Hikayat si Gadis

Inilah kehidupan dengan segala masalah di dalamnya, siapapun bisa menemukan jalan berliku-liku, namun sebenarnya Tuhan sedang menguji kita dengan berbagai ujian, ada yang mampu melewatinya namun banyak yang tidak kuat dan akhirnya menyerah.

Dan hari ini tatapan seorang gadis menorehkan kisah yang dalam, ia duduk di depan pintu sambil memandang lurus ke depan, isyarat matanya penuh dengan kegalauan dan sepertinya banyak hal yang sedang ia pikirkan.

Masih sama, mata Si gadis tak berkedip walaupun orang-orang berlalu lalang di depannya. Ada gerangan apakah wahai gadis?, apa yang sedang kau pikirkan?, rasa penasaran ini belum jua terjawab.

Pernah satu masa si gadis meluahkan perasaan, keluh kesahnya. Ia bertanya padaku tentang mengeluh, ia tak ingin mengeluh tapi rasa tak dapat ditahan, luahan itu bukan keluhan namun luapan rasa yang harus dilepaskan.

Tak ada yang salah dengan jalan hidup yang sedang berjalan, namun terkadang lemah dan nyaris rapuh, dan kembali lagi Si Gadis meyakinkan diri bahwa ia seperti gadis-gadis lain yang Tuhan ciptakan dengan segala potensi dan kesempurnaan.

Lagi-lagi Si gadis bertanya kepadaku tentang iri, bolehkah ia iri melihat perempuan yang sedang bercengkrama dengan keluarganya?, atau bolehkan ia iri melihat kepintaran perempuan-perempuan diluar sana?.
Bisikan lembut menenangkannya, meyakinkannya adalah hal tersulit bagiku.

Wahai gadis sesungguhnya kamu juga mempunyai pontesi diri seperti perempuan-perempuan pintar diluar sana, dan juga akan tiba waktunya kamu bisa bercengkrama dengan keluarga kecilmu kelak, yakinlah masa itu akan tiba dan kamu akan mendapatkan kebahagiaan.

Perlahan-lahan aku menenangkannya, saat ini hanya aku yang mampu memahami dengan tulus, tatkala ia mulai pesimis, sugesti dariku bisa membuatnya kembali percaya diri.

Hmmm dan aku adalah sang hati yang selalu bersama sang gadis terus menyemangatinya dalam diam dan do’a.

6 replies
  1. Riski Fitriasari
    Riski Fitriasari says:

    Kadang aku jadi si gadis itu, dan hatiku kadang bisa menenangkanku, kadang pula aku harus minta bantuan orang lain untuk menenangkanku.. 🙂
    Boleh beri saran? Tulisannya kecil sekali, jadi agak susah membacanya.. 🙂 Apa bisa dibesarkan sedikit?

    Reply
  2. Mushiqah Eldrida
    Mushiqah Eldrida says:

    sebut saya dalam doa-doa juga kak tia dong, beruntungnya ya kak, mereka yang punya teman yang selalu saling menyemangati ^^

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *