Saat Mata Iritasi

Sudah dua hari sudah saya libur mengajar, beberapa pekerjaan juga tertunda untuk di selesaikan padahal keinginan untuk membuka laptop kesayangan mulai untuk sekedar update blog, mengerjakan revisi penelitian hingga menyelesaikan ketikan soal-soal TOAFL terpaksa saya hentikan.

Dalam beberapa hari ini saya mengalami gannguan pada mata, setiap pulang kerja mata saya perih, berair dan merah hingga akhirnya bengkak seperti habis menangis, puncaknya dua hari yang lalu mata saya terasa sakit sekali, padahal sebelumnya saya sudah menggunakan obat tetes dan mulai baikan, namun sayangnya saat malam hari mata saya kembali perih, gatal dan merah disertai bengkak, rasanya obat tetes pun tak mempan lagi.

Sepanjang malam saya terjaga dan nyaris tidak bisa tidur karena menahan perih,sambil berdoa semoga cepat pagi. Entah pukul berapa malam itu saya tertidur dan terbangun saat azan subuh berkumandang, walaupun rasa perih sudah tidak terasa namun mata masih sedikit berat untuk dibuka, perlahan-lahan saya membuka mata dan bergegas menuju kamar mandi.

Pagi itu aktifitas saya dimulai seperti biasanya mandi dan sarapan, sebelum  berangkat ke kampus dengan motor kesayangan saya sempat menggunakan kembali obat tetes mata. Aktifitas hari itu berjalan seperti biasanya, mengajar di kampus sampai sore hari, setelah absen sore sebelum pulang ke kost saya membeli nasi goreng di perempatan jalan sebelum kosan.

Saat azan magrib berkumandang saya pun tiba di rumah setelah mandi dan salat magrib lalu kemudian istrihat sejenak sambil membaca buku, kira-kira pukul 9 saat saya hendak tidur,lagi-lagi saya merasakan gatal pada mata kemudian merah dan berair, gatal yang teramat sangat namun saya tahan agar tidak menguceknya, setelah diberi obat tetes sudah agak baikan dan saya pun tertidur, keesokan paginya saya tidak enak badan mata pun masih perih dan kali ini tidak bisa dibiarkan dan wajib ke dokter.

Akhirnya saya memutuskan untuk ke praktek dokter mata sore itu, setelah menghubungi teman kampus yang beberapa waktu lalu juga punya keluhan yang sama, saya menanyakan alamat praktek dokter mata itu dan pukul berapa prakteknya dimulai. Sempat nyasar dua kali bolak-balik nyari alamat yang diberikan teman akhirnya nemu juga tempat prakteknya, padahal mudah banget nyarinya, terus tempatnya juga dipinggir jalan raya, dokter mata itu buka praktek di OPTIK ternyata, dan saya baru ngeh ketika membaca pampletnya.

Langsung saya memakir motor dan bergegas masuk ke dalam optik, di dalam optik saya disambut ramah oleh seorang perempuan. “ Ada yang bisa saya bantu Kak?”, “Oh, saya mau berobat ke dokter mata”, perempuan itu mempersilahkan saya untuk duduk.

“sebelumnya sudah pernah berobat di sini?”. ia bertanya sambil tersenyum.

“Belum pernah, ini baru pertama saya ke sini”

Perempuan itu menanyakan nama, alamat, umur dan nomor handphone saya untuk diisi pada kartu berobat, setelah itu ia menyerahkannya kepada saya sambil berkata “silahkan menunggu sebentar lagi dokter akan datang”. Selang beberapa menit kemudian dokter pun datang, berhubung saya pasien pertama jadi bisa langsung masuk untuk diperiksa, dengan ramah dokter bertanya “ Ada keluhan apa?”.

Langsung saja saya ceritakan apa yang saya rasakan dalam beberapa hari ini, lalu dokter pun memeriksa mata saya dan ia berkata “owh ini iritasi karena debu, angin”. Iya ini mungkin karena saya naik motor setiap harinya.

“Dok, airmata saya keluar seperti orang menangis ketika saya harus di depan laptop”. Itu keluhan saya selanjutnya.

“Oh itu karena radiasi dari laptop, atau dari Hp”, begitu jawab sang dokter.

Sambil menulis resep obat akhirnya dokter menyarankan saya untuk memakai kacamata yang lensanya anti radiasi supaya aman ketika  berada di depan laptop, hp. Sebelum keluar dari ruangan dokter berpesan, kalau mata saya perih lagi jangan dikucek, beri obat tetes kalau belum juga membaik agar segera ke dokter, terima kasih dok. Sambil menunggu antrian obat , iseng- iseng saya ke optik untuk nanyain harga lensa anti radiasi, ya kalau yang bagus lumayan juga harganya, tapi insyaallah sudah diniatin untuk pake lensa anti radiasinya.

Alhamdulillah sekarang sudah baikan dan akhirnya bisa update blog lagi dan mengerjakan pekerjaan yang tertunda, jadi ingat kata emak agar selalu menjaga sehat sebelum sakit, apalagi mata pancaindera yang sangat penting bagi kita.

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *