Up Close and Personal Nyonya Bawel

Kali ini saya mencoba untuk lebih mengenal sosok seorang Elisa Koraag a.k.a Nyonya Bawel atau yang dalam sebuah komunitas blogger lebih sering dipanggil dengan sapaan mak Icha.

Walaupun ini adalah kedua kalinya dalam menulis tentang teman blogging tapi tampaknya saya masih kebingungan untuk memulainya nih, apalagi kalau yang ditulis adalah seorang senior :).

Eniwey the story must go on dengan tulisan ini bisa mengenal Mak Icha lebih dalam, tapi sebelumnya maaf ya Mak  Icha kalau ada salah kata atau penulisan.

Ok mari mengenal beliau yuk.

Kalau melihat namanya sih kemungkinan besar Mak Icha ini adalah orang Manado karena nama belakangnya seperti nama sebuah fam (tebakan saya sih), hhm kalau saya salah tolong dikoreksi ya.

elisa

Selain menulis di blog Nyonya Bawel punya banyak segudang prestasi dan pengalaman, seperti berkecimpung dalam dunia broadcast beliau lama menjadi penyiar radio, kontributor beberapa majalah dan menulis seabreg buku.

Ada nilai-nilai yang patut dicontoh dari sosok Nyonya Bawel yaitu semangat dan persistance beliau dalam urusan pekerjaan (menulis) dan keluarga.

Walaupun sudah cukup berumur tapi dalam hal menulis dan blogging wanita yang satu ini semangatnya tidak kalah dari yang lebih muda loh. Sampai saat ini saya melihat Mak Icha masih konsisten untuk menulis di blog, bahkan tidak tanggung-tanggung dia mengelola beberapa akun blog sekaligus.

Sebenarnya ada tiga akun milik Mak Icha yang saya ketahui tapi hanya dua yang terlihat aktif, hal itu terlihat dari tanggal diterbitkannya post paling baru di Catatan Elisa Koraag yaitu pada bulan Januari sedangkan di blog yang bertajuk Nyonya Bawel dan akun Kompasiana posting terakhir adalah pada bulan ini.

Ketiga spot tersebut memang konten-nya tidak jauh bebeda dan bersifat gado-gado, tapi saya pribadi lebih menyukai tulisan-tulisan yang ada di Nyonya Bawel karena terasa lebih up close and personal, apalagi pada posting yang terindeks di beranda lebih banyak seputar hal pribadi seperti keluarga dan parenting.

Dari tulisan-tulisannya saya menjadi sedikit lebih mengetahui sisi motherhood dari Mak Icha yang ternyata sudah mempuyai 2 orang anak remaja. Saya menyukai pemikiran Mak Icha tentang  bagaimana cara untuk memahami pemikiran anak bukan sebaliknya, kebayang kan gaul-nya beliau di umurnya yang  sudah  mencapai 50-an.

Akhir kata saya tidak bisa banyak berkomentar banyak tentang konten Nyonya Bawel karena secara keseluruhan bagus adanya, tapi kalau boleh sedikit saran mungkin ada baiknya kalau Mak Icha memotong posting dengan jump break (readmore) agar mempercepat loading dan halaman indeks tidak terlalu memanjang ke bawah.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *