Sie Asam Keueng

Assalamualaikum.. Jum’at Mubarak tanpa terasa sudah memasuki Oktober, waktu begitu cepat berlalu berhubung diluar lagi mendung, mata setengah menahan kantuk tapi harus tetap melek demi menunggu jadwal mengajar di pukul 14.30.  Sambil menunggu jam masuk mengajar selanjutnya, update blog dulu mumpung di kampus jaringan lancar jaya dan gratis.

Idul Adha belum lama berlalu, hari raya ini  umat islam melakukan qurban, biasanya di lebaran ini pasti stok daging akan banyak di kulkas terkadang sampai sebulan daging di freezer masih ada, begitu juga dengan saya, setelah beberapa hari menunya daging terus-menerus, takut kolestrol naik juga iya.
Nah, memasuki Oktober masih ada sisa daging di kulkas, terus saya harus masak apa ya kira-kira? kalau harus masak kari rasanya sudah bosan, apalagi saya anak kos yang tidak mau masak terlalu ribet, pinginnya praktis tapi enak. Tsahhh, akhirnya saya ingat juga resep masakan daging ala saya masa kuliah di Khartoum, ya dulu saya harus mutar otak untuk bisa masak dengan bahan daging, hampir setiap hari saya harus makan daging saat itu.

Resep ala saya ini namanya “Sie Asam Keueng”, dulu saya sering masak masakan ini, selain bumbunya praktis tinggal dihaluskan saja, rasanya juga asam, segar dan juga sedikit pedas yang bisa disesuaikan dengan selera.

Caranya gampang potong daging kecil-kecil, setelah dicuci bersih beri garam dan asam jawa aduk sampai merata, hingga garam dan asam jawanya menyatu pada potongan-potongan daging tersebut.

Nah, sekarang tinggal siapkan saja bumbu yang harus dihaluskan, yaitu  cabe rawit (tergantung selera pedasnya), beberapa siung bawah merah, satu siung bawang putih serta sedikit ketumbar, lalu haluskan bahan-bahan tersebut, setelah dihaluskan aduk rata bahan tersebut kedalam potongan daging, kemudian beri sedikit air dan jangan lupa masukkan daun kari untuk menambah cita rasa dan aroma.

Masak daging sekitar 20 hingga 30 menit sampai dagingnya empuk, setelah masak siap dihidangkan saat panas, rasanya asam yang segar dan sedikit pedas menambah selera makan.

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *