I Love U So

Inilah cinta yang tak terungkap dengan kata, namun sarat makna lewat tatapan mata dan untaian do’a. Meskipun tak terungkap lewat kata, tapi tatapannya selalu menyiratkan banyak harapan untuk orang yang dicintainya, saat berbicara suaranya lantang dan sedikit keras, intonasi suara yang semakin meninggi bukan menunjukan ia sedang marah.
Usianya terus bertambah, rasa sayangnya pun tak pernah berkurang. Namun, lagi-lagi inilah cinta yang tak terungkap lewat kata, masih sama isyarat itu ia sampaikan lewat tatapan mata, mata itu begitu jauh memandang. Menatap satu persatu yang dicintainya tumbuh menjadi dewasa.

Pernahkah ia sekedar memeluk untuk menunjukan rasa cinta dan sayangnya?, sang waktu kuputar kembali untuk mengingat memory tentang masa kecil, ada hal yang masih terekam dengan jelas, namun selebihnya aku tak begitu mengingatnya dengan jelas. Entah, mungkin aku pernah merasakan pelukan hangat itu, ya walapun aku tidak begitu yakin.

Dulu aku berdiri dengan aliran semangat darinya, pernah menjejakkan kaki di belahan dunia yang berbeda. Ya, lagi-lagi suaranya yang begitu keras meyakinkanku “Nak, kamu pasti bisa”, Aku saat itu tak yakin mampu mengepakkan sayap untuk keluar dari kadang, semangatku seperti tersengat arus listrik, yang membakar hingga mampu bangkit.

Petani, aku tak pernah malu mengatakan profesinya seorang petani. Pendidikan paling tinggi juga hanya sampai SMP saja, itu pun tidak sampai tamat. Namun, teman-teman selalu mengatakan tidak mungkin seorang petani, dari diskusi yang terjadi dengan teman-temanku, mereka mengatakan bahwa beliau adalah seorang guru.

Kini, dibalik tubuhnya yang tak sekuat dulu, matanya tak pernah redup mengungkap rasa cinta. Tetap rasa yang sama meski tak terungkap lewat kata, aku yakin rasa itu akan tetap sama, sampai mata itu meredup.

Do’a takkan henti untuknya, ekspresiku pun masih sama. Sama-sama tak bisa mengungkapkan rasa cinta lewat kata, tapi hari ini aku ingin mengatakan “Ayah, I love u so”.
Aceh 2009, pelukan hangat ayah menjelang keberangkatanku ke Khartoum di bandara SIM.

9 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *