Icip-icip Makanan sudan

Alhamdulillah kemarin sore seorang teman mengajak makan-makan di sedi beih, sudah 2 tahun keberadaanku disudan belum pernah sekali pun aku menginjakkan kaki di math’am (restoran) ini. dulu aku mengira tempat ini bukanlah restoran namun bagiku lebih mirip tempat menjual alat-alat elektronik, namun tenyata sedi beih adalah salah satu math’ah yang bersih dan lumayan terjangkau untuk saku mahasiswa.

Di asrama teman-teman dari Thailand sering memesan salah satu makanan yang ada di math’am ini yaitu fathirah, mereka menyediakan paket delivery jadi kita menelpon dan memberi tau alamat, maka pegawai math’am ini akan mengantar pesanan makanan ke alamat kita.

Semenjak itulah aku mengenal fathirah, dan tentu saja menjadi tau sedi beih itu adalah math’am dan bukan tempat menjual barang-barang eletronik.

Walaupun makanan pokok sudan adalah isy (roti) namun kebanyakan math’am disini menyediakan nasi juga, walaupun nasinya adalah nasi kuning, termasuk di math’am ini juga menyediakan nasi.

Sudah 2 tahun menetap di negeri dua nil ini namun belum sepenuhnya aku bisa menyukai makanan-makanan disini, setiap masuk math’am pasti aku akan bertanya : apakah disini menyediakan nasi???, karena kesehariannya biasa aku dan teman-teman masak sendiri di asrama dan jarang makan diluar, kecuali kalau sedang ada keperluan diluar seharian dan mewajibkan harus makan siang atau makan malam diluar.

Sedi beih ini terdiri dari dua lantai, tempatnya juga bersih dan nyaman, pelayannya juga ramah-ramah dan rapi, sepanjang pengamatanku pelayan nya semuanya laki-laki, aku dan teman-teman memilih untuk duduk dilantai dua, dilantai dua juga tersedia ruang VIP, kalau kita ingin duduk dalam ruangan VIP cukup menambahkan uang 10 Sdg., tak lama kemudian seorang pelyan datang dan membawa daftar menu makanan, dan inilah makanan yang aku dan kawan-kawan pilih…

4

Ini adalah salah satu makanan disudan yang aku suka, namanya fathirah dari roti yang isi nya daging ayam atau daging lembu, tapi aku lebih suka isi nya daging ayam, rasanya gurih, terdiri dari irisan-irisan daging dan bumbu-bumbu serta mayones, roti tersebut dibakar dan ada taburan habbatussaudak(jintan hitam), tentunya dengan sedikit saos menambah lezat makanan ini.

firakh masywi

Ini adalah firakh masywi sejenis ayam bakar tapi rasanya beda dengan ayam bakar di indonesia , mempunyai ciri khas rasa rempah-rempah disajikan dengan sedikit nasi kuning, ditambah irisan jeruk nipis dan tomat serta a’jur (sejenis mentimun), ditambah dengan kentang goreng dan jarjir (jenis sayur-sayuran untuk lalapan).

syurbah

Irisan dari paprica, bawang, jarjir, tomat dan jeruk nipis serta ditaburi seledri ditambah dengan mayones dan dakwa (bumbu kacang sejenis bumbu ketoprak) menghiasi piring putih, makanan tersebut adalah sallatah, biasa nya sallatah ini tidak pernah ketinggalan ketika orang-orang sudan sarapan pagi atau siang.

Sedangkan dicangkir kecil dinamakan dengan syurbah, kalau kita membuka kamus syurbah itu artinya sop, tapi jangan di bayangkan seperti sop yang ada di indonesia, syurbah ini terasa sekali rempah-rempahnya, biasa di math’am sengaja disediakan gratis, dengan sedikit perasan jeruk nipis dinikmati ketika masih hangat akan terasa nikmat bagi yang menyukai syurbah ini.

Ini hanya beberapa menu makanan yang tersedia di math’am sedi beih masih banyak makanan-makanan lain yang belum aku icip-icip ditempat ini, kalau minuman nya tersedia berbagai macam juice layaknya seperti di indonesia. dan jangan heran disetiap math’am hampir semua tersedia menu dari daging, walaupun ada satu atau dua math’am yang menyediakan menu seperti ikan.

makan di restoran, di Sudan

Sedikit banyak nya kita semua bisa mengenal sudan selain lewat budaya juga lewat makanan nya yang khas, siapa tau suatu hari nanti anda bisa mengunjugi negara ini. menikmati detik-detik terakhir di negeri ini, ingin rasanya bisa wisata kuliner ke tempat-tempat lainnya.

25 replies
  1. Ary Caeno
    Ary Caeno says:

    Enaknya.., tmpatnya kliatan nyaman dan bersih. Makanannya juga wuih,,, mau…
    Pertanyaan: yang makan 2 org, 3 org atau 4 org. Makanannya banyak tuch, klo ga habis paketin ya ke Indo_^

    Reply
  2. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @bang iqbal: berarti bisa tuh ntar minta di tarktirin ma bg iqbal, ntar kl udah di aceh traktirin yah ??(ngarap) kan bg iqbal baik hati dan tdk smbong hehe.

    @ary : makan nya bertiga…heheh porsis nya jumbo kayak org sudan jadinya 🙂

    Reply
  3. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @aulia: hehe iya ayam tuh..kl orang sudan itu mah porsi buat sendiri, kl kita orang indo bisa untuk 3 orng.
    @aan: kalau kk bawa pulang keburu basi, ntar bljar cara bikinnya aja deh.
    @irma:fathirah itu enak ..kk yakin irma pasti suka juga.
    @dora: hahaha ayo2 di bungkus…
    @kang todi: yg namanya nya makanan selalu menggoda, trima kasih udah mampir
    @teh ani: hehhee enak teh….ntar saya bungkusin deh 🙂

    Reply
  4. Nick Salsabiila
    Nick Salsabiila says:

    woaaaa mb tiaaaaaa……ituuuu…aku ngakak guling2 liat ayamnyaaa…utuh banget…hahhaaa…
    eemmm…kayaknya aku tertarik sama fathiranya deh…eh ada kopi ga mb dsna??aku kan pecinta kopi,,kali aja di sudan ada kopi enak.. 😛

    Reply
  5. Nihayatuzzin
    Nihayatuzzin says:

    whuaaa untung tadi udah makan di tempat syukuran. kalau ga pasti kelaparan lagi neh liat hidangan2nya k3 Tia.

    Kalau ketemu nasi kuning, Aku jadi ingat semasa masih di kampung, kalau lebaran diajakin oleh keluarga habib2 keturunan arab ke rumahnya, pasti ada nasi kuning disana, hehehe

    Firakh Masywi,, jadi ingat kenangan bersama si Fahri pemeran ayat-ayat cinta, sewaktu dia makan2 di atas atas bersama teman2nya, tentunya cuma dalam imajinasi dunk, hahaha

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *