyak sekali?,” beliau tersenyum.
“Nenek mau masak yang banyak hari ini.”
“Untuk apa?,”
“Nenek mau membagikan untuk tetangga kita, tetangga yang di ujung rumah kita itu selalu kekurangan makanan, jadi apa salahnya kita berbagi”
Dan aku hanya diam mendengar penjelasalan Nenek, sesaat kemudian aku pun ikut membantu beliau memasak, setelah semua masakan tersaji dengan sempurna, dengan cekatan tangan beliau mengambil mangkuk dan memasukan masakan tadi, akhirnya beliau menyuruhku untuk mengantar ke rumah tetangga.
Setelah selesai mengantarkan makanan ke rumah tetangga, beliau menyuruhku untuk duduk, kemudian mulai menceritakan perjuangan hidup dalam membesarkan ibuku beserta kedelapan anaknya. Dulu beliau pernah merasakan hidup pada masa penjajahan Jepang, kakekku hanya seorang penjahit, dan pada waktu itu untuk menambah penghasilan, beliau pun membuat kue yang dititipkan ke warung-warung di sekitar rumah. Dengan penghasilan yang tidak seberapa itulah, beliau harus pintar mengatur keuangan untuk kebutuhan sehari hari.
Setiap harinya beliau memasak nasi dengan dicampur singkong, sehingga bisa menghemat beras, dan seluruh anak-anaknya bisa makan dengan kenyang, tak jarang beliau sendiri tidak makan, asalkan anak-anaknya bisa makan. Oleh karena itu sekarang, setiap beliau mempunyai rezeki lebih, maka akan memasak dalam porsi banyak untuk di bagikan ke tetangga yang kurang mampu.
Tiba-tiba beliau berkata:” Seperti kata Rasulullah: “ Jika kita memasak, maka lebihkan kuahnya, agar bisa di bagikan untuk tetangga”.
“Tia, jika kelak Allah memberimu rezeki yang lebih, berbagilah kepada tetangga yang membutuhkan.” Kalimat itu yang terus tersimpan dalam ingatanku sampai sekarang.
Tahun 2009, kondisi beliau mulai kembali menurun, walaupun dengan berat hati pada Juli aku harus segera berangkat ke Negeri Dua Nil,untuk melanjutkan pendidikanku, aku tau beliau sangat ingin mengantarkanku ke bandara, namun sebelum aku berpamitan menuju bandara, Beliau masih sempat memberikan nasihat-nasihatnya.
“Allah telah memberikan kesempatan untukmu menjejakkan kaki di Negeri Dua Nil”,
“Bukankah negara itu dekat dengan rumah Allah?.” Aku hanya tersenyum.
“Semoga engkau bisa menjejakkan kaki di rumah Allah, di tanah para Nabi dilahirkan”
“Semoga Allah pula memanjangkan umurku, bisa melihatmu kembali kerumah ini”
Itulah kata-kata yang beliau ucapkan sebelum aku berpamitan, hanya ada pelukan hangat darinya, aku tau beliau sedih namun tidak menangis ketika aku memeluknya.
Hari-hari terlewati di Negeri Dua Nil, tanpa terasa libur musim panas pun tiba, awalnya aku berencana menghabiskan liburan ini untuk berkunjung ke rumah teman-teman ku, namun kedua temanku ternyata memilih pulang ke Indonesia, setelah berdiskusi dengan Ayah dan Ibu, akhirnya aku memustuskan untuk pulang, karena liburnya lumayan panjang, selain itu Nenek juga terus saja menanyakan rencana kepulanganku.
Mei 2010, akhirnya pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Soeta Jakarta, serpihan-serpihan rindu semakin tak terbendung, setelah seminggu di Jakarta akhirnya aku kembali menghirup udara kampung halaman tercinta, pelukan Nenek begitu hangat menyambutku, beliau menceritakan kondisi kesehatannya yang sudah menurun.
Belum sampai sebulan aku menghabiskan liburan di rumah, ternyata kondisi beliau menurun kembali, dari hari ke hari kondisinya bertambah lemah, aku dan ibu setia mendampinginya, tak henti-hentinya ayat –ayat suci aku bacakan, sempat sehari kemudian kondisinya membaik, dan beliau mulai bisa lancar memberi nasehat-nasehatnya kepadaku, keinginannya terakhir bisa melihatku menikah, itulah ucapan terakhirnya sebelum kondisinya kembali menurun.
Lemah, hanya suara nafasnya yang terdengar, setelah sehari dirawat di rumah sakit, akhirnya keluarga memutuskan untuk membawa pulang ke rumah, malam itu semua anak dan cucu beliau telah berkumpul di dekat beliau, ketika aku membaca Al-Qur’an hanya ada terdengar satu persatu desahan nafasnya, badannya sudah dingin, entah kenapa firasatku malam ini aneh.
Jam menunjukan pukul 03.00 dini hari, aku memejamkan mata sejenak, baru 5 menit tertidur guncangan kuat Ibu membangunkanku, dengan setengah mengantuk aku mendengar ibu berkata;
“Nenek sudah meninggalkan kita semua.”. tertegun sejenak.
Bergegas aku bangun dan mengambil wudhu, duduk di dekat jenazah beliau sambil membaca yasin, tidak ada kata yang bisa aku ucapkan, tidak ada airmata karena ini adalah takdir Allah, dan semua akan menuju ke sana.
Beliau meninggal di usianya yang ke 78 tahun, sebelum jenazah beliau dishalatkan, aku melihat beliau untuk terakhir kalinya, dan pada waktu itu airmataku mengalir dan tersadar beliau telah pergi untuk selamanya. Namun aku bahagia beliau dipanggil Allah pada malam pertama dibulan Ramadhan, semoga Allah melapangkan kuburnya dan mengampuni segala dosa-dosanya.
Memaknai hidup dari setiap tamsilan dan nasihat-nasihat
Membingkai rindu akan sosoknya dalam rangkaian do’a
Ada ruang dimana aku masih merasakan keberadaannya.
Terima kasih atas Nasehat hidup yang begitu berharga.
Dan Beliau adalah sosok yang sempurna dimataku.
اللهم اغفـر لها وارحمها"”

اللهم اغفـر لها وارحمها
BalasHapus`Aamiin...aamiin...aamiin...
@dAnonim™Aamiin ya rabb..
BalasHapusJika memasak, lebihkan kuahnya agar bisa dibagikan ke tetangga...
BalasHapusTerharu sekali membacanya....
Nenek, pasti bahagia yah bisa dekat dengan sosok nenek... Dalam bayanganku, dekat dengan sosok nenek itu terasa jauh dan asing lho.. Pasalnya, kami tidak dekat sama sekali...
Bahkan dengan ibunda pun, aku tidak terlalu dekat lho. ^__^
Tapi ada seseorang yang aku kenal dekat. dan ia sayang pada neneknya yang dia panggil Enin... Andai umurnya panjang, aku pengen bisa sayangi neneknya seperti temanku itu... ^__^ Suatu hari, apapun yang diajarkan sang nenek Meutia, pasti bisa memberi manfaat dan berkah tersendiri.. Semoga bisa tetap mengingat apa2 kebaikan yang ia ajarkan... ^_^
Tema kita sama, Mbak. Tentang nenek.
BalasHapusNasehat seorang nenek itu memang sangat bermakna ya, Mbak. Semoga nenek tenang di sana dan yakin deh nenek sekarang sedang tersenyum bahagia.
Sukses GA-nya, Mbak :)
@pieces of universeinsyaallah mba, kalau beliau masih hidup mari menyayangi beliau sepenuh hati..insyaallah smua akan bermanfaat kelak.
BalasHapus@Wuryaamin ya rabb...sukses juga untuk wuri yah, saling mendo'akan
BalasHapusBELUM BACA UDAH KENA SENTUHAN HATI INI , MAKASIH YAH MBA UDAH IKUTAN.
BalasHapussaya catet yah sebgai peserta semoga beruntung yah :) salam kenal
Aminnnn.....
BalasHapussm0ga sgala amal ibadah beliau ditrima Allah SWT, dilapangkan kubur'nya, serta sgala petuahnya bisa dilanjutkan oleh dik tia sbg cucu'nya.... :)"
BalasHapus@jay boanaterima kasih jay..aamiin ya rabb, salam kenal juga :0
BalasHapusAmin...
BalasHapusInsya Allah, nasehat2nya akan terus menjadi penuntun dalam hidup kita...
@Azwan Andiaamiin ya rabb..makasih azwan :)
BalasHapus@cii yuniatyiya mba smoga saya mengmalkan nya dengan baik..makasih mbak ku :)
BalasHapusnangis aku kak baca postingannya kali ini...selalu ada rasa haru jika bercerita dan mendengar keadaan sperti ini..
BalasHapussmoga amal ibadah nenek diterima di sisi Allah SWT,
aamiin..
@Mayyaaamin ya rabb, smoga bisa diamalkan nantinya.
BalasHapus@Phuji Astuty Lipiiya uty kk juga lg ngetik postingan ini jadi menangis, ntahlah seakan sosoknya masih ada di dekat sekarang...aamiin ya rabb,
BalasHapus:((
BalasHapusTerharu mbak.....
Masya Allah.... Banyak sekali nasehat dan contoh yang baik yang diberikan oleh neneknya mbak Tia....
@Fitrah Istiqomahsmoga kita juga bisa mngamalkan nya dngan baik..
BalasHapusjd kgn sama nenek aku jg nih :( semoga menang dalam kontesnya mutmut
BalasHapus“Tia, hidup itu harus memperbanyak amal, terus mempelajari ilmu agama sebagai bekal,”
BalasHapusRasanya nasehat itu juga untukku dan untuk semuanya..., Smoga Alloh merahmati beliau
jadi ingat dengan alm ayahanda tercinta...selalu penuh dengan nasihat... semoga nenek diterima di sisi Allah SWT dan bahagia di tempat baru ya Tia...
BalasHapussemoga Nenek mendapatkan tempat yang layak di sisiNya ya kak. Salam kenal dari Liza
BalasHapusTerharu T.T
BalasHapusNasehatnya okeh okeh neneknya mbak ^^
Subhanallah, Nenek mbak Tia insha Allah udah tenang di sanay ya mbak... :)
BalasHapuspelajaran penting dari beliau, hmmm.... izinkan saya juga memtiknya melalui postingan ini
BalasHapus--- Allaahummaghfirlaha warhamha....
Sungguh nenek yang penuh kasih sayang dan suka berbagi, penuh nasehat-nasehat yang bisa selalu kita ingat.. :)
BalasHapusKa Mut apa kabar?, :)
@meutia rahmah Amin...
BalasHapusKunjungan siang, Mbak Meutia :)
@Yudy Anandamakasih yud yud :)
BalasHapus@Insan Robbaniiya kak menjadi pelajaran untuk kita semua..makasih kak, aamiin ya rabb.
BalasHapus@NIT NOTaamin ya rabb..orang tua memang penuh dengan nasehat2, smoga almarhum ayahanda mas helmi ditempatkan di jannatun na'im..aamiin
BalasHapus@Lizaaamin ya rabb, syukran 'ala du'aik..salam kenal juga liza :), trima kasih sudah berkunjung.
BalasHapus@Tebak Ini Siapainsyaallah berguna bagi kita una :)aamiin
BalasHapus@u n n iaamiin ya rabb..mkasih unni
BalasHapus@Akhmad Muhaimin Azzetaamiin ya rabb..monggo silahkan mas.
BalasHapus@Yudhi E. Putrantoiya yud smoga nasihatnya bisa di kerjakan...alhamdulillah kabar kk baik :)
BalasHapus@Wuryhehe monggo silahkan masuk wury..
BalasHapuskunjungan gan.,.
BalasHapusbagi" motivasi.,.
Kita di nilai dari apa yang kita selesaikan bukan dari apa yang kita mulai,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,
Subhaanallooh.. banyak ilmu dan nasihat yang ana dapatkan disini. Semoga setiap nasihatnya bisa ana amalkan. Semoga Bermanfaat dan semoga Barokah...
BalasHapusSemoga Alloh menempatkan Beliau di tempat yang istimewa.. Ammiin
@outbound training di malangtrima kasih sobat. insyaallah saya akan berkunjung balik :)
BalasHapus@Tatang Tajudin Ibnu Supyanalhamdulillah bisa bermanfaat dan diamalkan, trima kasih atas kunjungan nya sobat..aamiin ya rabb :)
BalasHapusInnalilahhi wa innailaihi raji'un...
BalasHapussemoga neneknya ditempatkan di sisi-Nya. serta pesan nenek tak akan pudar untuk selamanya dihati. :') terharu gw bacanya
@Wahyu Prakososyukran 'ala du'aik, mudah2n bisa diamalkan dengan baik..
BalasHapusPesan neneknya sangat dalam dan bermakna.
BalasHapusSemoga alm Neneknya mba diterima disisiNya dan mendapat tempat yg layak di alam sana, amin.
Semoga menang lombanya ya mba.
@annyaamiin ya rabb..smoga dapat saya amalkan dengan baik.
BalasHapusselamat anda beruntung menjadi salah satu pemenang di lomba blog genksukasuka cek disini yah : http://www.genksukasuka.com/2012/05/pengumuman-lomba-blog-genksukasuka.html segera kirim data diri anda, trimakasih
BalasHapusاللهم اغفـر لها وارحمها
BalasHapussemoga Alloh anugrahkan tempat terindah untuk beliau
salam gan ...
BalasHapusmenghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
di tunggu kunjungan balik.nya gan !