Setrika Antik

Mengakhiri postingan di Januari, masih cerita tentang foto yang sampai sekarang mengingatkan saya dengan Hasan. Ya, Hasan si penjaga Cafetaria (kantin kampus), yang selalu menyapa saya saat membeli pulsa, senyumnya yang cerah ditambah deretan giginya yang putih kingclong membuat saya tidak akan pernah melupakannya.

Namun postingan ini bukanlah bercerita tentang senyumannya ataupun keramahannya, tapi setrikanya yang antik menjadi perhatian saya setiap mampir di cafetaria.

Setrika antik itu sih masih dipakai Hasan, gimana ngak antik soalnya bukan setrika listrik, tapi masih yang pakai arang, kalau terlalu panas bisa-bisa bajunya terbakar jadi betul-betul harus extra hati-hati saat memakai setrika ini. Kalau setrika yang sekarang kan bisa diatur panasnya:), dan iseng-iseng satu hari saya mengabadikan setrika si Hasan.

Setiap ke kantin saya melihat si Hasan lagi nyetrika pakai setrika ini, ia begitu teliti dan sabar dan hasil setrikaannya juga rapi jali, menurut cerita teman-teman sekelas ia juga menerima setrikaan dari mahasiswa yang tinggal di asrama. Biasanya sih yang memakai jasanya itu para mahasiswa yang tidak sempat menyetrika sendiri baju mereka, kalau para mahasiswinya insyaallah bisa mengerjakannya sendiri.

Saat saya mengingat Hasan, pasti saya ingat setrika antik ini. Hasan dengan senyumannya menyambut kami saat akan berbelanja di cafetaria begitu hangat. Terkadang saya memperhatikan cara Hasan menggunakan setrika ini, ya memang setrikanya masih sangat tradisional.

Hasan pernah bercerita mengatakan kepada saya, bahwa dia lebih senang menggunakan setrikaan arang dibandingkan setrika listrik. Katanya setrikaan arang benar-benar bikin baju jadi rapi dan wangi, jadi dia tidak perlu lagi menggunakan pewangi pakaian.

Dulu saya ingat di rumah nenek pakai setrika yang gini juga, di jaman sekarang yang serba canggih susah nyari yang masih pakai setrika ini, namun bukan berarti sama sekali tidak ada. Hmm kalau di tempat saya sih masih ada tapi langka sekali, nah bagaimana kalau di tempat sahabat blogger apakah masih banyak yang menggunakan setrika ini?.

23 replies
  1. muhammad ridwan
    muhammad ridwan says:

    kalau punya ibuku sama nenekku dulu bentuknya ada seperti ayamnya di bagian depan, warna hitam yang berat sekali kalau dibandingkan dengan setrika yang ada di jaman sekarang. jadi ingat masa masa itu…

    tia, rasanya lama sekali gak berkunjung ke sini ya… 🙂

    Reply
  2. astin astanti
    astin astanti says:

    Si Hasan masih pake setrika arang? hebat juga ya Mak…salut. Tahun berapa ya terakhir saya melihat setrika ini? ketika aku masih 4 tahun, tetangga rumahku masih menggunakannya Mak. Kalau sekarang seeprtinya udah jarang

    Reply
  3. Heni Puspita
    Heni Puspita says:

    Ibuku masih punya nggak ya? Pas kena efek banjir & rumah jadi ikutan tilam sempat teringat sama ini setrikaan. Kalau punya yang beginian tetap bisa nyetrika meskipun tilam he eh

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *