Nyusun Skripsi? Siapa Takut

Postingan pertama di Pebruari dan temanya masih seputar dunia perkuliahan. Kali ini pembahasannya tentang skripsi, dan siapapun yang kuliah untuk dapat menyandang gelar sarjana harus menulis skripsi terlebih dahulu. Menulis skripsi tidak selamanya sulit, asalkan kita menulisnya dengan serius dan tidak bermalas-malasan.

Skripsi, karya ilmiah yang harus diselesaikan sebelum menyandang gelar sarjana. Siapapun yang yang sedang kuliah sebelum wisuda harus menyelesaikan karya ilmiah ini. Hal ini juga yang terkadang membuat galau seseorang yang sedang menjalaninya. Mulai tahap dari seminar proposal judul hingga akhirnya judul di Acc, hingga penentuan pembimbing skripsi tentunya membutuhkan kesabaran.
Sebenarnya siapapun yang akan atau sedang menulis skripsi, tidaklah perlu cemas ataupun takut. Jika dicermati hal tersebut tidak akan menjadi beban bahkan sampai puyeng kepala, kenapa saya mengatakan begitu, karena saya sudah melewati masa-masa dimana menulis skripsi dan tesis.

Sekarang saya juga membimbing skripsi, dari hasil pengamatan selama membimbing dan seminar proposal judul, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan mengajukan judul ataupun saat menulis skripsi, mungkin ini bisa dikatakan tips agar saat menulis skripsi menjadi ringan.

Mengambil kajian sederhana

“Bu, bisa ngak saya nulis skripsi dengan judul ini?”, “Hmmm boleh saja, tapi apa permasalahan atau latar belakang dari judul ini?” Si mahasiswa pun diam tidak menjawab pertanyaan saya. Jika ingin memilih judul tidaklah perlu yang wah, karena judul yang wah tanpa disertai pemahaman latar belakang masalah yang baik, maka akan mempersulit dalam penulisan. Bisa cari yang simple, agarnya nantinya mudah dalam menulis, serta mudah mencari referensinya.

Membaca

Banyak membaca, itu juga salah satu kunci utama dalam kelancaran menulis skripsi. Saat bimbingan saya sering menanyakan pemahaman terhadap apa yang ditulis oleh mahasiswa, membaca perlu untuk memperkuat kajian teoritis terhadap judul yang sedang ditulis. Walaupun menggunakan penelitian lapangan, pemahaman teori juga sangat dibutuhkan. Baca juga buku tentang metode penelitian, serta tehnik cara penulisan skripsi baik itu footnote, daftar pustaka, kutipan dll. Agar nantinya koreksinya tidak banyak.

Metode Penelitian

Setelah memahami latar belakang masalah, rumusan masalah serta kajian teoritisnya. Tahap selanjutnya paham akan metode penelitian, metode penelitian seperti apa yang akan digunakan nanti di lapangan, tentu saja metode ini juga dibarengi dengan instrumen yang akan digunakan, baik itu instrumenya angket, observasi ataupun wawancara dan sebagainya. Pahami betul metode penelitian serta tahapannya agar mudah melakukan penelitian di lapangan.

Semangat dan Rajin

Hal ini juga sangat perlu, ada yang pintar serta IPK nya bagus justru terkadang saat skripsi malah jadi bermalas-malasan. Pintar tidak cukup kalau tidak rajin. Skripsinya dikoreksi lalu hasil perbaikannya diserahkan satu bulan kemudian, kapan baru dikerjakan lagi, ya kalau deadlinenya sudah di depan mata, barulah mengejar-ngejar dosen pembimbing. Hal seperti ini perlu dihindari, karena pasti bikin kepala yang lagi nulis skripsi puyeng dan galau, puyeng nulis dan ngejar dosen pembimbingnya.

Menjalin komunikasi dengan pembimbing.

Menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing, ini hal yang perlu diperhatikan. Tidak ada dosen pembimbing yang mempersulit mahasiswanya. Yakinlah itu, katanya ada yang killer tapi sebenarnya baik, kenali karakter dosen pembimbing, itu juga akan memudahkan kita dalam membimbing. Ikuti intruksi pembimbing dengan baik, kalaupun banyak koreksi itu sebenarnya adalah tanda cinta dan sayang dosen pembimbing untuk mahasiswa bimbingannya.

Koreksi itu akan meminimalisirkan kesalahan, bayangkan waktu sidang penguji banyak mengoreksi skripsi yang telah ditulis, pastinya si mahasiswa sedikit banyak akan berdalih kurang dibimbing. Jika dosen pembimbing mengoreksi lalu kemudian si penulis skripsi dianjurkan membaca beberapa buku, yakinlah itu juga bukan mempersulit, apalagi kadang untuk bimbingan harus bolak-balik sampai 20 kali.

Hal penting lainnya dalam bimbingan perhatikan juga jadwalnya, biasanya dosen pembimbing akan memberikan jadwal kapan harus bimbingan, jadi manfaatkan jadwal tersebut sebaik-baiknya, apalagi jika jadwalnya hanya seminggu sekali.

Skripsi itu karya ilmiah, bukan hanya sebagai syarat untuk menjadi sarjana. Apa yang ditulis selayaknya bisa bermanfaat, jangan menjadikan hal yang menakutkan dan tidak perlu cemas, pahami apa yang ditulis dengan baik, dan katakan bahwa kamu bisa mengerjakannnya:). Insyaallah khair, untuk yang lagi nulis skrpsi moga terus semangat. BIttaufiq wannajah🙂

27 replies
  1. HM Zwan
    HM Zwan says:

    saya dulu skripsi satu tahun,gara2 dosen yg cuek dan killer..sampai akhirnya saya minta izin ke dekan pindah dosen,tiba2 dosen pembimbing marah ke saya,saya tlpnlah sambil nagis,,satu semster g ada hasil,sll sibuk g ada waktu…eh akhirnya luluh juga dosennya hehe…alhamdulillah lulus 😀

    Reply
    • meutia
      meutia says:

      mak hanna itulah perlunya komunikasi, mengenali karakter dosen pembimbing itu juga perlu yah:), pembimbing saya dulu juga killer tp alhamdulillah baik juga.

      Reply
      • Wira Marpaung
        Wira Marpaung says:

        kok bisa sama ya buk?? kayak dosen saya makul metopel pba.. subhanallah… killer kali… bikin pusing 7 keliling… untung siibuk cantik, sholeha, baik hati dan tidak sombong 😀 :*

        Reply
  2. Mita
    Mita says:

    Saya juga insyaallah akan skripsi 7 semester lagi mhehehe *masih lama* 😀
    Tapi gak sedikit orang yang takut sih sama si skripsi tuh, katanya susah, atau apalah, akhirnya jadi cuma sebuah syarat kelulusan aja jatohnya 😐

    Reply
  3. JIM
    JIM says:

    sama seperti komen di atas ^
    masih lama saya, mbak..
    tapi inshaAllah pasti bisa menjalaninya dg baik..
    ya, tips bagus tuh, yg pasti gak perlu takut, kalau sudah siap, niat, dan menjalaninya dengan matang inshaAllah bisa dilalui dg mudah…

    Reply
  4. Destiany Prawidyasari
    Destiany Prawidyasari says:

    wah, topiknya pas dengan yang saya alami, saya masih nyusun skripsi juga.
    cuma, saya tuh suka mumet sendiri dengan sistem yang saya buat dalam skripsi saya. barangkali ada tips menghilangkan kejenuhan saat nyusun skripsi? 😀

    Reply
  5. Diah Kusumastuti
    Diah Kusumastuti says:

    tips-tipsnya oke banget mbak, pasti bermanfaat buat yang lagi galau bikin skripsi atau tesis 🙂
    btw, saya dulu sebenernya pertama-tama nyusun skripsi juga galau, tapi jalanin aja, enjoy sambil baca-baca buku yang asyik. jadi meskipun harus melakukan penelitian di daerah kumuh, jauh dari rumah, sendirian, yah enjoy aja. selalu lihat sisi positifnya ya biar kita gak capek ngejalanin 🙂

    Reply
  6. Idah Ceris
    Idah Ceris says:

    Jadi ingat setahun yang lalu. Kebut skripsiii. 😀
    Terpenting dalam srkripsi adalah tahi apa yang akan kita kerjakan, menguasai materi dan penelitian kongkrit lebih diutamakan. 😀

    Reply
  7. Mugniar
    Mugniar says:

    "Bu, bisa ngak saya nulis skripsi dengan judul ini?"

    Banyak pertanyaan seputar itu ya Tia. Mahasiswa berkutat di JUDUL. Benar Tia, yang penting latar belakang dan alasan. Judul mah bisa disederhanakan atau dibuat sulit.

    Alhamdulillah mereka punya dosen seperti Tia, yang peduli dan mau mengajak diskusi. Salut, saya jadi pingin diajar sama Tia ^__^

    Reply
  8. mimin mintarsih
    mimin mintarsih says:

    mba tia, n semuanya doain ana karang gi nyusun proposal kebetulan angkatan ana proposal di bimbing, Alhamdulillah,, dospem nya baik banget di periksa nya perkata, hmmm, klo janji pasti ana rus nunggu pe 2 jam an, , v setiap bimbingan pasti ada hasil yang memuaskan.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *