Tips Parenting — Penggunaan Media Digital Dalam Keluarga

Perlu dipahami bahwa tidak mudah untuk menjadi orang tua di era digital yang serba canggih seperti sekarang ini, dimana teknologi membuat pertukaran informasi semakin cepat dan instan seakan-akan tidak ada lagi sekat ruang dan waktu diantara penggunanya.

Dibalik semua itu tersimpan tangung jawab yang besar bagi orang tua agar media digital dapat digunakan secara bijaksana karena jika tidak dicermati secara bijaksana maka kita tidak akan pernah tahu muatan negatif yang terbawa dari media digital, dan yang akan menjadi korban pertama dalam keluarga tentunya adalah anak-anak.

Atas kesadaran tersebut begitu banyak keputusan yang harus diambil dalam keluarga mengenai pengunaan media digital, dan sebagai langkah awalnya dapat dimulai dari hal yang selama ini dilupakan oleh para orang tua seperti kendali, pengawasan dan bimbingan.

Saya tidak akan terlalu dalam mengenai bagaimana para orang tua harus memilah yang layak dan tidak untuk anak-anak mereka karena setiap keluarga mempunyai parameter dan kebijakan sendiri, tapi mungkin tips berikut ini akan membantu dalam kaitannya dengan penggunaan media digital dalam keluarga.

1. Persiapkan Pengetahuan Tentang Media Digital. Mungkin ini adalah jaman dimana anak-anak memimpin orang dewasa dalam hal teknologi, lihat saja bagaimana menggemaskan dan lucunya anak 7 tahun menerangkan bagaimana cara mengunggah video atau menggunakan media lainnya kepada orang dewasa, padahal jika berbicara tentang kontrol maka orang tua sebagai pemegang kendali “harus” memiliki pengetahuan yang cukup. Ucapkan selamat tinggal untuk hal-hal yang berbau gaptek, “You don’t have to be tech savvy” (pakar teknologi), yang dibutuhkan hanyalah mulai menggali acknowledge product & services dari setiap media digital yang digunakan.

2. Akses. Sekilas akan terlihat seperti sebuah keputusan yang baik dengan memberikan anak-anak akses penuh kepada perangkat seperti gadget, televisi, komputer, internet yang pada dasarnya perangkat elektronik tersebut menjadi gerbang bagi keluar masuknya informasi dari luar, padahal jika hal tersebut dilakukan maka akan sulit melakukan pengawasan. Sebaiknya untuk hal ini orang tua hanya memberikan akses terbatas.

3. Pengunaan Secara Wajar. Seperti hal lainnya dalam kehidupan sehari-hari pengunaan teknologi baik untuk belajar dan bermain harus memiliki batasan yang wajar. Terapkan jadwal dan batasan waktu terhadap semua aktifitas yang berhubungan dengan media digital.

4. Filtering. Lakukan pemilahan terhadap media untuk memastikan kelayakannya untuk anak-anak. Gunakan media yang diperuntukan untuk anak-anak, agar lebih mudah para orang tua dapat mengunakan peringkat/rating dari media seperti film, musik dan game sebagai tolak ukur kelayakannya, namun ada baiknya jika orang tua memastikannya secara langsung sebagai budaya sensor mandiri karena rating sendiri tidak bisa menjamin 100% keakuratannya, terlebih jika orang tua mempunyai nilai-nilai dan kebijakan tersendiri.

5. Belajar dan Bermain Bersama. Idealnya orang tua selalu hadir untuk melakukan pendampingan terlebih jika media digital tersebut bersifat online. Keikutsertaan keluarga ketika bermain dan belajar dengan menggunakan
media digital akan membuat interaksi sosial dan keasyikan tersendiri seperti bermain game bersama, dimana orang tua dapat menumbuhkan nilai-nilai sportifitas.

6. Pengasuhan yang Sama Antara Online dan Offline. Walaupun berbentuk virtual orang tua harus memiliki pemahaman bahwa media digital adalah sebuah lingkungan sama halnya seperti kehidupan nyata. Berikan nilai-nilai dan pedoman yang sama antara aktifitas offline dan online.

7. Komunikasi Dua Arah. Terdengar sederhana tapi komunikasi mempunyai peranan yang penting, berikan pengetahuan yang mereka butuhkan dan pemahaman yang baik sampai anak tersebut melewati tahapan-tahapan pernting dalam perkembangannya.

8. Zona Bebas Teknologi. Buatlah aturan dimana dalam beberapa aktifitas yang dilakukan sebagai keluarga harus bebas dan jauh dari perangkat yang berbau teknologi seperti ketika waktu makan, istirahat atau gathering keluarga.

9. Jadi Panutan yang Baik. Anak-anak dilahirkan dengan kemampuan untuk meniru. Semua hal diatas tidak akan berhasil dijalankan jika orang tua tidak mampu menjadi Role Model, dalam hal ini jadilah panutan dan contoh ketika menggunakan media digital dan mulai membatasi diri dalam penggunaannya agar sebagai orang tua dapat berinteraksi dan membangun ikatan dengan anak dibandingkan dengan hanya menatap layar gadget.

4 replies
  1. DSquad
    DSquad says:

    artikel dan web yang sangat bagus, dan bisa jadi pengetahuan, dan di perbanyak lagi artikel-artikelnya, agar banyak juga yang berkunjung kesini..

    Reply
  2. nova
    nova says:

    bener nih..jangan sampai media digital atau gadget..cuma buat mainan games yang gak jelas..gak ada unsur pendidikannya…, sebagai orang tua emang mesti pinter mengarahkan anak..

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *