Khartoum International Institute For Arabic Language

KIIFAL (Khartoum International Institute For Arabic Languange) atau dalam bahasa arab dikenal dengan Ma’had Khartoum Addauly lil lughah Arabiah adalah kampus di mana 2 tahun lalu saya menuntut ilmu, banyak hal yang telah saya pelajari dari kampus ini bukan hanya sebatas ilmu yang berkenaan dengan bahasa arab saja namun pelajaran hidup juga saya dapatkan.

Khartoum adalah sebuah negara yang terletak di benua Afrika dengan alamnya didominasi padang pasir serta iklim sangat panas lantas kenapa saya memilih negara ini menjadi tujuan untuk melanjutkan kuliah S2, berawal dari paksaan orang tua untuk mengikuti tes seleksi penerimaan beasiswa yang dilakukan oleh Pemprov Aceh tahun 2008 program ini rutin dilakukan setiap tahunnya untuk memberikan beasiswa penuh kepada putra putri aceh setelah tsunami 2004 silam.

Awalnya setengah hati untuk mengikuti seleksi ini karena saat itu saya sedang mengambil S2 di salah satu PTN di Aceh namun tidak sejalur dengan S1 yang jurusannya pendidikan bahasa arab.

Menjalani tahap seleksi yang panjang terkadang melelahkan namun di sinilah dituntut kesabaran, mei 2008 saya mulai mendaftar lalu 3 bulan kemudian dinyatakan lulus seleksi administrasi dan bisa mengikuti seleksi berikutnya tes tulis, agustus masih di tahun yang sama saya mengikuti tes tulis, semua materi tes ini sesuai dengan jurusan yang dipilih peserta, khusus yang memilih untuk kuliah di Timur Tengah maka materi tes berkenaan dengan bahasa arab.

Alhamdulillah saya lulus dan melanjutkan ke tahap interview tahap ini akan ada sesi wawancara dengan panitia bagian penerimaan beasiswa, pertanyaan yang ditanyakan seputar jurusan yang akan dipilih kebetulan saya memilih pendidikan bahasa arab, untuk sesi wawancara sendiri yang digunakan adalah bahasa arab jadi harus menguasai bahasa arab secara lisan juga.

Menegangkan, namun terlewati juga kemudian setelah interview perjuangan ini belum usai, saya diminta untuk menulis sebuah tulisan singkat dalam bahasa arab dalam waktu 20 menit tentang kehidupan serta harapan nantinya jika lulus seleksi ini, lumayan menguras otak. Semua tahap demi tahap sudah terlewati tinggal menunggu hasil lulus atau tidak.

Dan akhir tahun nama-nama yang lulus seleksi pun diumumkan lewat salah satu surat kabar daerah, jam masih menunjukan pukul 6.40 pagi handphone pun beberapa kali berdering menerima sms, ketika membaca sms ternyata ucapan selamat karena nama saya termasuk yang lulus masih kanget dan tidak percaya, dari kos langsung menuju kios penjual koran untuk memastikan berita tersebut dan alhamdulillah teryata bukan mimpi.

Ah ternyata perjalanan masih panjang setelah dinyatakan lulus harus mengikuti pelatihan selama 6 bulan, wow bukan waktu yang singkat ditambah lagi sedang menjalani S2 dengan sebarek tugas, antara cemas binggung nantinya jadwal pelatihan akan bersamaan dengan jadwal kuliah lalu saya harus memilih yang mana.

Setelah mendaftar ulang dan mendapatkan jadwal pelatihan syukur jadwalnya mulai siang hingga sore sedangkan jadwal kuliah pagi hingga siang saja. Awal Februari 2009 pelatihan pun dimulai dan mulai saat itu saya menjadi mahasiswi tersibuk di kos, pagi sampai siang masuk kuliah lalu pulang kuliah istrirahat 1 jam kemudian mengikuti pelatihan sampai sore terkadang tak jarang sesekali harus bolos pelatihan karena jadwal kuliah dipindahkan sore hari.

Menjalani aktifitas tersebut selama hampir 6 bulan bukan tidak ada alasan kenapa saya tidak memilih salah satu saja, jawabannya karena status dipelatihan tersebut masih calon penerima beasiswa artinya akan ada tes terakhir setelah pelatihan untuk menentukan hasil akhir.

Singkat cerita pelatihan selama 6 bulan dengan pengajarnya 2 orang syaikh dari Mesir ditambah satu orang syaikh dari Arab Saudi yang juga mengajar di LIPIA. Pada tes akhir saya dinyatakan lulus dan saatnya menentukan negara mana yang akan menjadi tujuan kuliah S2, setelah mencari informasi dari teman-teman yang sedang kuliah di timteng akhirnya jatuhlah pilihan hati pada negara Sudan.

Kenapa tidak memilih Mesir, Maroko, Tunisia, atau negara lainnya? padahal Sudan negara panas, selain itu biaya hidup disana mahal bila dibandingkan di Mesir dan juga terkenal negara konflik pada saat itu, jawabannya karena di negara ini terdapat kampus dengan jurusan pendidikan bahasa arab seperti yang saya inginkan sedangkan di negara lainnya hanya ada jurusan sastra arab bukan pendidikan bahasa arab.

Tahap awal mendaftar di kampus ini dengan menyerahkan ijazah S1 yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa arab, pas foto, foto copy paspor, akte kelahiran, setelah pendaftaran maka dari pihak kampus akan memberikan qabul mabda i (surat keterangan telah terdaftar), qabul ini berisi bukti pendaftran dan juga jadwal untuk mengikuti tes masuk.

Setelah mendapatkan qabul Juli 2009 saya pun berangkat ke sana untuk mengikuti tes masuk tentu saja S2 di PTN Aceh harus ditinggalkan tanpa mengambil non aktif padahal saya sudah mempersiapkan proposal tesis.

Materi tes semuanya berkenaan dengan bahasa arab yaitu nahu, sharaf, balaghah, a’rudh serta insyak, menunggu selama 3 minggu akhirnya lulus tes masuk dengan nilai yang memuaskan.

Nah bagaimana dengan biaya kuliahnya, biayanya menurut saya hampir sama dengan s2 di Indonesia, biaya yang dibutuhkan untuk kuliah dikampus ini lebih kurang 2500 dollar dan tentunya bisa dicicil setiap semesternya sampai selesai, biaya tersebut plus sudah bisa tinggal di asrama kampus. Berikut ini mata kuliah yang dipelajari setiap semesternya :

Semester I

  • Metode dan tehnik pengajaran kemahiran berbahasa
  • Pengantar linguistik Modern
  • Penggunaan komputer dalam pengajaran
  • Kebudayaan dan Peradaban Islam- Arab
  • Nahwu dan Sharaf
  • Tehnologi pengajaran
  • Fonologi
  • Semantik dan Leksikologi
  • Metodologi Penelitian

Semester II

  • Tes dan Evaluasi Bahasa
  • Analisa konstraktif dan kesalahan
  • Lingusitic
  • Metode pengajaran ilmu-ilmu keislaman
  • Desain kurikulum Bahasa Arab
  • Balaghah dan Kritik Sastra Arab
  • A’rud (Buhur dalam syair Arab)

Semester III

  • Studi Bahasa Arab Modern
  • Micro Teaching
  • Psikologi Bahasa Arab
  • Sosiologi Bahasa Arab
  • Survei Bahasa (praktek lapangan)
  • Metode pengajaran ketrampilan bahasa arab
  • Praktek mengajar Lapangan

Semester IV

  • Tesis

Mata kuliah di atas sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, sebenarnya banyak hal yang ingin saya ceritakan tentang kampus ini supaya menjadi referensi bagi yang ingin melanjutkan S2 ke luar negeri dan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Insyaallah postingan selanjutnya akan saya tulis lebih mendetail.

Tulisan ini bukan untuk menyombongkan diri namun untuk memberikan motivasi bagi yang membacanya bahwa siapa pun bisa punya cita-cita tinggi tapi harus diiringi usaha dan do’a, semoga bermanfaat.

** Allah Yubariik Fiik**

20 replies
    • meutia
      meutia says:

      soalnya ada yg nanyakin kenapa bisa ke sana, dan bagaimana caranya..daripada repot jawabnya satu2 mending dibikin dalam bentuk postingan aja mas:), sekalian berbagi pengalaman 🙂

      Reply
  1. Fahri Hidayat
    Fahri Hidayat says:

    السلام عليكم إخوتي…..، لعل ربنا يجمعكم ويجمعنا في جنته النعيم
    حضوري هنا مع حمل الرجاء منكم جميعا أن ترشدوا أخاكم هذا يريد أن يواصل دراسته في درجة الماجستيرة علي الخصوص بكلية تعليم اللغة العربية، كيف سيصل إلي جامعة إفريقيا العالمية رغم أنه ليس من هؤلاء الذين يمتلكون الأموال الكثيرة، فما له إلّا أن يكون طالبا الرجاء لنيل المنحة الدراسية…. شكرا وأدعوكم ربي بتمنياتنا بالتوفيق والنجاح

    ~أنا فخري هدايات تامبونان، شاب إندونيسي، خرّيج جامعة دار السلام كونتور~

    Reply
  2. Hani
    Hani says:

    Assalamualaikum kak, kak afwan boleh tanya tanya pc ke kaka engga? Ada hal pribadi yang mau ana tanyakan.. Hehe
    Alhamdulillah ana keterima beasiswa kiifal tahun ini..

    Juzitum kher

    Reply
  3. muzaki adnan
    muzaki adnan says:

    Assalamualaikum. Kak, saya telah lulus dari s1 di Indonesia, dan InsyaAllah akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. bisa dishare infonya2 baik beasiswa ataupun non-beasiswa di timur tengah. terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *