Cara Memasang Algolia Instant Search di Wordpress
2018-03-22 13:50:07 +0700 +07

Fitur pencarian memang dibuat untuk memudahkan pengunjung menelusuri konten. Kebayang kan gimana caranya bisa ‘ngubek-ngubek’ isi blog tanpa ada search form. Oleh karena itulah rata-rata web atau blog dilengkapi dengan fitur tersebut.

Nah gimana dengan blog kamu, sudah punya form pencarian?

Bravo buat yang sudah, tapi kalaupun belum tidak masalah karena kali ini saya akan memperkenalkan sebuah tool pencarian kekinian untuk wordpress kamu, namanya Algolia.

Pada dasarnya Algolia ini adalah sebuah aplikasi lintas platform yang berfungsi untuk membangun mesin pencari, termasuk di Wordpress. Kenapa Algolia, bukankah di Wordpress fitur pencarian ini sudah built-in? inilah yang akan saya bahas di artikel ini.

yuk lanjut…

Search by Algolia

Algolia memiliki proses kerja yang sama sekali berbeda dengan apa yang dilakukan Wordpress atau kebanyakan platform web dalam menyajikan hasil pencarian, dan hal inilah yang membuatnya punya nilai lebih dibandingkan dengan fitur pencarian built-in.

Sebagai pembanding berikut saya jabarkan kelebihan Algolia:

  1. Super Cepat
    Gak ada lagi yang namanya loading di halaman pencarian. Pengguna akan mendapatkan hasil pencarian dalam hitungan milisecond. Mau bukti? silahkan buka halaman meutiarahmah.com/search dan coba telusuri konten di blog ini.

  2. Mengurangi Beban Server
    Database akan disimpan di server Algolia, dengan begitu seluruh permintaan pencarian akan ditangani oleh back-end Algolia bukan lagi di server kamu.

  3. Typo Tolerance
    Algolia dilengkapi dengan typo tolerance. Artinya jika pengguna melakukan kesalahan ketik, Algolia akan menyajikan hasil pencarian yang paling mendekati, hebat bukan kalau blog kamu punya fitur seperti layaknya mesin pencari Google.

  4. Smart Highlight
    Dengan fitur smart highlight pengguna lebih dimudahkan dalam memilih hasil pencarian yang paling relevan.

Gimana, mau mencobanya? Yuk langsung aja simak cara memasang Algolia instant search di Wordpress.

Langkah #1: Membuat Akun Algolia

Buka algolia.com. Buat akun baru dengan menggunakan email atau login dengan akun Google dan Github, jangan lupa lengkapi biodatanya juga.

Untuk Datacenter atau server sesuaikan target pengunjung blog, dalam hal ini saya menyarakan pilih Singapore, karena lokasinya yang lebih dekat dengan Indonesia. Jika sudah silahkan skip langkah selanjutnya dan langsung masuk ke Dashboard.

pilih community plan

Secara default akun yang kamu buat adalah trial, artinya jika masa berlakunya sudah habis kamu tidak bisa lagi menggunakannya. Tapi tenang kamu bisa menggunakan Algolia secara gratis juga tanpa ada batasan waktu, caranya klik tulisan Trial… di bagian atas, lalu pilih Community Plan.

Untuk sementara biarkan saja dulu. Buka tab baru dan login ke Wordpress kamu, karena kita akan mengintall plugin Algolia.

Langkah #2: Instal Plugin

Media  CleanerSilahkan install plugin Search by Algolia melalui dashboard Wodpress atau mengunduhnya secara manual di halaman resminya. Jangan lupa aktifkan plugin-nya.

Langkah #3: Credentials

Kembali lagi ke dashboard Algolia. Masuk ke menu Credencials, lalu copy Application ID, Search-Only API Key dan Admin API Key.

Algolia credentials

Selanjutnya buka Wordpress, masuk ke Dashboard » Algolia search » Settings, lalu masukan credentials yang kamu copy dari akun Algolia mu, klik save.

wordpress algolia settings

Langkah #4: Auto Complete Configuration

Langkah selanjutnya mengirim informasi database konten kamu ke server Algolia. Masuk Dashboard » Algolia search » Autocomplete.

Pilih atau centang Enable autocomplete. Untuk bagian Configuration tandai bagian konten yang ingin dijadikan sebagai database sumber pencarian. Saya sarankan pilih seperlunya saja seperti Posts, Pages, Categories dan Tags.

Klik re-index pada masing-masing bagian tersebut, dan yang terakhir klik Save.

konfigurasi

tampillan pencarian Algolia

Tadaaa sekarang kamu sudah punya fitur pencarian instant…


Menyenangkan rasanya jika Wordpress kita memiliki fitur yang keren, tapi jangan lupa untuk memperhatikan performa blog. Sampai ketemu di artikel lain yang membahas plugin dan optimasi back-end.