Belajar dari Cerita Ida

Belakangan ini saya mengenal beberapa teman baru, mereka begitu menginpirasi dan memberikan semangat saya untuk terus menulis. Ngeblog sudah menjadi separuh rutinitas saya di samping tugas utama yaitu mengajar. Menulis dan mengajar adalah dua hal yang sangat menyenangkan bagi saya, mengajar menuntut saya untuk lebih banyak membaca begitu juga dengan menulis.

Ngeblog membuat saya mengenal blogger dari berbagai daerah, dengan ngeblog saya sering blogwalking ke blog para blogger. Ya, dari BW inilah saya menemukan banyak ilmu lain dan juga semangat untuk terus eksis menulis tanpa
kata hiatus.

Perjalanan blogwalking dan berkomunitas membuat saya mengenal salah satu blogger bernama Ida Tahmidah, Mba Idah adalah ibu dari lima orang putra dan putri yang akhirnya memutuskan untuk menjadi full time mom sejak melahirkan anak pertamanya.

Perjalanan menulis Mba Idah ini sebenarnya telah dimulai dejak tahun 2012 saat itu Mba Idah senang menulis diary online di Multyply walaupun isinya tentang curhat dan motivasi. Setelah itu Mba Idah sempat vakum loh tapi bukan vakum dari menulis melainkan vakum dari ngeblog, namun tetap aktif menulis serta aktif dalam grup kepenulisan, dan akhirnya bisa menghasilkan beberapa antologi.

Nah, seiring waktu berlalu tahun 2014 saat Mba Indah ingin mendorong kedua anaknya yang sudah menjadi penulis cilik mulai dari SD akhirnya Mba Indah mulai aktif kembali ngeblog dan menjadikan blog dunia keduanya. Kata Mba Idah dia terlambat menyadari kalau ternyata suka menulis, Mba Idah menyadari hal itu saat sudah punya empat anak.

Sebenarnya tidak ada yang terlambat selama kita mau belajar memulainya bukan, buktinya saat mengunjungi blog Mba Idah begitu banyak tulisan yang bisa kita baca dengan berbagai label. Saya buka membaca post parenting di blog Mba Idah, yang menarik bagaimana mba Idah membagikan Tips jitunya agar anak gemar membaca, kalau penasaran dengan tipsnya langsung deh ke blognya ya.

Terlambat menyadari gemar menulis ternyata prestasi ngeblog Mba Idah juga udah banyak loh, dengan memenangkan beberapa lomba blog. Memilih menjadi Full time mom serta mnegasuh kelima putra putrinya membuat saya salut, ya Mba Idah bisa konsisten menulis ditengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga. semangat menulis ini juga diikuti oleh anak-anaknya dari kelima anaknya tiga diantaranya suka menulis dan seperti cerita di atas anak-anak Mba Idah sudah menjadi penulis cilik sejak SD.
Ini hanya separuh cerita tentang Mba Idah, walaupun belum pernah bertemu langsung tapi saya banyak mendapat ilmu dari tulisan-tulisan Mba Idah, teruslah menulis Mba dan memberikan manfaat bagi orang lain.

13 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *