Melangitkan Mimpi

Siapa yang tidak punya mimpi?, saya dan kita semua punya impian  bermimpi setinggi-tingginya walaupun kata orang kalau jatuh akan sakit rasanya tapi  lebih sakit lagi kalau punya mimpi tidak berusaha untuk mewujudkannya. Dulu ya dulu sekali saat pelajaran bahasa Indonesia ketika saya harus menceritakan di depan kelas tentang apa mimpi, cita -cita saya kelak jika besar nanti, jawabannya seperti anak kecil lainnya ingin menjadi dokter, insinyur, pengacara dan lainnya, bisa dihitung saat itu yang menjawab punya cita-cita untuk jadi guru.

Ya, saat itu saya berkeinginan menjadi dokter seperti cita-cita anak-anak kecil lainnya, membayangkan bisa membantu orang-orang sakit adalah pekerjaan yang mulia, saat saya sakit pun selalu berobat dokternya ramah-ramah, begitulah bayangan saya tentang seorang dokter.

Namun seiring berjalannnya waktu sedikit-demi sedikit cita-cita itu memudar dan saya berpindah haluan, namanya juga anak-anak pasti punya cita-cita, impian belum konsisten alias masih terbawa arus angin. setelah menamatkan SD saya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren, saat SMA pun saya sempat memilih jurusan IPA tapi sayangnya saya tidak bertahan lama, hanya hitungan bulan akhirnya saya pindah jurusan dan saya memilih jurusan Keagamaan, di jurusan ini saya banyak belajar mata kuliah agama seperti Fiqh, Tafsir, Hadist yang materinya semua disampaikan dalam bahasa Arab.

Semenjak memilih jurusan ini bahasa Arab menjadi keseharian saya, selain di lingkungan pondok juga mewajibkan santrinya untuk berbicara bahasa Arab dan akhirnya saya mencintai bahasa Arab. Impian saya juga berubah semenjak bahasa Arab, kelak saya akan belajar langsung ke tempatnya negara Arab, terbayang saat itu kalau saya bisa ke Arab sekaligus entah saya bisa umrah atau berhaji. Setelah menyelesaikan SMA rasanya impian dan cita-cita itu begitu melekat kuat, walaupun akhirnya S1 saya tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi di arab sana ya paling tidak saat kuliah di dalam negeri saya mengambil jurusan pendidikan bahasa Arab.

Gagal kuliah S1 di negara arab apa lantas saya mengubur impian saya?, oh tentu tidak semudah itu  lagi-lagi keinginan untuk mencoba keberuntungan bisa ke Arab sana, setelah ikut beasiswa dengan proses yang begitu panjang akhirnya saya lulus. Nah, setelah lulus akhirnya saya memilih negara yang terletak di Afrika sana yaitu Khartoum, sebuah negara dengan penduduknya yang ramah serta bahasa resminya adalah bahasa Arab fushah, jadilah saya kuliah pascasarjana di sana.

Sempat ragu diawal kelulusan, saya menyampaikan kabar bahagia  itu pada ibu. Ibu dan keluarga inti ya setuju-setuju saja jika saya kuliah ke luar negeri, namun sempat juga saya dengar pembicaraan orang-orang disekeliling ibu yang katanya untuk apa anak perempuan kuliah jauh-jauh apalagi sampai keluar negeri nanti ujung-ujungnya setelah menikah kan ke dapur juga. Kata-kata itu saya abaikan saja, ya saya mengangapnya tiap orang punya pendapatnya masing-masing, toh setiap orang juga punya impian yang ingin diwujudkan.

Ya, setelah dua tahun di Khartoum akhirnya saya kembali mengabdi di kampung halaman, teringat saat saya bercerita di depan kelas dulu tentang impian saya menjadi dokter akhirnya sekarang menjadi seorang Dosen. Ya mengajar di depan kelas itu selalu menyenangkan, memang tidak mudah untuk menjadi seperti sekarang ini, tapi impian saya belum berakhir masih menunggu mimpi-mimpi yang lain untuk diwujudkan, gantungkan mimpi-mimpi di langit yang paling tinggi, lalu berdoa dan berusahalah untuk melambungkannya.

Untuk saat ini hanya ada dua impian saya yang ingin sekali terwujud, hehe tapi tak perlu saya sebutkannya di sini biarlah Allah dan saya yang tau agar mimpi-mimpi itu segera melangit tinggi

Kamu, apa impian kamu yang belum terwujud?……

18 replies
  1. Rahmi Aziza
    Rahmi Aziza says:

    Kalo aku suka mengkoar-koarkan mimpi mak, ar makin terpacu untuk meraihnya, dan mudah2an makin banyak yang doain. Mimpiku sekarang pengen bikin personal literature tentang dunia siaran kaya modelnya cado2 atau anak kos dodol gituuu

    Reply
  2. Arinta Setia Sari
    Arinta Setia Sari says:

    Semoga Impian Mak Meutia yg lain bakan terwujud suatu hari nanti. AMINNNNN 🙂
    Alhamdulilah ya salah satunya sudah terwujud, bisa kuliah di luar negeri…

    impian saya sederhana, saya ingin jadi full time blogger dan penulis buku fiksi dan nonfiksi, dan terakhir membuat proyek sosial tuk anak2 kaum akar rumput di Jember.
    Doakan impian sya tercapai ya MaK 😀
    Ayo semangat Makkk
    salam kenal

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *