Sejuta cinta di Zaydab

Libur telah tiba,saatnya membuat planning untuk menghabiskan masa liburan kali ini, libur semester 1 ini hanya 3 minggu tapi kalau terus di asrama pasti akan jenuh dan bosan, apalagi hari-hari sebelumnya adalah masa-masa ujian yang membuat energi terkuras hanya untuk belajar, jadi butuh refreshing agar otak segar kembali.

Beginilah nasib anak asrama ketika liburan tiba di asrama pun sepi penghuninya yang mahasiwa-mahasiswa sudan tulen pada pulang kampung semua, tinggal lah mahasiwa ajanib (asing) yang setia menjaga asrama.

Alhamdulillah liburan ini ada salah satu teman asrama inas yang mengajak untuk berlibur kerumahnya,walaupun pada awalnya agak was-was untuk berlibur ketempat yang belum pernah aku datangi, apalagi aku baru 3 bulan menetap disudan ini, semua masih menjadi hal baru, terlebih-lebih harus masuk kampung yang masih asing jadi harus hati-hati, namun tiba-tiba saja niat untuk berlibur ke rumah temanku itu aku urungkan, sempat ada rasa takut, tapi karna keluarga temanku sudah melakukan persiapan untuk kedatangan aku dan teman-teman, dan ibunya terus saja menelpon menanyakan kapan kami akan datang, akhirnya aku dan teman-teman sepakat tidak membatalkan liburan ini.

29122009048

Sabtu pagi aku dan teman-teman menuju zaydab, perjalanan ke zaydab sekitar 6 jam dari Khartoum ibu kota sudan, pemandangan yang tersaji sepanjang perjalanan adalah hamparan padang pasir, terlintas di pikiranku :” kalau sepanjang jalan hanya ada padang pasir, letak perkampungan mereka dimana ya??” kalau begini keadaannya sepertinya aku ngak akan bakalan betah berlama-lama di zaydab, namun aku simpan saja pertanyaan dalam hati nanti juga akan terjawab, aku terus menikmati perjalanan sambil menonton film yang diputar didalam bus, perjalanannya menyenangkan karena jalannya a’la thul (lurus) tak ada tingkungan, bus nya juga nyaman full Ac dan ngak ada yang merokok.

29122009013

Akhirnya sampai juga, kami turun di pinggiran jalan raya yang hanya ada hamparan pandang pasir, ternyata kami harus menumpangi pick up melewati padang pasir, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke pinggiran nil untuk menyeberang nil menuju zaydab, dengan menggunakan kapal kecil yang didalamnya bisa memuat sekitar 40 orang dan beberapa mobil kami menyeberang menuju zaydab, 10 menit kemudian kami sampai di zaydab, keluarga inas ternyata sudah menunggu kedatangan kami, subhanallah sambutan mereka begitu hangat, setelah bersalaman dan cipika-cipiki ala sudan kami pun disuguhi syai (teh).

Sejenak kami beristirahat namun karib kerabat inas berdatangan untuk bersilaturrahmi dengan kami, ternyata inas mengabarkan kedatangan kami ke seluruh karib kerabatnya, walhasil jadilah tamu datang tak henti-henti, ternyata itu adalah ritual untuk memuliakan tamu dan itu sepertinya jarang kita dapatkan di Indonesia.

Ada rasa bahagia tersendiri di zaydab ini, rasa kekeluargaan yang begitu erat ibarat kami sudah lama mengenal, malam ini kami dijamu dengan kharuf (kambing) walaupun mereka tidak makan nasi tapi mereka membeli beras dan khusus memasak nasi untuk kami. Ketika makan pun kita bersama-sama makan disatu tempat, biasa mereka menyebutknya siiniyah ( sejenis napan besar), mereka begitu memuliakan tamu-tamunya.

Hawa dingin mulai menyapa ketika malam tiba, ternyata perkampungan dekat nil lebih dingin ketimbang di Khartoum cuacanya panas.Menikmati malam dengan hawa dingin sambil menatap berjuta-juta bintang adalah kebahagiaan yang aku rasakan, wallahi aku belum pernah melihat langit di hiasi bintang-binang seindah ini.

28122009051

Keesokan harinya kami jalan-jalan disekitar perkampungan zaydab, mengunjungi kebun jarjir, jarjir adalah salah satu jenis sayur-sayuran yang ada disudan, kemudian kebun jeruk. Sampai dikebun jarjir ternyata paman inas sedang menunggu kami, sejenak istirahat sambil membaca syair-syair arab, sang paman begitu lihai membuat lirik-lirik syair, kalau kita bisa tau arti syair-syair yang dibacakan berarti bisa merasakan keindahan syair-syair tersebut, dengan senang hati sang paman menjelaskan kepada kami isi syair-syair itu, masyaallah begitu indahnya.
zaydab adalah daerah yang subur, perkampungan yang hijau, kalau begini hampir terasa bukan sedang berada disudan, sepanjang nil adalah daerah yang subur dan merupakan daerah penghasil sayur-sayuran dan buah-buah, nil mengalir sampai kesudan, dan pertemuan nil (abyad dan azraq) pun ternyata disudan.

Setelah puas menjelajah kebun-kebun, kami pun singgah di salah satu rumah sakit sekedar ingin melihat-lihat saja, ternyata kepala rumah sakitnya menyambut kedatangan kami dengan hangat, jadilah kami berkeliling rumah sakit, walaupun rumah sakitnya sangat sederhana namun hanya ada satu- satunya di zaydab. Sepanjang jalan kami berkeliling ternyata kami menjadi pusat perhatian penduduk zaydab, ada touris masuk kampung, mulai lah anak-anak kecil mengikuti kami kemana pun sambil sibuk mereka minta untuk di fotoin, ya shadiqah shawwir..shawwir..( fotoin donk), akhirnya kami sibuk foto sana sini.

29122009014

Setelah seharian berkeliling, malam harinya kami pun nge syai (minum teh) dengan keluarga inas sambil mendengar cerita tentang keluarga mereka, dengan lembut ibu inas ditemani sang suami terus saja bercerita. Ada kebahagiaan dan cinta yang aku dan teman teman rasakan dirumah ini, walaupun sederhana namun sangat bersahaja, menganggap kami sudah menjadi bagian dari keluarga mereka, ada kehangatan cinta disini walaupun baru satu hari disini.

29122009011

Hari berikutnya kami pun bersilaturrahmi menuju rumah karib kerabat inas, lagi-lagi meraka menyambut kami dengan hangat dan bersahaja dan disuguhi makanan-makanan sudan tentunya tidak ketinggalan halawah, menjadi kebiasaan orang-orang sudan ketika tamu datang disuguhi halawah ( permen).

29122009

Tak terasa sudah 2 hari di zaydab, kami pun tak bisa berlama-lama mneghabiskan masa liburan disini, saatnya harus kembali lagi ke Khartoum, walaupun ada rasa sedih namun berharap bisa kembali lagi ke zaydab sebelum meninggalkan sudan, keluarga ini begitu penuh cinta dan kebahagiaan, ada isak tangis melepas kepulangan kami. Zaydab!!! Aku akan kembali lagi, ada sejuta cinta disini……………….. (merindukan keluarga yang begitu bersahaja).

6 replies
  1. RAUS SAM
    RAUS SAM says:

    Perjalanan yang menyenangkan. Pengalaman baru, pengetahuan baru dan pelajaran baru, semuanya terangkum dalam satu cerita…

    semoga tidak kapok menjelajahi sisi dunia lain yang belum terjamah oleh langkah kaki ini dan bercerita tentangnya…

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *