Getar-Getar Wisuda (Haflah Takhrij)

Alhamdulillah meski sudah 6 bulan berlalu namun kebahahagian ini masih saja terasa sampai sekarang, bisa menjejakkan kaki kembali ke tanah air dengan ilmu yang sudah aku dapatkan dari duktur-duktur yang begitu setia memberikan curahan ilmu mereka tanpa mengenal lelah.

Dengan usaha dan do’a dari kedua orang tua, akhirnya setelah menjalani masa studi selama 2 tahun di negeri dua nil moment yang di nanti-nanti pun tiba.

Enam bulan yang lalu aku masih tercatat sebagai mahasiswi Khartoum International for Arabic Languange, jurusan metodologi pengajaran bahasa arab untuk non arab, masih terbayang dalam ingatan perjuangan setiap akan menghadapi UAS dengan setumpuk muqarrar, harus melewati tahap selanjutnya agar bisa menulis tesis, jika gagal dan nilai UAS tidak mencukupi maka aku harus mengulang semua mata kuliah dari awal dan ini artinya masa studi ku juga akan bertambah menjadi 3 tahun, waktu yang lama hidup di negeri orang dan jauh terpisah dengan orang tua, namun dengan ketekunan, usaha dan do’a masa-masa itu terlewati sudah.

Menulis tesis adalah masa-masa yang sulit bagiku, semangat terkadang pasang surut, mencari referensi dan berlama-lama di perpustakaan, belum lagi pembimbing ku sangat rajin menelpon menanyakan perkembangan tesis, meski sempat terbengkalai selama 1 bulan namun pada akhirnya masa-masa ini terlewati juga, tepat pada awal mei tesis ku dinyatakan layak segera di ujikan, setelah memperbaiki kesalahan pada pengetikan, akhirnya pada tanggal 16 mei 20 11 di ujikan.

Alhamdulillah semua proses sudah terlewati, 1 minggu kemudian mahasiswa hilir mudik menuju kantor bagian akademik untuk memastikan moment yang paling di tunggu pada akhir studi, walaupun pada kalender akademik tertera tangal 6 juni moment yang di tunggu akan tiba, namun ternyata ada pengunduran jadwal, dan kami harus menunggu dikeluarkan nya pengumuman resmi dari mudir (rektor).

Sementara itu diasrama para penghuni sibuk membicarakan akan datang nya moment itu, aku melihat wajah mereka bahagia, selalu tersenyum menunggu moment itu tiba dan hal ini berbanding terbalik ketika masa-masa kami sedang mengerjakan tesis, setiap hari nya menjalani hari dengan dahi naik turun di depan laptop, wajah lelah serta kusut menela’ah setia referensi. Namun kini masa itu telah berganti dengan senyum keceriaan yang tak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.

suasana malam wisuda di Khartoum

Tepat hari ini pengumuman resmi keluar, sudah tertera di papan pengumuman kampus tanggal moment itu dilaksanakan, semua mata berbinar-binar, berbondong-bondong aku dan yang lainnya menuju ruang pengambilan baju toga, karena sedikit saja terlambat aku bisa dapat baju dengan ukuran big size, orang-orang afrika dan negara arab lainnya yang sekelas dengan ku mempunyai postur tubuh yang besar dan tinggi, sedangkan orang-orang asia seperti Indonesia, thailand, china dll berpostur kecil dan pendek, namun demikian ada beberapa pasang baju yang ukurannya small size.

Alhamdulillah segala administrasi menuju moment itu tiba sudah aku lengkapi, dan sekarang tinggal menunggu waktu nya tiba. Dan tidak lupa mengabari kedua orang tua yang jauh dibenua yang berbeda.

11 Juni 2011 akhirnya tiba juga waktu yang aku nanti-nanti, acara nya akan di adakan malam hari ba’da isya, keadaan ini tentu berbeda dengan di Indonesia yang biasanya di adakan pagi hingga siang hari.

Mulai dari sore semua penghuni asrama telah sibuk menyambut moment ini tiba, sebagian teman-teman ku adalah warga negara sudan sehingga sanak keluarga mereka bisa hadir di moment yang membahagiakan ini, sedangkan seperti aku dan teman-teman dari negara yang lainnya, walaupun jauh dari orang tua namun keluarga besar mahasiswa Indonesia hadir mendampingi di acara ini, kebahagian tentu saja bercampur dengan rasa haru serta sedih, bahagia telah berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan melewati setiap ujian hidup, ujian dari panas yang menyengat sampai 53 drajat, melawan hawa dingin ketika musim dingin datang sedang UAS didepan mata, harus menghafal muqarrar yang bertumpuk namun semua Alhamdulillah telah terlewati dengan usaha dan do’a.

Disisi lain rasa sedih juga sedikit menyusup dalam relung hati, keinginan di hari bahagia ini di damping dan disaksikan oleh kedua orang tua tercinta tak dapat terwujud karena jarak yang terlalu jauh, walaupun demikian beberapa jam sebelum nya kedua orang tua ku sudah mengucapkan selamat dan selalu mendoakan ku, menetes air mata keharuan mendengar ucapan itu.

Ba’da magrib sebelum acara dimulai semua berbaris rapi didepan kantin, setelah semua berkumpul akhirnya aku dan yang lainnya pawai keliling kampus, kemudian menuju deretan kursi yang tersusun rapi didepan panggung utama untuk menempati kursi masing-masing. Acara pun dimulai satu persatu kata sambutan mulai dari rektor hingga sepatah dua patah kata mewakili dari mahasiswa lulusan tahun ini, yang diwakili mukhtar asal Kenya.

Dan akhir nya sampai lah acara puncak yaitu penyerahan ijazah, serta pengumuman nilai tertinggi tahun ini, Alhamdulillah teman ku asal Indonesia tepatnya Makassar bernama anshar sultan mendapat peringat ke 2, aku turut bangga meski bukan aku diposisi itu, satu persatu nama di panggil untuk maju kedepan panggung utama, yah akhirnya namaku dipanggil juga,”ismu thalibah Meutia Rahmah, najah bittaqdir “jayyid (nama meutia rahmah, dinyatakan lulus dengan nilai “baik”)”dengan gugup aku maju bercampur bahagia. Meski aku hanya dapat nilai “baik” namun perjuangan mendapatkan semua itu tidaklah mudah.

Dan mulai hari ini aku resmi menyandang gelar “Meutia Rahmah. MA”, Alhamdulillah a’la ni’matika ya rabb, semoga ilmu yang sudah aku pelajari bermaanfaat bagi umat dan bisa mengajarkannya kepada orang lain, karena ketika ilmu tidak di amalkan bagai pohon yang tak berbuah, dan jadikan aku orang yang selalu bersyukur dan jauhkan aku dari sifat kesombongan, limpahi aku rasa rendah hati. Karena ini hanya sebuah gelar, jauh di lubuk hati mengharapkan segala ilmu yang ada menjadi berkah ..Aamiin Ya Rabb….

Terisnpirasi dari tulisan “Getar-Getar Wisuda” seorang Nurmayanti Zain, semoga Allah selalu memberikan keberkahan ilmu nya dan bermanfaat bagi yang lain dan ucapan “ ALFU MABRUK” atas nilai CUMLAUDE nya.

39 replies
  1. Insan Robbani
    Insan Robbani says:

    Alhamdulillah… thalibah Meutia Rahmah, najah bittaqdir…jayyid..

    memang adikku ini baik, ramah tidak sombong dan cerdas lagi….. ckckckckck…

    semoga sukses dgn give away-nya yah…

    Reply
  2. armae
    armae says:

    Aku terharuuu bacanyaaa 🙂
    Akhir yang sangat indah ya Kak, semua perjuangan berakhir sudah, dan pastinya jadi satu cerita dan pengalaman yang sangat berharga.

    Ahh.. Kak Tia sudah MA, aku masi S saja. Semoga suatu saat bisa menyusul 🙂

    Sukses buat kontesnyaaa 😀

    Reply
  3. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @ kak insan : haha kak insan benar kah begitu ??aamiin smoga yang terbaik dan berkah ilmu nya

    @rie : gelar bukan lah ukuran seseorang rie namun kita ters blajar mencari dan mencari ilmu..semua akan sellau di ingat setiap perjuangan, rie pasti bisa juga…makasih say ^__^

    Reply
  4. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @mas ridwan : aamiin ya rabb..begitu lah do'a saya mas..smoga bermanfaat.

    @syifaa : hehe semangat syifaa kamu pasti bisa, berawal dari mimpi semua menjadi kenyataan…smngat yahhhhhhh

    Reply
  5. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @mas aseo : terima kasih,,hidup memang penuh perjuangan tidak ada yang kita peroleh dengan mudah, oleh karena itu harus tetap semnga, usaha ditambah do'a..trima kasih sudah berkunjung.

    Reply
  6. Phuji Astuty Lipi
    Phuji Astuty Lipi says:

    waaah kakak..bolehlah jadi guru buat kami setiap saat, ato kalo nda jadi penceramah dah kalo hari jumat, mumpung cowok pada kabur ke masjid…

    I'm pround of u kak,…
    smoga ilmunya bermanfaat, aamiinn^^

    Reply
  7. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @ mas ian : trima kasih..aamin ya rabb..wa iyyaka

    @phuji : boleh dik dengan senang hati, nanti kita bikin ruang khusus cwek2 yah..

    @kampung karya: aamiin rabb wa iyyaka ..iya mas betul sekali muqarrar itu materi ujian hehehe

    Reply
  8. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @uty : ngak di edit kok..kok bisa ya jadi update nya gitu..

    @mba mugniar : Insyaallah ntar saya sampaikan..katanya rumah nya dekat losari,,,dia pinter banget di kelas kami…wahhh asik asik dapat award lagi..senangnya hatiku, bergegas menuju TKP..makasih ya mba..aamiin smoga berkah ilmu nya.

    Reply
  9. Nurmayanti Zain
    Nurmayanti Zain says:

    masyaAlah~
    super keren sekali ^^
    sangat sangat suka aura perjuangannya =)
    menggugah hati untuk semakin mau berusaha

    barakallahu fiik yaaa kak tiaa 🙂

    ———————–
    sudah terdaftar
    terima kasih atas partisipasinya yaaa kakak ^^

    Reply
  10. Uswah
    Uswah says:

    sist.. sayya sekarang juga jalan strata 2, semoga nanti tesisku juga lancar seperti sista… minta doanya dan sukses untuk GAnya ya… saling follow yah ^_^

    Reply
  11. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @mba nurmayanti : mari terus berusaha dan berjuang mba ..mudah2an tidak pernah bosan menuntut ilmu dan ilmunya kita bisa bermanfaat…allah yubarik fiik, waiyyaki..aamiin ya rabb….makasih dan senang bisa ikut berpartisipasi dalam give away nya ^__^

    @uswah : salam kenal sobat, terus semngat ya uswah, walaupun kadang smngat pasang surut , jenuh mendera…semoga kuliah cepat slesai dan ilmu nya bermaafaat yah..thanks sista..

    Reply
  12. meutia rahmah
    meutia rahmah says:

    @fahrie : alhamdulillah tamam miyah2..maafkan aku juga nanri waktu dirimu wisuda aku tak bisa hadir hiks…..semngat dengan tesisnya yah..

    @nike : aamiin ya rabb…insyaallah nike pasti bisa, jgn lupa usaha tambah d0'a,,,semngat ya adiiku. 🙂

    Reply
  13. Aisa Julia
    Aisa Julia says:

    ngebaca pengalaman kak meutia, aq dibawa ke dalam setting film ayat-ayat cinta dan KCB the series..hehe..

    aku yakin, betapa kedua orang tua kk bangga akan anaknya ini :')
    dan rasa rindu akan kenangan itu tersimpan manis dalam ruang putih tanpa batas, tanpa waktu di dalam sana….

    Reply
  14. Irma Devi Santika
    Irma Devi Santika says:

    ini yang namanya kemilau cayaha emas dan berlian kak tia.. kereeenn.. merinding bacanya, jadi pengen cepet2 wisuda 🙂
    keren, keren.. berkah buat ilmunya ya kak, mengabdi untuk bangsa ini. semangat kak tia :-*

    Reply
  15. rezkybatari
    rezkybatari says:

    Bismillah

    Masyaa Allah..dapat lagi nih akhwat thalibah dgn followers ratusan..jd ingat iklan yg bunyinya "berapa lapis???""
    "Ratusan…."hehehehe..
    ini sih..
    berapa followers? jawabnya Ratusan..

    Duh jd iri, boleh kan iri pd penuntut ilmu??
    tapi, mbak kita sama2 peserta GA..mdh2n mbak menang..Aamiin yaa mujiib..

    Reply
  16. Anshar Sultan
    Anshar Sultan says:

    Assalamualaikum…

    SubehanALLAH, jadi teringat lagi memory 4 tahun silam…:)

    Sukses selalu buat Ustadzah Meutia, semoga cepat selesai juga program S3 nya

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *