Semangat dari Khartoum

Khartoum membuat ingatan saya bernostalgia kembali tentang negara itu. Chat beberapa hari yang lalu dengan teman kuliah dulu memang sangat menyenangkan, membuat saya kembali rindu untuk menapakkkan kaki di negara yang dijuluki dengan Negeri dua nil.

Sakinah salah satu teman dari Nigeria membuat saya ingin melanjutkan kembali kuliah saya, pembicaraan kami di chatting beberapa hari lalu seputar tentang penulisan disertasinya yang hampir selesai. Saya selalu kagum dengan sakinah, saat itu ia kuliah di dua universitas  secara bersamaan dengan mengambil jurusan teaching Arabic dan hubungan international di kampus yang berbeda.

Kami sedang melepas rindu, menceritakan masa-masa  saat tinggal di asrama dulu. Ternyata yang paling dia ingat sampai sekarang adalah masakan indonesia terutama cah kangkung yang saya masak selalu dilahap habis oleh Sakinah.

Maklum saja sayuran seperti kangkung tidak ada di Khartoum, dan saya menanam sendiri di kebun yang ada dekat asrama. Hal lain yang paling ia ingat bagaimana hebohnya asrama dengan aroma ikan asin yang sedang saya goreng, membuat seluruh anggota kamar yang ada di asrama lantai dua keluar kamar hanya demi mencari sumber aroma ikan asin. Ikan asin yang khusus saya bawa saat pulang liburan dari Indonesia.

Chattingan kali ini saya kangen menggunakan bahasa  Arab dariji, bahasa dariji adalah bahasa Ammiyahnya Sudan. Ammiyah adalah bahasa sehari-hari yang digunakan di negara ini, sedangkan bahasa Arab yang dipelajari disekolah-sekolah itu di sebut bahasa Arab Fushah , yaitu bahasa Arab baku sesuai dengan kaidah, seperti dalam bahasa Indonesia itu sesuai dengan EYD.

Nah, setiap negara Arab maka akan berbeda-beda bahasa Ammiyahnya, misalnya antara Mesir dan Sudan itu berbeda. Lain waktu saya akan membahas tentang bahasa Arab Ammiyah dan Fushah ini.

Ternyata Sakinah menyapa saya dengan dariji, biasanya ia suka menggunakan Arab Fushah. Entah kebetulan saya juga ingin menggunakan dariji, soalnya kalau ngak  pernah dipergunakan lama-lama bisa lupa, mulailah kami chit chat dan ini hanya  sebagian chat saja dengan Sakinah dengan menggunakan dariji.

Apa kabar?  سكينة : أخبار شنو يا بنت

Alhamdulillah baik , dan kamu?  أنا : كويسة يا حببتي، أنت كيف؟

Baik juga, wallahi saya kangen, gimana kerjaan?  سكينة : تمام الحمدلله ، والله مشتق. كيف شغل ؟

Saya juga kangen loh, kerjaan baik dan gimana kuliahmu?  أنا : أنا برد مشي كويس، كيف الدراسة ؟

Semua berjalan lancar, kapan kamu akan kesini lagi?  سكيينة : كل تمام، متين تأتى هنا ؟

Hehe belum tau kapan mungkin saja bisa tahun depan…  أنا : ههه…لاأعرف ممكن سنة جاي

kami lanjut bercerita tentang masa kuliah dulu, saat Sakinah begitu baik membagikan kepada saya banyak makanan. Suaminya seorang jenderal di Nigeria sana, dan ia juga seorang dosen di salah satu kampus, Sakinah ini sudah emak-emak anaknya saja sudah lima, tapi semangat belajarnya mengalahkan kami yang masih muda-muda.

Kami juga bercerita tentang teman-teman yang lain, masih saja tertawa mengingat cerita tentang Wishal, iya salah satu teman kami yang juga tidak muda tetapi sangat aktif, bahkan menurut saya cerewet tapi aslinya baik sekali.

Saya bercerita kepada sakinah, hanya dengan Wajd saya masih saling chatting via Facebook. Sakinah juga masih ingat, diawal kedatang saya di Khartoum saya tidak suka makanan manis, padahal makanan di sana itu semuanya manis-manis, bayangkan saja minum segelas tes di gelas kecil gulanya bisa setengah gelas bisa dibayangkan manisnya itu gimana?

…haha saya ngak kuat manisnya.

Cerita saya dan Sakinah hari ini panjang juga ya, tapi diakhir chat Sakinah selalu mengingatkan saya untuk segera melanjutkan kuliah saya, katanya mumpung masih muda.

Rasanya setelah chat dengan Sakinah saya kembali bersemangat untuk kuliah lagi, entah saya akan kembali ke Khartoum atau negara Arab lainnya. Terima kasih atas semangatnya dan saya kembali membuka file Proposal yang sudah lama tidak tersentuh, pingin cepat-cepat diselesaikan dan bisa applay berkas beasiswa lagi tahun ini., semoga ya.

Oya, Khartoum itu adalah salah satu negara yang terletak di benua Afrika, berdekatan dengan Mesir, Libya, Somalia dan lebih jelasnya bisa dilihat di peta ya.

26 replies
  1. Noorma Fitriana M. Zain
    Noorma Fitriana M. Zain says:

    Masya Allah, Ukh..
    Aku udah banyak lupa bahasa Arab,
    Nasiitu kholash 'ani lughoh al 'aroby..

    Hal turidiina an taj'ali mudarris liy?

    Haduuhh blepotaan.. Wkwkwkwk..

    Ayo mak, S3, biar selese kuliahnya, kan ga ada S4 setelahnya

    Reply
  2. Asep Haryono
    Asep Haryono says:

    Wow Subhanallah. Seru kayaknya nih. ALhamdulillah. Bisa belajar dan berkesempatan menimba ilmu di Mesir sungguh prestasi yang luar biasa dan membanggakan loh. Saya senang sekali membacanya. Memberikan pencerahan , semangad dan inspirasi bagi kita semua

    Reply
  3. Ade anita
    Ade anita says:

    Eh…aku baru sadar dirimu kuliah di Sudan ya. Kenal sama Syaiful Alim nggak? Dia penyair dan novelis yg mengarang novel cinta sebatang korma (*lupa..hahhaha..kurang lebih itu deh judulnya)..sekarang jadi guru kalo gak salah.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *