Menulis itu Terapi Jiwa

Jujur saja saya tidak mempunyai pengetahuan tentang dunia kepenulisan, namun sejak duduk di bangku SMA minat menulis begitu besar dan ingin sekali menjadi seorang penulis tapi entahlah ketika berhadapan dengan kertas ada satu kata pun yang bisa ditulis, terkadang lagi-lagi harus iri dengan teman-teman pada masa itu yang begitu lihai dalam menulis, hingga bisa mengikuti berbagai lomba karya ilmiah, menulis artikel hingga lomba menulis puisi dan
cerpen.

Terbesit dalam hati mengapa orang lain bisa dengan mudahnya menulis menuangkan ide dalam bentuk tulisan yang begitu indah, sedangkan saya menulis satu pragraf saja sangat sulit, terlebih lagi saat belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia tugas yang diberikan oleh guru untuk menulis sebuah karangan saja pasti saya akan termenung memikirkan apa yang harus ditulis.
Saya pernah meminta tips dari teman agar bisa menulis dengan baik, ternyata jawabannya singkat saja, tulislah apa yang kamu pikirkan rasakan, dan lihat dan mulailah menulis dari hal-hal kecil yang ada disekelilingmu dengan berjalannya waktu tulisan yang kamu tulis akan semakin bagus, namun kuncinya harus rajin setiap harinya terus menulis walaupun hanya satu pragraf, tentu saja saya terdiam setelah mendengar jawaban tersebut dan kembali merenung.
Hingga suatu hari hari saya mengalami satu kejadian yang lumayan menguras emosi, jiwa serta perasaan, saat itu rasanya saya jatuh dititik yang paling terendah dalam hidup tapi rasa itu hanya sesaat dan Allah begitu menyayangi saya dengan menunjukkan hikmah dibalik kejadian itu.
Setelah menjalani hari-hari yang sulit entah mengapa tangan tergerak untuk kembali menulis tentang rasa dan beban yang saya rasakan ketika itu, dengan mudahnya kata demi kata terangkai hingga membentuk sebuah cerita yang sempurna, hingga perasaan menjadi lega, semua kesedihan sedikit tercurahkan dalam coretan sederhana dan itulah tulisan pertama saya.
Yakin atau tidak ketika membaca tulisan itu saya terharu ternyata rasa bisa menggerakkan saya untuk kembali menulis. Ya, tenyata menulis itu menjadi terapi jiwa atau bentuk obat lain bagi saya dan jujur saja saat galau saya menjadi sangat produktif dalam menulis, jika perasaan saya sedang melow maka apapun yang saya tulis pasti penuh perasaan.
Ya setelah menulis perasaan saya kembali lega walaupun masalah yang membuat saya resah, gelisah belum terselesaikan. Kalau jaman dulu curhat atau menulis apapun itu ditulis di diary tapi sekarang bisa lewat blog, menulis lewat blog memang sangat menyenangkan, setiap tulisan yang saya tulis bukan hanya bisa saya nikmati atau baca sendiri saja namun juga bisa dibaca oleh orang lain, selain menyalurkan apa yang ada dipikiran saya juga mendapatkan hal positif lainnya, energi-energi positif itu juga menjadi nilai plus lain dari menulis.
Kenapa menjadi terapi jiwa? ini jawaban versi saya dan menurut saya dengan menulis bisa mengungkapkan apa yang sedang dirasakan tidak melulu harus rasa sedih, menulis saat saya merasa senang juga bisa mencurahkan apa yang sedang dirasakan serta berbagi tentang kesenangan yang sedang dirasakan.
Hal terpenting lainnya menulis itu tidak harus semua tentang rasa, bisa saja cerita-cerita yang terjadi disekeliling kita. Salah satu cara saya saat ini menterapi jiwa saat dihadapkan dengan pekerjaan adalah menulis dan blog menjadi tempat dimana saya bisa menulis apa yang sedang saya rasakan, setelah lelah seharian bekerja malam harinya saya bisa dengan leluasa menulis di rumah kedua ini, menyenangkan sekali bisa berlama-lama di sini dan membiarkan apa yang ada di kepala saya seharian bisa berhamburan keluar lewat tulisan.
Ya, menulis begitu menyenangkan dan bisa menjadi terapi jiwa disaat sedih, senang, sunyi, lelah hingga rindu.
Dan bagaimana dengan kamu???
16 replies
  1. Arinta Setia Sari
    Arinta Setia Sari says:

    Jujur Mbak Meutia, sya ngeblog itu sebenarnya curhat2 galau alias melepas stress. Memang betul menulis itu mampu meredam tekanan, setelah nulis pikiran jadi plong…
    sejak itu saya jadi keranjingan ngeblog hehehe

    Reply
  2. Nia Haryanto
    Nia Haryanto says:

    Bener banget, menulis, terutama ngeblog, itu bisa jadi terapi jiwa. Melawan lupa. Aku banyak menulis tentang anak-anak. Tujuannya supaya kelak kalo dibaca lagi, aku atau anak-anak bisa tersenyum mengingatnya…

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *