Belajar Bahasa Arab itu Ngak Susah

Jum’at pagi yang lalu saya begitu bersemangat memulai hari meski badan sedang meriang, dua bulan ini setiap jum’at pagi saya masuk mengajar di kelas peningkatan mutu . Program ini diadakan di setiap prodi diluar mata kuliah wajib bagi mahasiswa, semester ini saya mengajar kelas Bahasa Arab di prodi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) semester tiga.

Jadwal pertama masuk memang masih perkenalan, ada beberapa mahasiswa yang latarbelakang pendidikannya SMA ataupun SMK, sebelumnya mereka belum pernah belajar bahasa Arab, walaupun ada beberapa sekolah umum yang menjadikan bahasa Arab itu sebagai pelajaran muatan lokal.

Tantangan terbesar saat mengajar di kelas yang hampir keseluruhan mahasiswanya belum pernah mempelajari bahasa Arab sama sekali, disitulah terkadang sebagai seorang pengajar saya harus bisa bersabar dan mencari metode yang tepat sehingga belajar bahasa Arab itu menyenangkan bukan menakutkan.

mahasiswa belajar bahasa arab

Sebenarnya bahasa Arab itu dekat dengan keseharian kita sebagai muslim, seringkali setiap masuk kelas yang akan saya ajar, saya bertanya apa pendapat mereka tentang bahasa Arab, jawaban pertama yang saya dengar adalah “susah”. lalu mengapa susah?, lanjutannya karena tata bahasanya yang komplek, kemudian apa lagi?, jawaban mahasiswanya pokoknya susah aja.

Hmmmm, ya itulah tantangannya bagaimana mereka bisa suka dan mau belajar, minimal ada kemauan pada diri mereka untuk belajar, masalah bisa atau tidaknya itu butuh proses, saya saja butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa seperti sekarang ini.

Membangun motivasi mahasiswa untuk mau belajar adalah hal yang sulit, karena di kepala mereka itu seperti sudah terprogram kalau belajar bahasa Arab itu susah, bikin kepala mumet. Memulai kelas belajar ini saya mencoba memberikan hal-hal yang ringan saja, sesuai tingkatan mereka yang masih mubtadiin (pemula), sehingga mereka tidak merasa jika belajar bahasa Arab itu bikin mumet.

Saya memberikan beberapa mufradat (kosa kata) setiap masuk, kemudian bisa membedakan dari kosa kata tersebut yang berbentuk fiil (verb), Isim (Noun) serta ciri-cirinya, kemudian pelan-pelan mereka bisa membedakan antara bentuk Muzakkar (laki-laki) dan Muannas (perempuan), dalam belajar bahasa Arab memang kita harus bisa membedakan muannas dan muzakkar agar nantinya ketika akan membuat kalimat kita bisa menyesuaikan sesuai dengan polanya.

Pada pertemuan pertama kelas ini memang mahasiswanya juga bersemangat untuk belajar, walaupun saya harus mengulang lebih dari tiga kali namun setidaknya pada pertemuan ini mereka sudah bisa membedakan antara bentuk fiil dan isim.

Bahagia menjadi seorang pendidik itu saat melihat senyum anak didik karena mereka paham materi yang diajarkan, bahagianya tu di sini, semoga pertemuan selanjutnya dengan materi lain juga saya akan menemukan senyuman yang sama, semangat terus belajarnya

22 replies
  1. qhachan
    qhachan says:

    Saya dari 5 tahun lalu punya niat pengen bgt belajar bahasa arab tp belum kesampean..kayaknya saya yang kebanyakan alesan nih 😐 liat postingan ini jd inget niat saya itu…

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *