Resep Udeng Tumeh Ala saya

Weekend bukan berarti libur dari segala aktifitas justru malah lebih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, memulai aktifitas pagi dengan bersih-bersih rumah kemudian mencuci setumpuk pakaian kotor setelah 4 hari sebelumnya disibukkan dengan aktifitas mengajar, setelah mencuci saya melanjutkan tulisan yang sudah mengendap lama di draft, setelah browsing sana-sini postingan untuk blog saya yang lainnya akhirnya selesai.

Jam menunjukan pukul 10 pagi sejenak ingin mengistirahatkan badan setelah beraktifitas semenjak ba’da subuh tadi, namun tiba-tiba terdengar suara ayah memanggil dari luar, saya keluar dan ternyata ayah sedang memegang ember dan isinya udang, saya pun mengambil ember tersebut dan bergegas menuju dapur.

Hey saya masih memandangi udang-udang di dalam ember memang ukurannya kecil, masih bingung mau saya masak masakan apa karena sudah beberapa hari ini setiap ayah pulang dari tambak selalu membawa udang.

Ayah saya seorang petani tepatnya petani tambak, kebetulan tambak kami tidak jauh dari rumah hanya butuh 10 menit untuk sampai ke sana dengan naik motor,dulu saat masih kecil ketika panen tiba saya suka bermain di bak penampungan hasil panen yang ada di samping rumah, saat itu ayah masih membudidayakan udang di tambak namun seiring berjalannya waktu beberapa tahun terakhir berpindah ke ikan bandeng.

Lalu darimana datangnya udang-udang itu ukurannnya bervariasi mulai kecil hingga besar dan sampai sekarang saya masih penasaran dan belum sempat menanyakannya kepada ayah.

Setelah terdiam sejenak akhirnya saya memutuskan untuk memasak peyek udang dan udeng tumeh tentunya masakannya ala saya sendiri.Mula-mula semua udang dibersihkan setelah itu saya beri garam secukupnya, dan mulailah masakan pertama Udeng tumeh di mulai.

Masakan Pertama: Udeng Tumeh (Udang Tumis)

Bahan:

  • 500gram udang
  • 4buah kentang ukuran sedang dipotong sesuai selera
  • 2 sendok minyak goreng
  • 2 butir bawang dan sedikit jahe diiris tipis-tipis
  • 1/2 gelas santan
  • 5lembar daun temurui

Bumbu:

  • 6butir bawang merah
  • 1butir bawang putih
  • sedikit jahe (secukupnya)
  • 6 cabe kering
  • 1 sendok ketumbar halus
  • 7buah asam sunti

Semua bumbu di atas dihaluskan, untuk asam sunti bisa diganti dengan asam jawa, sebenarnya asam sunti akan membuat masakan menjadi kental serta memberi cita rasa tersendiri, dan cara membuat asam sunti sangat mudah, baca pada postingan saya di sini.

Setelah dihaluskan masukkan semua bumbu tersebut kedalam udang aduk rata, selanjutnya panaskan 2 sendok minyak goreng setelah minyak panas masukan irisan bawang dan jahe tumis hingga harum kemudian masuk udang yang telah diaduk rata dengan bumbu.

Tunggu sebentar hingga mendidih lalu masukkan potongan kentan beserta santan, dan jangan lupa masukkan daun temurui. lalu tunggu hingga kuahnya mengental setelah mengetal siap disajikan. Untuk daun temurui sendiri akan memberi aroma pada masakan dan saya tidak tau apakah didaerah lainnya terdapat daun ini.

Kemudian beralih ke masakan kedua dan masih sama masakannya masih ala saya sendiri.

Masakan kedua : Peyek udang
Bahan:

  • 400gram udang
  • Tepung beras secukupnya
  • Daun bawang

Bumbu:

  • 5buah cabe merah
  • 3butir bawang putih
  • Jahe (tidak sampai 1/2 ruas)
  • Merica halus secukupnya (tergantung selera pedas)

Haluskan semua bumbu di atas lalu aduk rata dengan udang dan sebelumnya berikan garam secukupnya kemudian masukkan tepung beras dan beri sedikit air agar tidak menggumpal, lalu iris daun bawang lalu aduk merata semua bahan+bumbu, kemudian panaskan minyak lalu goreng, setelah warna kecoklatan lalu angkat, dan peyek udang ala saya pun siap disajikan.

Ini hanya resep ala saya saja semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya.

5 replies
  1. M. Sofyan Daud
    M. Sofyan Daud says:

    Berkunjung ke blognya sahabat dan tidak lupa meninggalkan komentar dan followersnya, kalau ada waktu luang di tunggu kunjungan dan followersnya di blog "Karya Kuring Haratis"

    Terimakasih, salam blogger mania…

    blog saya juga membahas tentang resep makanan juga 😀

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *