Bicara Komunitas Ideal

Tanpa terasa sudah memasuki minggu kedelepan tantangan ngeblog bersama komunitas Angin Mammiri. Belum memulai jangan mengatakan saya menyerah, begitu juga menulis jika tangan belum bergerak menyentuh keyboard jangan katakan saya tidak bisa.

Menulis butuh tantangan untuk mengetahui sejauh mana kekonsistenan diri dalam proses menjadi seorang penulis. Well, tantangan minggu terakhir ini cukup menarik yaitu ” Komunitas Ideal”.

Sebagai makhluk sosial tentu saja saya butuh interaksi dengan orang-orang disekitar, oleh karena itu terkadang saya menceburkan diri pada satu komunitas yang mempunyai minat yang sama. Komunitas adalah sekumpulan orang yang mempunyai ketertarikan yang sama, bicara komunitas saya akan membahas komunitas yang berkaitan dengan keseharian saya sebagai blogger.

Begitu banyak komunitas blogger yang bertebaran di dunia maya, setelah akrab dengan blog 2 tahun yang lalu, saya pun mulai berselancar di dunia maya mencari komunitas-komunitas yang bisa menambah pertemanan, tentu saja bukan hanya tempat untuk iklan blog dan saling bersapa ria saja namun banyak hal bermanfaat lainnya yang ingin saya dapatkan dari komunitas tersebut.

Dan sampai sekarang pun saya masih mengikuti beberapa komunitas blogger, walaupun pada satu dua komunitas hanya menjadi silent reader terhadap postingan- postingan yang di post di wall group, namun hakikatnya saya tetap rajin Blogwalking ke blog blogger lainnya.

Komunitas tentu harus punya visi dan misi dan jelas, kemudian juga dibarengi dengan struktur kepengurusan dan kegiatan yang jelas pula, mengapa saya katakan demikian karena komunitas yang berawal dari dunia maya pasti interaksinya di mulai dari komentar antar sesama members dari komunitas tersebut, tidak cukup hanya dengan iklan blog lalu hanya meninggalkan komentar sekenanya saja.

Admin adalah aktor yang paling penting dibalik layar yang mempersatukan membersnya, kemudian membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anggotanya baik secara offline maupun online.

Berawal dari dunia maya kegiatan pun berlanjut pada dunia nyata, atau nama kerennya KOPDAR alias kopi darat, dengan kegiatan ini lebih mengeratkan lagi silaturrahmi antara members karena bisa saling bertemu langsung tanpa embel-embel sekat.

Kopdar bukan sekedar ngumpul saja diselingi dengan obrolan yang tak jelas tujuannya, namun dibalik kopdar tersebut bagaimana founders suatu komunitas bisa membahas aksi atau kegiatan selanjutnya yang bisa dilakukan. Aksi nyata perlu dilakukan oleh satu komunitas untuk membuktikan eksitensinya kepada members, bahwa berdirinya komunitas tersebut bukan sekedar untuk senang-senang belaka, namun ada timbal baliknya untuk para members, artinya members mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari komunitas yang diikutinya.

Sering kali kegiatan sudah tersusun rapi dan disosialisasikan kepada membersnya tapi pada kenyataannya untuk menggerakkan kegiatan tersebut terkadang menjadi jalan di tempat,para pengurus komunitas telah beberapa kali rapat dan menghasilkan kegiatan yang bermanfaat untuk dilaksanakan kenyataannya action di lapangan tidak ada, akhirnya komunitas tersebut menjadi terbengkalai seperti kehilangan indung semangnya.

Sederet peraturan telah diterapkan dalam komunitas tersebut namun lagi-lagi jalan di tempat, dan tak jarang saya menemukan hal ini terjadi pada satu komunitas yang saya ikuti di dunia maya.

Lalu komunitas yang ideal itu seperti apa, mungkin sedikit banyaknya telah saya jelaskan seperyi di atas, namun menurut versi saya komunitas yang ideal itu seperti ini:

  • Mempunyai visi dan misi yang jelas, serta butuh konsistensi.
  • Mempunyai struktur pengurusan dan kegiatan yang baik
  • Mampu memberikan manfaat bagi para membersnya
  • Founder, dan juga sesama members bisa beriteraksi dengan baik tanpa ada yang merasa diabaikan, sehingga komunitas tersebut solid
  • Jumlah members tidak menentukan kualitas dari satu komunitas, action lebih penting dari sekedar obrolan saja.

Ya, ini hanya dari sudut pandang saya saja namun perlu dicatat bahwa tidak ada yang sempurna, setiap sisi postitif pasti ada negatifnya, setidaknya setiap komunitas ingin memeberi yang terbaik bagi members dan kita sebagai members pasti mendapatkan hal yang bermanfaat :).

24 replies
  1. Hanna HM Zwan
    Hanna HM Zwan says:

    saya termasuk silent rider mbk, jalan kesana kemari,baca kesana kemari,ikut komunitas sana sini tapi yang penting bisa silaturrahmi,banyak kenalan,banyak teman,nambah ilmu tentunya hehe….
    *kok komennya g nyambung gini xixixi…

    Reply
  2. Insan Robbani
    Insan Robbani says:

    Memang tidak mudah menyatukan visi dan misi, tapi tetap tidak boleh menyerah dengan keadaan, yang terpenting bisa diberikan adalah adanya kemauan untuk berubah, jika ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi…, ya dicoba lagi…

    Salam dan sukses

    Reply
  3. Lozz Akbar
    Lozz Akbar says:

    Kalau WB komunitas enggak ya mbak Rahmah? hmmm saya kok cenderung suka menyebutnya tempat kumpul dan ngopi blogger di dunia maya ya? hehe

    sukses lombanya mbak.. saya udah K.O di gelaran ini..

    Reply
    • meutia
      meutia says:

      hmmm, tergantung uncle menyebutnya seperti apa, kalau dilihat dari definisi komunitas sih sepertinya masuk tuh, hehe ya uncle cepet banget KO nya 🙂

      Reply
  4. muhamad ratodi
    muhamad ratodi says:

    Bloof lagi masuk masa stagnannya makcik…tapi orang bilang mundur selangkah untuk maju tiga langkah… teman2 (kang andy dkk) lagi menggagas project menghidupkan lagi situs bloofers.org sebagai identitas diri bloofers…paling ga hal itu yang paling urgent dulu saat ini… ikutan lagi ya makcik? inbox kan email makcik ya?

    Reply
  5. Sakura21
    Sakura21 says:

    wah… entah kenapa semangat berkomunitas jadi meredup akhir2 ini heehehe…. terimakasih postingannya mb, setidaknya memberikan sentilan utk semakin mengeratkan silaturahmi.. oh ya salam kenal…

    Reply
  6. alaika abdullah
    alaika abdullah says:

    Keren nih postingannya, cut adek! Yup, sebuah komunitas ideal memang harus punya vismis yang jelas, konsisten, bermanfaat, berformasi kepengurusan yang terpercaya, disiplin dan ngayomi bagi member2nya. 🙂

    Aku juga ikutan beberapa komunitas, di beberapa hanya being silent reader gitu deh, gegara merasa kok kayaknya, ternyata vismisnya kurang jelas gitu, atau terkadang karena ngerasa, wah, member2nya ini bicaranya kok rasanya ketinggian yaaa, haha. Tapi, tetap, komunitas adalah salah satu kendaraan kita dalam memperoleh banyak sahabat, jalinan silaturrahmi, juga ajang promosi diri/agar blog kita dikenal anggota lainnya. 🙂

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *