About Niat

Jrengg.. Mosting lagi biar hidup jauh dari yang namanya galau, berhubung malam ini rasa kantuk belum juga kunjung datang, mending coret-coret aja di blog biar ngak jamuran qiqiqi. Huss malah cekikikan tengah malam ntar di sangka kak kunti lagi berkeliaran (just intermezo), now lets talk about niat haha ini englishnya ngawur yah tapi ngak apa-apa maklum kebanyakan belajar arabic-nya.

1 2 3…….

Tarik nafas sekejap, jadi ceritanya semenjak selesai S2 2 tahun yang lalu pingin banget ngelanjutin yang namanya S3, sempat niatan sih saat itu pingin langsung nyambung S3 tetap di negara yang sama yaitu Khartoum. Terakhir 2011 saat pamitan dengan pembimbing tesis Prof.

Kadok beliau kaget karena saya akan segera pulang ke Indonesia, padahal beliau saat itu berharap saya melanjutkan S3 dan menawarkan beasiswa S3 untuk saya. Tapi apa hendak dikata saat itu ortu menyuruh saya untuk pulang terlebih dahulu, memang mungkin belum berjodoh dengan tawaran itu dan saya pun pulang ke tanah air.

Bulan ini tepat dua tahun saya mengajar di sebuah kampus negeri, dan senang rasanya ilmu yang sudah saya pelajari jauh-jauh di negeri orang bisa saya bagikan kepada orang lain. Disela-sela waktu mengajar kembali terbesit niat untuk kembali melanjutkan S3, karena mau tidak mau saat saya menjalani profesi sebagai dosen, pasti suatu saat saya akan melanjutkan studi S3.

Kuliah S3 tentunya membutuhkan perjuangan extra , dan pasti juga butuh banyak biaya. Biaya kuliah, research disertasi, ditambah lagi untuk biaya sidang tetutup dan terbuka. Ini berdasarkan hasil survey ke dosen-dosen sekampus yang sekarang sedang S3 di dalam negeri.

Alhasil untuk mewujudkan keinginan itu saya kembari mencari beasiswa penuh, ya seperti saat S2 saya alhamdulillah mendapatkan beasiswa penuh dari Pemda Aceh.

Dannnn, niatan saya sepertinya bersambut ,7 januari lalu sebuah pengumuman saya baca di Facebook, apalagi kalau buka pengumuman dibukanya beasiswa pemerintah Aceh 2014 untuk S1, S2, S2 dalam dan luar negeri. Setelah saya baca isi persyaratannya memang untuk Timur Tengah negara tujuannya Mesir, Sudan, Qatar, dan Arab Saudi.

Pinginnya kalau saya jadi ikutan nih milih balik lagi ke Khartoum-Sudan, tapi ngeliat spesifikasi pendidikan pada masing-masing negara terus terang saya jadi galau tingkat dewa, spesifikasi pendidikan saya adanya di negara Mesir tapi saya pinginnya ke Sudan (ais piye iki).

Kenapa harus ke Sudan lagi?, ya jawabannya simple selain saya menyelesaikan S2 di sana, dan saya bisa cepat beradaptasi dengan negara tersebut. Selain itu bahasa Arabnya dekat dengan Arab fushah ngak terlalu Ammiyah, sehingga bisa terjaga Arab Fushah saya. itu beberapa alasan tentunya ada alasan-alasan yang lainnya.

Huffff. now lets talk about niat,tahun 2008 saya ikut seleksi beasiswa yang sama dan saat itu ingin melanjutkan s2 ke luar negeri, pinginnya sih Malaysia namun saat itu semua yang mengambil jurusan agama kuliahnya harus di TimTeng begitulah persyaratannya, rasa galau yang sama seperti tahun ini sempat saya rasakan dulu, pilihannya mau ke Mesir, Sudan atau Tunisia, Nah pingin ke Mesir ngak ada jurusan pendidikan Bahasa Arab, adanya sastra Arab dan di Tunisia juga seperti itu, lagi-lagi sempat galau karena harus milih Sudan.

Sudan saat itu negara paling panas, galau tingkat dewa kambuh ketika saya mendengar info itu. Tapi memang benar dari awal tes itu harus punya niat dan tekad yang kuat. Jauh-jauh hari mental harus disiapkan ketika saya akan berangkat ke negara orang untuk kembali berjuang. “innama a’malu binniyat“, segala sesuatu pekerjaan diawali dengan niat yang baik ditambah dengan do’a.

Hidup ini memang dihadapkan dengan pilihan, sebelum menentukan pilihan kali ini saya harus istikarah dulu, saat jawaban sudah saya dapatkan mantapkan niat dan istiqamah , hal itu yang harus saya miliki sekarang agar si galau menjauh pergi.

Step one menuju pendaftaran, udah bikin akun untuk registrasi online trus isi data online, tinggal lagi ikut toafl Bahasa Arab. Kalau saya berjodoh lagi tahun ini semoga yang terbaik. Ingin mengabadikan di blog ini lewat postingan setiap tahapan dalam berjuang tahun ini, sayang moment ini jika terlewatkan hehe. Soalnya pas berjuang ikut tes beasiswa S2 saat itu saya belum ngeblog.

Untuk adikku Rini Ramli, kita butuh istikarah dan niat yang kuat biar kita istiqamah. Hey galau jangan lama-lama bersemedi di matang seulimeng yah, sekian postingan kali ini.

Langsa, 10 januari ditengah rinai hujan.

25 replies
  1. Seagate
    Seagate says:

    Ayo Tia insyaallah bisa, mumpung ada kesempatan baik seperti ini, dengan usaha dan doa insyaallah jalan kesana akan dimudahkan..saya doakan semoga sukses usahanya 🙂

    Reply
  2. muhamad ratodi
    muhamad ratodi says:

    Jadi ga jadi S3, selamat n sukses ya makcik 🙂 balik ke khartoum seperti kembali ke kampung halaman ke dua ya makcik 🙂
    Mungkin dua tiga tahun ke depan saya nyusul makcik deh 😀 #InsyaAlloh
    O iya, sekarang ngajar dimana makcik? Ar Raniry kah?

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *