Badai Pasir Ghubar Jawwu Jamil
2018-02-19 05:15:33 +0700 +07

Tulisan sebelumnya saya menceritakan bagaimana panasnya sudan ketika musim panas datang, sekarang saya mengajak para pembaca untuk lebih mengenal sudan walaupun belum pernah mengunjungi negara ini. Kali ini saya akan bercerita tentang ghubar, nah sebelum saya bercerita lebih lanjut, pasti timbul pertanyaan apakah ghubar itu? sejenis binatang kah? atau mungkin sejenis makanan?

Ghubar (ﺭﺎﺒﻏ) artinya debu, ghubar bisa di artikan hujan debu dan kerap kali menyapa sudan ketika musim panas, dalam minggu ini saja sudah 2kali terjadi ghubar, kadang-kadang ghubar ringan sesekali bahkan parah, seperti yang terjadi kemarin lumayan parah, tiba-tiba jam 6 sore akan menjelang magrib langit tampak hitam pekat diselimuti debu dan angin kencang.

Angin kencang meniup pepohonan dan atap-atap rumah, debu pun mulai masuk kedalam kamar melalui celah-celah pintu dan jendela, akhirnya kamar pun sesak penuh dengan debu-debu, ketika sedang ghubar saya keluar kamar dan mencoba mengabadikan moment ini, awalnya angin belum begitu kencang dan debu belum begitu hitam masih menembus jarak pandang, akhirnya saya berhasil beberapa kali menjepret kamera mengabadikan moment ini, namun ketika maksud hati ingin merekam tiba-tiba angin makin bertiup kencang dan debu berterbangan membuat langit makin hitam pekat, dan saya pun bergegas lari masuk kedalam kamar menghindari debu yang kian menggila diluar.

badai pasir

Perlahan-lahan sayup-sayup azan magrib diluar pun terdengar, angin pun perlahan mulai bersahabat dan ghubar pun mulai beranjak pergi dan meninggalkan jejak-jejak debu yang berhamburan disetiap ruangan rumah penduduk. Langit masih saja tampak hitam pekat ketika azan magrib sedang berkumandang ternyata mendung sedang menggelayuti langit sudan, kejadian ini sangat jarang terjadi hampir dua tahun berada disudan saya baru 2 kali menyaksikan hujan deras turun membasahi negeri dua nil ini.

badai pasir

Tik..tik..ternyata suara hujan turun, spontan saja menjelang magrib saya berteriak kegirangan, sudah lama saya tidak menyaksikan moment ini, biasanya kalau ghubar nya ringan akan hujan gerimis saja. Lambat laun hujan pun bertambah deras dan ternyata saudara-saudara listrik pun mati, seandainya listrik tidak mati mungkin saya akan mandi hujan ( hehehe maklum aja udah lama ngak liat hujan turun).

Ghubar adalah rahmat dan nikmat karena sesudah ghubar udara pun menjadi sejuk disertai hujan,dan hanya berlangsung 30 menit saja meskipun meninggalkan debu dimana-mana dan membuat badan kita berolahraga untuk mengepel lantai yang penuh debu. Hujan juga membuat kamar saya menjadi banjir saudara-saudara, saya tinggal diasrama lantai 2 ternyata atap dekat kamar bocor walhasil airpun merembes masuk kedalam kamar, beginilah realitanya rumah-rumah dan bangunan disudan yang tidak didesain untuk mengatasi turunnya hujan, akhirnya air masuk ke kamar plus bercampur debu (mungkin ini yang dinamakan sengsara membawa nikmat.

badai pasir

Setelah hujan reda air akan tergenang dimana-mana, walaupun hujannya hanya sebentar tapi sudah membentuk kolam-kolam kecil, biasanya genangan air ini akan lama mengering kadang hampir sampai satu minggu, setelah diamati ternyata tanah disudan butuh proses lama untuk menyerap air hujan, akibatnya kita akan berbecek-becek ria. Kembali terbayang ketika baru datang kesudan sebulan kemudian hujan deras ketika pergi kuliah harus pakai sandal jepit karna becek.

Ini hanya sekilas cerita tentang ghubar, tentu saja keadaan seperti ini tidak kita dapatkan di Indonesia, melalui cerita ini sedikit banyaknya mungkin anda bisa merasakan ghubar dan mengenal sudan lebih jauh, dan suatu hari nanti berminat untuk berwisata ke negara ini. Nantikan cerita selanjutnya tentang Sudan (coming soon insyaallah)