Kepo

Weekend kemarin terlewati di meja hijau penuh jadwal sidang skripsi mahasiswa di kampus, yeey ini sudah akhir tahun dan akan ada jadwal wisuda dalam bulan ini. Ok setelah postingan sebelumnya agak berat membahas tentang infrographic, berat bagi pemula seperti saya dan hari ini postingan yang ringan-ringan saja, tentang cerita yang sering kali terjadi di sekeliling kita.

KEPO, iya saya rasanya tersentil untuk membahas tentang KEPO ini setelah beberapa hari chit chat serius di medsos tentang si KEPO ini. Apa sih kepo? sejenis makanan, minuman atau apalah, yang jelas kalau ingin tau artinya jangan mencari di KBBI maka arti yang akan keluar bisa sangat jauh berbeda.

OK, akhirnya saya mencari di mbah google karena kata ini sering digunakan anak-anak gaul, pada akhirnya semua orang juga sudah terbiasa menggunakan kata-kata ini dalam kesehariannya, termasuk di telinga saya menjadi akrab walaupun bisa dihitung berapa kali saya pernah menggunakan kata ini dalam keseharian.

Dari hasil pencarian di mbah google akhirnya saya mendapatkan kesimpulan kalau KEPO itu akronim dari Know Every Particular Object (Ingin tau tentang apapun, haha ini terjemahan bebas ya) yuhu sesuai deh dengan kata-kata orang ih kamu kok KEPO mau tau aja urusan orang lain.

Ternyata Kepo ini berasal dari bahasa Hokkin, Ke artinya bertanya dan Po artinya nenek-nenek jadi artinya nenek-nenek yang suka bertanya hadeuh saya baru tau setelah ubek-ubek mbah gooogle, maklum saya bukan anak gaul dan jujur saja saya jarang menggunakan kata-kata ini .

Ada masalah dengan KEPO????. Ya, sering kali saya mendengar curhatan teman-teman misalnya kalau si A suka kepo mulai dari hal-hal kecil bahkan kehidupan pribadi, begitulah kira-kira fenomena sekarang ketika seseorang ingin tau banyak tentang segala hal termasuk kehidupan pribadi orang lain.

Sengaja atau tidak, sadar atau tidak terkadang di saat kita ingin tau lebih banyak lagi tentang kehidupan pribadi orang lain bisa membuat orang tersebut tidak nyaman sekalipun itu teman, sahabat, saudara ataupun tetangga. Walaupun kita harus peduli terhadap sesama bukan berarti segala hal tentang orang lain harus kita ketahui termasuk hal-hal yang bersifat pribadi tentunya.

Nah seiring canggihnya tehnologi informasi menyebar cepat melalui media sosial nih, teman yang sudah lama tidak bertemu bisa bertemu kembali lewat media sosial yang bertebaran, kembali menjalin silaturrahmi bisa melalu group-group yang ada di medsos.

Sudah lama ngak bersua dengan teman SD, SMP, SMA membuat banyak hal yang terlewati dari mereka, kembali akrab di medsos membuat kita tanpa tersadar ingin banyak tahu terhadap mereka, pernah ngak sih kalau teman sedang ganti Profile Picture di bbm kebetulan fotonya sedang di dalam mobil mewah atau lagi menggunakan tas branded terus jadi penasaran langsung deh gatal tangan pencet-pencet keyboard handphone kirim bbm nanyain eh itu mobil kamu??, atau tasnya berapa harganya say?, deuhhh terus jadi penasaran darimana si teman dapat uang untuk beli mobil sama barang-barang mewah, padahal suami atau dianya penghasilan tak seberapa.

Syukur aja teman yang ditanyain santai aja jawabnya malah jawabannya bisa membahana lagi “Iya donk mobil sendiri” terus ada pertanyaan lagi duitnya dari mana? “Ya duit sendiri donk kerja masa minta tetangga haha”. Eitss tapi kan ngak semua orang senang ditanyain dengan banyak pertanyaan yang seperti diinterogasi polisi .

Cerita lainnya di medsos ni yah, ada si teman A kok ngak pernah upload foto suami atau anak, lagi-lagi mulai banyak bertanya deh, pura-pura nanyain udah berapa pasukan? emang pasukan kuda ditanyain padahal yang nanyain penasaran si teman udah nikah atau belum, terus kalau udah dijawab belum nikah pertanyaannya nambah lagi, memang belum ada calon, kenapa telat nikah dan bla..bla lama-lama si teman yang ditanyain esmoni juga nih.

Yup ya sudahlah itu hanya sekelumit cerita yang sering kita dapatkan atau malah tanpa sadar kita pernah ingin banyak tau tentang kehidupan orang lain,eitss tapi ada yang bilang kalau pingin banyak tau itu artinya peduli donk tia, iya tapi peduli yang bisa membuat orang lain terkadang tidak nyaman, menurut saya kita harus bisa memahami karakter orang-orang yang ada disekitar kita, jangan sampai keingintahuan dengan banyak pertanyaan menjadi hal yang membuat mereka tidak nyaman berada dekat kita, bisa jadi kita melakukan hal itu tanpa tersadar, ceki-ceki lagi pada diri sendiri mungkin termasuk dalam golongan ini atau tidak.

Banyak bertanya itu baik kalau kamu lagi disuatu tempat terus nyasar, nah itu wajib banyak bertanya kalau ngak bisa jalan-jalan dan ngak tau jalan pulang, atau lagi belajar itu juga dianjurkan untuk banyak bertanya agar materi yang diajarkan bisa mudah dipahami.

Sebelum penutup ini, dalam menyampaikan sesuatu atau bertanya sesuatu kan ada etika tuh, rasa peduli itu positif tapi jangan sampai karena ketidaknyaman orang tersebut bisa menilai negatif, kalau pun ada orang yang seperti itu disekeliling kita bisa saling mengingatkan, seperti cerita tadi mungkin dia sedang khilaf dan semoga KEPO itu bukan menjadi sifat.

Wallahu alam

8 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *