Thuruq Tadris (Mencintai Pilihan)

Mengajar adalah bagian dari proses belajar, saya selalu mengatakan hal ini kepada mahasiswa pada mata kuliah yang sedang saya asuh saat ini. Fakultas Tarbiyah (kepependidikan) adalah salah satu Fakultas di perguruan tinggi yang mencetak calon-calon guru yang akhirnya siap mendidik serta menebarkan ilmu mereka di masyarakat kelak.

Thuruq Tadris (metode mengajar) merupakan mata kuliah yang wajib dipelajari pada fakultas Tarbiyah, diharapkan dengan mempelajari mata kuliah ini nantinya saat terjun ke lapangan sebagai seorang pendidik mereka mampu menggunakan berbagai macam metode dalam pembelajaran.

Pada hakikatnya saat mereka sedang menimba ilmu di bangku kuliah diharapkan tidak hanya bisa menyerap teori dengan baik, namun harus mampu mengaplikasikan teori tersebut dengan baik pula saat mengajar nanti. Oleh karena itu Thuruq Tadris ini mengabungkan pemahaman teori serta praktek langsung penggunaan metode tersebut.

Mengapa memilih Fakultas Tarbiyah?, pada berbagai pertemuan kuliah saya berulang-ulang menanyakan kepada mahasiswa, seharusnya ketika sudah memilih tentulah seseorang siap melalui proses di dalamnya. Apapun yang mereka jalani dalam perkuliahan sejatinya adalah proses menjadikan mereka seorang pendidik yang berkualitas.

Pada mata kuliah ini bentuk evaluasi bukan hanya dari pemahaman teori saja, namun apakah saat harus menggunakan metode tersebut mereka mampu mengaplikasikan dengan baik. Lalu apa korelasinya mencintai pilihan dengan mata kuliah ini?, bagi saya tentu saja ada korelasinya. Seseorang yang telah memilih Fakultas Tarbiyah sebagai pilihan tempat menimba ilmu, maka wajib mencintai apa yang telah dipilihnya, termasuk mengikuti mata kuliah ini dengan baik tentunya. Saya sangat tidak suka jika ada mahasiswa sebelum mencoba sudah mengeluh, dengan mengatakan tidak bisa.

Saat sudah menentukan pilihan seharusnya upaya yang dilakukan juga semaksimal mungkin, keinginan dalam diri untuk belajar sangatlah menentukan. Memang seorang pendidik harus bisa memberkan motivasi kepada anak didiknya, namun tidak bisa dipungkiri faktor internal dari si anak didik juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Terlebih jika sudah memilih Prodi Pendidikan Bahasa Arab, tentu saja harus extra belajar untuk memahami setiap mata kuliah yang diajarkan dengan baik.

Bahasa Arab dengan gramatikal yang komplek dibandingkan dengan bahasa Inggris, ketika memilih prodi Pendidikan Bahasa Arab tidak hanya cukup memahami cabang-cabang ilmu-ilmu didalamnya seperti Balaghah, Nahwu, Sharaf dan Muj’am saja. Tapi juga harus menguasai mata kuliah yang berkaitan dengan kependidikan termasuk salah satunya adalah Thuruq Tadris (Method Of Teaching). Dengan penguasaan ilmu-ilmu di bangku kuliah sekarang ini, semoga kelak bisa diterapkan dengan baik saat menjadi seorang pendidik yang sesungguhnya.

Ruangan Fakultas Tarbiyah

UAS Thuruq Tadris (Method of Teaching)

11 replies
  1. Wenny Pangestuti
    Wenny Pangestuti says:

    Luar biasa! Pengalaman belajar-mengajar yang pantas dibagikan kepada kami. Alhamdulillah saya jg tengah bergelut pada dunia pendidikan dan memang amat tertarik dg dunia tersebut, terutama mengenai perilaku belajar seseorang. Apa yang Anda tuliskan hal yang hampir sama saya pikirkan dan rasakan tatkala menjalani KK-PPL dan jg pengalaman2 menjadi guru les privat. Terima kasih y telah berbagi inspirasi dengan tulisan Anda yang menarik dan bagus 🙂 Semangat berbagi, semangat belajar, semangat mengajar dan semangat menulis! 🙂

    Reply
  2. JIM
    JIM says:

    saya juga berprinsip bahwa mengajar adalah salah satu cara utk belajar..
    ya, dan bila kita sudah menetapkan sebuah pilihan, maka haruslah dilakukan dengan sepenuh hati, atau dengan kata lain mencintainya… 🙂

    Reply
  3. Latifah Ratih
    Latifah Ratih says:

    Dulu saya tidak pernah berniat menjadi pengajar sedikitpun, karenanya aku tidak mengambil jurusan yang mengarah kesna. Namun seiring waktu berjalan, semakin hari semakin banyak saja hal hal yang kadang membuat gerah yang terjadi di masyarakaat, khususnga generasi muda. Justru membuatku sangat berminat menjadi pengajar agar bisa menjelaskan dengan benar ke para generasi penerus bangsa yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Hehe
    Semangat Kak Tia.. Miss U :*

    Reply
  4. Monza Aulia
    Monza Aulia says:

    Makanya, menurut monza ada baiknya calon mahasiswa terlebih dahulu memahami passionnya, jadi dia bisa memilih jurusan yang sesuai passionnya, nah bisa dipastikan dia bakal semangat kuliahnya. BS

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *