Mimpi Itu

Aku terbangun dari tidur, mimpi itu kembali datang malam ini. Ya, masih sama dengan malam-malam sebelumnya sosok laki-laki itu menghiasi mimpiku. Entah kenapa laki-laki itu kembali hadir setelah semuanya terkubur delapan tahun silam, laki-laki yang pernah mencintaiku namun akhirnya justru menyakiti. Batinku berteriak ” Aku tak ingin mengingatkannya lagi”, namun apa daya sosok itu terus saja datang dalam mimpi.

Malam pun kian larut, setelah terjaga dari tidur mataku pun enggan terpejam kembali. Hmmm apakah sosok laki-laki itu begitu kuat melekat dalam hatiku, hingga sekuat apapun ingatan ini menghapus segala cerita namun tetap saja ia datang dalam mimpi tanpa permisi. Sambil berdo’a dalam hati Akupun akhirnya tertidur pulas hingga azan subuh berkumandang membangunkanku.

Pagi ini cerah, Aku bersiap-siap menuju tempat kerja dan seperti biasa orang pertama yang akan aku temui di kantor adalah Zainabon. Zainabon adalah sahabat yang paling mengerti apa yang sedang aku rasakan, dan Zainabon pula sangat tau cerita cinta antara aku dan laki-laki itu, Wajar saja jika aku selalu curhat kepadanya.

” Rain, kamu sudah ikhlas belum”, pertanyaan Zainabon belum juga aku jawab.

Aku diam, masih meyakinkan hati apakah aku memang benar-benar belum ikhlas sepenuhnya atas kejadian delapan tahun silam itu, memang laki-laki itu pernah membuatku terpuruk tapi itu hanya sementara. Tak ingin berlama-lama dalam sakit aku pun bangkit dan menjadi wanita tegar sampai sekarang.

“Zainab, aku yakin telah ikhlas sepenuhnya. Ya tujuh tahun aku lewati tanpa mengingat lagi tentang laki-laki itu”.

“Ya sudah lah Zai, semoga ini cepat berlalu”, aku pun menuju meja kerjaku.

Ntah kenapa akhir-akhir ini sosoknya hadir lagi dalam mimpiku, membuatku cemas tak menentu. Perjuanganku melupakan butuh waktu lama, namun kenangan itu hadir hanya dalam hitungan satu malam saja. Padahal laki-laki itu telah berbahagia dengan wanita lain, dan mempunyai buah hati yang lucu, itu kabar terakhir yang aku dengar dari teman-temanku.

Ya Rabb, kenapa kamu datang lagi menganggu indahnya malamku, saat akan tidur aku selalu berdo’a agar kamu tak hadir dalam mimpiku. Ikhlas aku telah ikhlas dan berlapang dada atas semua yang dulu pernah terjadi. Namun mimpi itu telah membuka memory lama yang telah aku kubur.

Ah kalau berlama-lama memikirkan tentang mimpi itu kerjaanku bisa terbengkalai, sesaat kemudian aku pun larut dalam pekerjaan yang menumpuk. tittt..titt suara sms dari HP bututku membuyarkan konsentrasi kerjak, Ah sebentar lagi saja aku baca isi SMS nya tanggung pekerjaanku hampir selesai, namun Hp ku kembali berbunyi. Ya, ku pikir ini pasti sms penting yang harus segera aku baca.

Aku terdiam, otakku seperti berhenti berpikir karena membaca isi sms ini. Tanganku mulai berkeringat dingin, jangannnn ini hanya mimpi kan, batiku berteriak seketika.

Isi sms ini dan nomor ponsel pengirimnya masih sangat aku hapal meski sudah lama aku delete dari contact ponselku.

Ya Rabb, apakah mimpi itu akan jadi kenyaataan?
***

Aku Raini, seorang gadis biasa delapan tahun silam, mencintai seorang laki-laki yang begitu baik saat itu di mataku, mencintainya meski harus menunggu. Namun tak selamanya menunggu itu akan berakhir happy ending. Hai kamu laki-laki yang hadir dalam mimpiku, meski dulu pernah membuatku terpuruk tapi bukan berarti aku tak mampu bangkit, Kamu hanya 1 lelaki diantara jutaan laki-laki di dunia ini. Ikhlas aku telah ikhlas sejak tujuh tahun silam, tidak ada dendam yang tersimpan dihati.

16 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *