Roy Mishry (Sisi Lain Khartoum)

Khartoum adalah ibukota dari negara Sudan, terletak di benua Afrika, ketika menyebut nama “Khartoum” masih terdengar asing di telinga banyak orang padahal negara ini bertetangga dengan negara-negara seperti Mesir, Libya, saudi Arabia, Ethopia dan beberapa negara lainnya.

Karena letaknya di benua Afrika maka mayoritas penduduknya berkulit hitam, sebagian dari mereka ada yang berkulit putih walaupun jarang kita temui.

Khartoum memiliki iklim yang tandus, dengan daerah yang dipenuhi gurun menjadikan suhu panas di negara ini mencapai 53 Derajat Celsius, suhu tersebut sangat tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara yang juga beriklim tandus lainnya seperti Riyadh, Baghdad, Mesir, sehingga diperkirakan Khartoum menjadi negara terpanas di dunia.

Ketika menyebut “Khartoum” banyak hal yang menarik, di negara ini banyak kita temukan universitas-universitas yang mahasiswanya datang dari berbagai negara, mahasiswa yang berasal dari Indonesia juga menuntut ilmu di negara ini, walaupun jumlahnya masih sedikit, namun minat untuk belajar ke Khartoum mulai meningkat.

Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan belajar di negara ini, dan menetap di sana selama dua tahun. postingan kali ini saya akan menceritakan sisi lain Khartoum walaupun negara tandus dan beriklim sangat panas namun daya tarik negara ini begitu kuat, banyak tempat dimana kita bisa berwisata menghabiskan masa liburan salah satunya adalah Roy Mishry.

Saat itu saya sedang menikmati masa libur kuliah, saya dan teman-teman berjumlah 20 orang memustuskan mengujungi Roy Mishry, dengan menumpangi bus menempuh perjalanan selama 1 jam akhirnya kami sampai juga ke tujuan.

Kebetulan cuaca saat itu sangat bersahabat dan kami pun turun dari bus, namun perjalanan belum lah usai karena kami harus menumpang perahu kecil untuk menuju tempat tujuan, perahu itu hanya bisa memuat sekitar 15 orang.

Kami pun menelusuri sungai kecil menuju dataran di dekat sungai Nil, sesampai di sana terhampar pemandangan indah, layaknya saya sedang tidak berada di negara yang beriklim tandus dan banyak gurun, pemandangan Nil terhampar luas serta hijaunya pepohonan menambah indah di pandang mata.

Suasana tempat ini begitu sepi, jarang sekali orang-orang berkunjung ke tempat ini kecuali masa liburan, jikalau mengunjungi tempat ini harus membawa bekal makanan yang cukup, tidak ada penjual yang menjajakan makanan.

Untuk transportasi kita tak perlu khawatir, untuk menyewa bus ke tempat ini tidak terlalu mahal, dan ketika menuju Roy Mishry perahu penduduk sekitar tempat ini siap sedia pengantar ke tujuan dengan harga terjangkau.

bersantai di sungai Nilbaru img_0199

Menikmati pemandangan Nil dengan hamparan pemandangan yang hijau menyejukkan mata, tempat ini cocok sekali untuk berkemah, terlebih dengan cuaca yang tidak begitu panas. tatkala senja merambah bumi menikmati sunset adalah hal yang paling menyenangkan, ketika itu saya dan teman-teman menikmati senja di tempat ini, begitu syahdu.

Walaupun perjalanan ini hanya sebentar namun begitu banyak kesan yang tersimpan sampai sekarang.

…Khartoum suatu saat saya akan kembali, jika suatu saat blogger sekalian mengujungi Khartoum sempatkan waktu untuk berkunjung ke Roy Mishry.

19 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *