Pak Tahan Emosi

Sore kemarin pulang dari kampus saya singgah untuk membeli takjil, kebetulan sore itu yang berjualan takjil sudah ramai. Penasaran saya pun singgah di sebuah warung yang menjual beraneka kue, karena setiap melewati jalan ini warung itu selalu dipadati oleh pembeli.

Letak warung memang tepat di pinggir jalan raya, hanya ada sedikit halaman untuk parkir motor, dan itu pun hanya bisa memakir beberapa motor, selebihnya jika pembeli sedang ramai maka mereka sebagian memarkir di pinggir jalan.

Saat saya sampai di warung memang pembelinya belum ramai, hanya tampak beberapa orang saja, saya pun memarkir motor di sebelah warung. Tepat di sebelah warung ada jalan menuju komplek perumahan, nah saat saya sedang asik memilih kue tiba-tiba bunyi keras klakson mobil mengejutkan kami para pembeli.

Ternyata suara klakson tersebut berasal dari mobil yang hendak berbelok ke jalan menuju perumahan, apesnya lagi motor saya menjadi penghalang mobil tersebut.

Saya pun langsung memindahkan motor tepat di depan warung, tapi saya mendengar makian yang sangat sangat tidak layak dari supir mobil kepada saya, sempat saya tertegun beberapa detik mendengar makian supir itu dan saat itu saya hanya terdiam sambil beristighfar.

Masih shock mendengar makian itu, bagaimana tidak ini kan bulan puasa. Rasanya tidak puasa pun seseorang pasti tidak akan memaki sekasar itu hanya karena hal sepele, toh sebenarnya motor saya tidak parkir di jalan sehingga membuat mobil tersebut tidak bisa lewat.

Logikanya tanpa saya parkir motor saya itu ke tempat lain pun mobil tersebut bisa dengan leluasa berbelok ke jalan perumahan. Ah, entah apa yang ada dipikiran si bapak supir itu, dari tampilan ia orang kantoran dan umurnya mungkin sekitar 50 tahun, tapi kok ya puasa tidak bisa menahan emosi.

Ya sudahlah, walaupun shock dengan makian kasar namun ada hikmah juga yang didapatkan bahwa puasa itu godaan terbesar itu ada pada diri kita sendiri. Saat setan terbelenggu makandiri kita menjadi ujian dalam berpuasa, termasuk menahan amarah dan emosi tadi.

Ramadhan Kareem
Langsa 19 juli 2014

7 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *