Apa itu Google Tag Manager? ini Jawaban Lengkapnya
2018-07-14 18:48:32 +0700 +07

Ketika Kamu memutuskan untuk membaca artikel ini maka Saya akan berasumsi bahwa Kamu pernah mendengar tentang Google Tag Manager (baca:GTM) atau setidaknya penasaran dan ingin tahu lebih dalam mengenainya. Lalu apa sebenarnya GTM itu?.

Dari beberapa artikel Saya baca sih hampir semuanya menghubung-hubungkan GTM dengan layanan analytics, jadi tidak heran juga jika yang masih awam menganggap alat ini merupakan bagian dan fitur dari GA.

Faktanya GTM itu bukan fitur, bagian dari, atau by product GA, melainkan produk terpisah yang fungsi utamanya adalah untuk memudahkan pelacakan data dan informasi melalui satu pintu.

Cara Lama

Jauh sebelum adanya GTM, pemilik web dan orang-orang profesional seperti marketer dan analis sangat bergantung kepada web para developer dalam pengelolaan data, terutama ketika ada kebutuhan untuk menampilkan informasi yang tidak disediakan oleh layanan analytics yang mereka gunakan.

Salah satu contohnya adalah GA yang secara default tidak bisa menampilkan metrik dan memantau kampanye iklan di luar Adwords. Jika pengguna butuh data tersebut maka pilihannya adalah memodifikasi script GA atau menggunakan layanan lain.

Nah, disinilah para developer mengambil peran mereka, yaitu membuat Script sesuai permintaan dan melakukan konfigurasi tertentu agar hal-hal tersebut tidak mengganggu performa website, karena seperti yang Kita ketahui dalam kasus tertentu Script eksternal bisa menyebabkan halaman menjadi lemot

Bagi organisasi dan perusahaan yang memiliki tim pengembang sendiri mungkin tidak akan jadi soal tapi bagimana bagi para pemilik dan pengelola website skala kecil yang background-nya hanya content creator seperti blogger?.

Cara Baru

Google tahu betul bahwa cara-cara lama seperti diatas bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh pengelola web kecil, baik itu marketer, analis bahkan sekelas admin web dan blogger yang kebanyakan tidak punya akses dan pengetahuan terhadap hal-hal yang berbau teknis.

Nah, berkaca pada kebutuhan tersebut Google membuat solusi terpadu melalui sebuah layanan bernama Google Tag Manager, yaitu alat yang memiliki kemampuan untuk melakukan konfigurasi plus modifikasi alat pelacak yang Kita gunakan.

Dengan kemampuan tersebut Kita tidak perlu lagi berkutat dengan langkah-langkah rumit yang dulunya hanya bisa dilakukan oleh para pengembang website saja.

Apa saja yang bisa dilakukan oleh GTM?

  1. Menambah, memodifikasi tag Javascript pada alat pelacak yang digunakan sehingga mampu menapilkan metrik atau data yang sebelumnya tidak disediakan.

  2. Merubah dan memastikan tag yang ada berjalan dengan sebagaimana mestinya.

  3. Menggunakan sebanyak mungkin alat pelacak tanpa harus memasang script tambahan di website atau blog.

…dan semua itu dapat dilakukan melalui panel yang user friendly tanpa harus berkutat dengan koding.

Layanan Apa Saja yang Support Dengan GTM?

GTM dapat ditautkan dengan berbagai layanan pelacak yang populer dan banyak digunakan saat ini seperti Criteo, Hotjar dan yang pasti tentu dengan produk Google lainnya seperti Google Analytics.

Untuk lebih lengkapnya Kamu bisa melihat list mengenai layanan-layanan tersebut di tautan ini.

Apakah Sekelas Blogger Harus menggunakan GTM?

Pertanyaan yang bagus… apa harus blogger memasang GTM, sedangkan pada umumnya blogger hanya menggunakan sedikit alat pelacak. Ya paling-paling GA dan DoubleClick, itupun kalau main Adsense atau Adwords, betul kan?

Nah, kalau dijelaskan sih ada beberapa alasan logis kenapa Kamu harus menggunakan Google Tag Manager, yaitu:

  • Meminimalisir kesalahan baik dalam pemasangan script

  • Mempercepat kecepatan loading halaman web/blog

  • Jika suatu saat Kamu memerlukan metrik baru atau layanan tambahan maka tidak perlu lagi bongkar pasang Javascript.

Saya sendiri menggunakan layanan GA melalui Google Tag Manager karena butuh indikator tambahan untuk ditampilkan di GA untuk mengetahui seberapa jauh pengunjung membaca setiap artikel melalui pelacakan scroll yang mereka lakukan.


SUM

Mudah, aman, cepat dan bisa diintegrasiskan dengan berbagai layanan, baik produk Google maupun layanan pihak ketiga lainnya. Bagaimana dengan Kamu, tertarikah untuk mengaplikasikan Google Tag Manager di blog?