Mendadak Sidang Tesis

Sebenarnya bukan mendadak sidang, karena bingung nentuin judul yang menarik untuk postingan ini akhirnya aku mengambil judul ini setelah membaca salah satu comment bloofers di bloof (mas fahrie aku ambil ya commentnya jadi judul postingan ku ^_^)

Jauh-jauh hari jadwal tesis ku sudah ditentukan, jadwal nya hari minggu, tanggal 15 mei jam 11 siang waktu sudan. ternyata sesudah melihat kalender tanggalnya bertepatan dengan hari kopdarnya bloofers bandung hiking dan hari miladnya salah satu bloofers dik aan sopiyan. Setelah mendapatkan jadwal sidang 2 hari kemudian aku menghadap pembimbing dan penguji untuk menyerahkan tesisku.

Ketika aku menemui penguji ternyata Alhamdulillah beliau bisa hadir sesuai jadwal yang sudah ditentukan, begitu juga dengan pembimbing.

Hari demi hari aku lalui dengan rasa deg-degan bercampur bahagia, dan juga rasa takut (syndrome menjelang sidang). Akhirya tiba juga hari yang ditunggu-tunggu segala persiapan aku lakukan dengan teman-teman diasrama, bangun subuh teman-teman sibuk membuat kue khas Indonesia ada donat, agar-agar, dan bakwan. Kue-kue ini akan akan disuguhkan untuk teman-teman yang akan menghadiri acara sidangku dan pembimbing, penguji tesisku (promosi makanan Indonesia juga ^_^ )

Pukul 8 pagi menelpon ortu meminta doa agar sidangku lancar, kemudian aku menelpon qefy dkk yang sedang hiking, setelah setengah jam puas ngobrol dengan bloofer Bandung yang sedang hiking sekaligus juga minta do’a dari mereka, aku bersiap-siap mandi.

Setengah jam setelah aku mandi salah seorang teman menelponku katanya ada info dari kampus kalau sidangku hari ini di batalkan karena salah satu anggota keluarga penguji tesisku meninggalkan, awalnya aku menyangka temanku hanya bercanda, ternyata info itu memang benar, kemudian aku langsung menelpon pembimbingku, ternyata eh ternyata pembimbing ku mengatakan : hari ini sidangnya dibatalkan karena berita mendadak, jadi diundurkan, lemas rasanya mendengar berita itu, di ujung telpon aku berkata kepada pembimbingku: ya ustaz jahiztu kullu ath’imah katsir.. (saya udah mempersiapkan banyak makanan dan kue-kue) beliau menjawab : ” ma’laisy ya binti ( maaf anakku), beritanya mendadak.

Karena sidang dibatalkan akhirnya aku dan teman-teman diasrama membagi-bagikan kue-keunya ke teman-teman yang lain ( kasian daripada mubazir) parsel buah-buahan juga udah dihias cantik tergeletak didekat pintu dan buah-buahan didalam parsel akhirnya kami makan bersama-sama (aksi kekecewaan hehehehe).

Tiga jam kemudian tepat pukul 12.30 hp ku berdering, ternyata panggilan masuk dari pembimbingku, tiba-tiba beliau mengabarkan kita jadi sidang hari ini, sekarang saya dan penguji sudah diruang sidang, sekarang kamu segera keruang sidang, antara kaget percaya dan tidak percaya aku langsung menjawab:” iya saya akan segara keruang sidang”.

Alhamdulillah aku tinggal di asrama dekat dengan kampus, buru-buru aku mengabarkan kepada teman-teman, mereka juga kaget, alhamdullillah kue-kue dan buah-buahannya masih tersisa. Karena buru-buru aku lupa pakai bedak dan hampir saja salah pakai kaus kaki (maklum buru-buru ^_^), setengah berlari aku menuruni tangga asrama, sepanjang jalan ke kampus aku berlari-lari, tiba-tiba pembimbing menelponku lagi, beliau menyuruhku segera sampai diruang sidang, sampai diruang sidang nafasku ngos-ngosan, pembimbing dan penguji menatapku iba dan beliau menyuruhku duduk sejenak untuk beristirahat.

Setelah beristirahat 5 menit sidang pun di mulai, sidang dibuka oleh pembimbingku. Oya aku perkenalkan nama pembimbingku prof. Dr. Abdurrahman Muhammad ahmad kadoek beliau adalah dekan fakultas tarbiyah di international universitas Africa, beliau adalah pembimbing yang sangat teliti dalam pembimbing tesis, beliau juga sangat susah untuk memberi nilai tinggi kepada mahasiwa yang beliau uji tesisnya ( jikalau beliau menjadi penguji). Sedangkan penguji adalah Dr.su’ad abdurrahim basyir beliau dosen di sudan open university.

img_0493

Aku diberikan kesempatan 15 menit untuk memperkenalkan diri dan sedikit bercerita tentang Indonesia kemudian memaparkan isi tesisku. Entah kekuatan dari mana tanpa ada rasa takut aku memaparkan isi tesisku yang berjudul : ” daurul biiah lughawiyah fii ma’had Khartoum addauly fii tanmiyatil qudaarat thullab al indunisi al lughawiyah” dengan lancar, setelah memaparkan isi tesis, tiba saatnya penguji menanyakan pertanyaan dan mengoreksi kesalahan tesisku, satu persatu pertanyaan aku jawab dengan lancar sesuai dengan pengetahuan ku, dan kadang-kadang penguji tertawa melihat aku menjawab setiap pertanyaan karena aku dengan polosnya menjelaskan setiap masalah yang di hadapi mahasiswa Indonesia dalam belajar bahasa arab, beliau memahami orang asing yang belajar bahasa arab pasti tidak akan dengan mudah menguasai bahasa arab secara keseluruhan dalam waktu singkat.

Tanpa terasa pertanyaan demi pertanyaan telah aku jawab, kemudian pembimbingku menyuruhku untuk keluar dari ruang sidang karena mereka akan mendiskusikan nilai yang akan diberikan kepadaku. Jujur saja melihat pengalaman teman-teman yang juga pembimbingnya beliau mendapatkan nilai jayyid jiddan (baik sekali), membuat aku yakin nilai yang aku dapatkan juga jayyid jiddan dan tidak berharap mendapatkan imtiyaz (istimewa).

Lima menit kemudian beliau memanggilku untuk masuk kembali ke ruang sidang untuk mendengarkan nilai yang akan beliau bacakan, sebelum membacakan nilai, penguji dan pembimbing menanyakan kepadaku ; ” kamu layak mendapatkan nilai berapa? 70, 80 atau 90, aku hanya diam tidak bisa menjawab, jawab saja berapapun kamu jawab tak akan mempengaruhi nilai yang telah kami putuskan kata pembimbingku, kemudian aku menjawab 70 karena tesisku banyak yang harus diperbaiki dan belum layak mendapatkan nilai tinggi, pengujiku menjawab: ” kesalahannya tidak banyak, hanya kesalahan pengetikan dan itu wajar”, aku hanya tersenyum.

Kemudian pembimbingku langsung membaca hasil keputusan nilai yang mereka berikan untukku, pada akhir kalimat rasanya seperti mimpi ketika beliau membacakan bitaqdir imtiyaz ( dengan nilai istimewa) karena kaget aku secara spontan aku bertanya : wallahi imtiyaz ya ustad ( nilai imtiyaz ustad?), pembimbingku menjawab : ” mabruk (selamat) nilai nya imtiyaz, rasanya bagai mimpi bahkan sampai hari ini.

Aku sangat terharu dan tidak menyangka bisa mendapatkan nilai imtiyaz, Alhamdulillah atas segala nikmat yang allah berikan hingga akhirnya aku bisa menyelesaikan semuanya tepat waktu. Diluar ruangan teman-teman sudah menunggu dan mengucapkan selamat untukku.

(Do’a orangtua yang tidak henti-hentinya untukku, terima kasih banyak untuk teman-teman dan semua yang telah membantu dari awal sampai akhir tesis ini, yang selalu setia mendo’akanku, jazakumullah khairal jazak, hanya allah yang bisa membalasnya semua, semoga ilmu yang telah aku dapat bermanfaat bagi semua amien ya rabb), bagi teman-temanku seperjuangan yang belum sidang semoga tesis kalian segera bisa disidangkan.

22 replies
  1. Accilong
    Accilong says:

    wah… Selamat mbak muti. Slamat..slamat..slamat..

    Mendegr ini sja, sy sngat bangga sbgai shabat, tak terbayang kebanggan org tua. Mbak muti berhasil membanggakan mereka berlipat2 dgn pencapaian ini. :p

    Reply
  2. Todi
    Todi says:

    wah..selamat mbak meut…alhamdulillah sidangnya dilewati juga…saya juga pernah ngalamin kejadian ky gitu..:D sekali lagi, selamat ya mbak

    Reply
  3. Phipi
    Phipi says:

    klo sy ditanya mo dpt nilai 70,80, atw 90?
    mgkin sy pilih tengah2 kak..
    hha

    slamat y kak..
    alhamdulillah terbayar sudah prjungan kk slama ini..
    smoga bs lnjut S3 lg sperti keinginan k'tia..
    hhe ^^

    Reply
  4. Unik Hanifah Salsabiila
    Unik Hanifah Salsabiila says:

    kereeenn..kereenn..mbakku yg satu ini memang cerdass…^^
    saluutt mbak tiaa…sekarang saatnya mb mndapatkan seorang pasangan hdup yg istimewa stelah nilai yang istimewa…amiinn..
    mbak tia berhak mndapatkan yg terbaik,,,^^

    Reply
  5. Edi Kurniawan
    Edi Kurniawan says:

    subhanallah… mbak tiya memang luar biasa.
    saya kepengen sedikit sharing dengan mbak.
    dulu setelah menyelesaikan studi di sebuah ponpes di Jambi, saya berkeinginan kuat untuk melanjutkan studi ke Mesir. Alhamdulillah saya lulus tes beasiswa Depag di Palembang kala itu. yah… namun sayang karena keadaan yg tak mengizinkan, akhirnya mengantarkanku ke IAIN jambi. Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan studi S 1 di IAIN (Fak. Syari'ah) pada Desembar '10 lalu.

    membaca perjuangan mbak dalam penulisan dan munaqasah tesis, mengingatkan saya kembali pada perjuangan skripsi ku (hehe ranahnya kita berbeda ya… ^_^). Aladulillah tetesan semangat, skripsi mendapatkan penghargaan skripsi terbaik 2010 (ini cuma se IAIN Jambi lho mbak ^_^). dan akan di terbitkan sebagai hasil penelitian ilmiyah mahasiswa terbaik…

    singkat cerita aja ne mbak, saya masih kepengen melanjutkan studi s 2. eh… lagi2 terkendala seperti dulu lagi. maklum, dari keluarga bawahan, cuma modal semangat saja… Nah… barangkali mbak punya saran atau masukan untuk saya? ^_^

    Reply
  6. muhammad ridwan
    muhammad ridwan says:

    2011 ya, wah, sudah lama sekali ya. tapi saya baru baca sekarang. gak apa kan tia. 😀

    selamat ya atas keberhasilannya. segala yang manis, pasti perlu perjuangan yang lebih. sekali lagi selamat…

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *