Bagaimana Cara Mengatur Category Tag dan Label di Blog
2018-04-21 13:27:30 +0700 +07

Category tag dan label. Tidak asing bukan? Ya setidaknya bagi pengguna Wordpress dan Blogger ketiganya merupakan fitur bawaan dari blog yang sering dipakai ketika membuat konten.

Kalau dilihat sekilas memang mudah dan terlihat ‘ecek-ecek’ tapi tahu nggak kalau dipraktekan secara dan benar ketiga hal tadi memiliki andil besar bagi sebuah blog. Yuk cari tahu…

Taxonomy

Kalau menurut wikipedia sih taxonomy adalah sebuah cara atau metode untuk mengelompokan sesuatu berdasarkan hierarki atau tingkatan tertentu. Pun dalam sebuah blog, sebagai pengelompokan konten.

Pada prakteknya kebanyakan platform blog sudah dilengkapi dengan fitur taxonomy built-in atau bawaan. Contohnya di Wordpress ada category dan tag, sedangkan Blogger tersedia label.

Cara menggunakannya relatif mudah. Untuk mengelompokan artikel pengguna hanya tinggal menambahkah term1 baru atau menggunakan yang sudah ada. Yang jadi pertanyaan apakah kamu sudah mengaplikasikan taxonomy dengan benar?

1. Cara Mengatur Taxonomy di Wordpress

Wordpress memiliki 2 buah taxonomy bawaan. Keduanya punya fungsi yang sama yaitu untuk menyortir konten. Lalu apa perbedaannya, jika sama-sama punya fungsi yang sama?

Nah, inilah yang menjadi masalah. Pada prakteknya banyak pengguna yang bingung untuk membedakan keduanya. Alih-alih membuat konten terorganisir malah menjadi berantakan.

Category

Category bisa difungsikan sebagai alat untuk mengelompokan konten dalam cakupan yang luas. Sebagai contoh jika punya blog yang isinya tentang aktifitas kamu yang dijalani, maka kemungkinan besar terms yang pas untuk category adalah makanan, buku, dan perjalan.

Salah satu manfaat yang paling nyata dari category adalah menu navigasi. Ya konten yang sudah di kelompokan berdasarkan category bisa dijadikan sebagai navigasi bagi pengunjung blog untuk menelusuri konten lebih dalam.

infografis mengatur category di wordpress

Nah, kalau bicara soal rumus atau formula terbaik untuk mengaplikasikan category maka saya lebih menyarankan 1 term untuk setiap blogpost.

Kenapa cuma 1 term, apa tidak boleh lebih?

Boleh saja, tapi dengan catatan category tidak akan berfungsi dengan maksimal dalam mengorganisir konten, artinya konten Kamu akan tetap berantakan.

Mari kita ilustrasikan…

Katakan saja ada sebuah posting berjudul “Tempat Makan Paling Enak di Surabaya” lalu Kamu memberikan 2 buah terms category, misalnya kuliner dan cafe.

Lalu yang mana diantara kedua terms tersebut yang akan dijadikan sebagai navigasi bagi pengunjung, cafe atau kuliner?

Jika postingannya bisa dihitung jari sih masih mungkin untuk diatur, tapi bagaimana kalau ada ratusan atau ribuan?

Itulah alasan dari formula yang saya sebutkan tadi.

Alih-alih membuat konten berantakan dengan memberikan teralu banyak term pada tiap posting, sebaiknya Kamu memanfaatkan fleksibilitas yang dimiliki category dalam mengelompokan kontennya, yaitu dalam bentuk struktur hierarkial.

Yang dimaksud dengan Hierarki disini adalah kita bisa membuat subcategories dari setiap category yang ada. Skema ini cocok untuk kasus blog dengan konten lebih kompleks.

Tag

Tag dibuat untuk menyortir konten atau artikel kedalam kelompok yang lebih detail, pecahan-pecahan keyword atau kata kunci penting yang mendeskripsikan asetiap blogpost lebih mendalam.

Contohnya jika artikel tersebut membahas makanan maka kamu bisa menambahkan tag dengan terms nama makanan, jenis makanan, tempat atau hal yang lain yang benar-benar berhubungan dengan artikel tersebut.

infografis mengatur tag di wordpress

Tidak ada batasan dalam penggunaannya Kamu bisa menambahan term tag sebanyak yang diperlukan, dengan catatan tidak out of topic dari apa yang dibahas dalam artikel tersebut.

Salah satu output nyata dari tag adalah sebagai parameter untuk menentukan “related content” (oleh plugin) Semakin detail tag dari setiap post maka semakin relevan related konten yang akan ditampilkan.

Ahirnya sampai juga di akhir bagian dari cara mengatur kategori dan tag di Wordpress. Untuk menutupnya saya akan memberikan dua catatan tambahan yang tidak kalah penting, diantaranya adalah

  1. Jangan lupa untuk mengelola kedua taxonomy ini melalui modul yang berada di bagian menu posts. Dashboard » Posts » Categories dan Dashboard » Posts » Tags. Di sana Kamu bisa mengatur lebih detail dari setiap term yang dibuat.

  2. Last but not least usahakan untuk selalu konsisten dalam memberikan term taxonomy, baik category ataupun tag.

2. Cara Mengatur Label di Blogger

Untuk menyortir konten post blogspot hanya menyediakan sebuah taxonomy bernama label. Saya sendiri tidak tahu kenapa sih cuma ada 1, entah karena ingin membuatnya simple atau memang ada alasan lain.

Anyhow yang sering jadi isu dari fitur label ini adalah dalam hal memposisikannya, apakah diperlakukan sebagai category atau tag, yang mana yang lebih tepat?

Nah, inilah dilema yang dihadapi oleh pengguna blogspot, dipraktekan seperti category salah pun jika dibuat sebagai tag 😭

Tapi tenang saja, dilema disini bukan berarti kita tidak bisa mengorganisir konten di blogspot loh.

Label di blogspot bisa kita maksimalkan sebaik taxonomy yang dimiliki oleh Wordpress, dengan catatan kita harus ingat kepada tujuan dan maksud dari mengorganisir konten, yaitu memudahkan pengguna atau pengunjung untuk menelusuri konten lebih dalam lagi.

infografis mengatur label di blogger

Nah, kalau begitu mari kita langsung ke formulanya.

Dalam hal ini saya lebih menyarankan agar label di perlakukan seperti category, yaitu mengelompokan konten dalam cakupan yang luas.

Kenapa harus diperlakukan seperti category di Wordpress?

Jadi gini… kalau si label diperlakukan sebagai tag maka Kamu akan sulit untuk membuat navigasi bagi para pengunjung. Ini hampir sama seperti ilustrasi category yang sebelumnya saya bahas.

Coba bayangkan, jika ada postingan dengan label A, B, C D E, E, G mana yang akan Kamu jadikan navigasi, semuanya?

Pada akhirnya konten akan berantakan dan pengunjung akan tersesat…

Alasan lain untuk tidak memperlakukan label sebagai tag adalah kecenderungan dalam hal inkonsistensi.

Blogger tidak menyediakan modul atau editor khusus untuk mengelola taxonomy. Dalam hal ini label hanya bisa di akses melalui editor posting. Semakin banyak label yang dibuat semakin besar inkonsistensi dan kesemerawutannya.

Di akhir bagian cara mengatur label di blogspot ini saya ingin menekankan agar selalu teliti dalam memberikan tems, karena di blogspot label itu case sensitive.

Sebagai contoh term makanan (huruf kecil) akan menghasilkan halaman dengan permalink www.domainkamu.com/search/label/makanan sedangkan Makanan (huruf kapital di depan) outputnya akan menjadi www.domainkamu.com/search/label/Makanan.

Google dan mesin pencari lain akan menganggap itu sebagai 2 halaman yang berbeda. Jika itu terjadi maka akan ada duplikasi. Ingat ya, konsisten dalam memberikan term, apakah menggunakan lowercase2 atau capitalize3


Sum

Mengelompokan konten dengan baik tentu akan mempengaruhi pengguna ketika menelusuri blog, selain itu juga taxonomy punya side effect dalam hal SEO.

Semoga saja artikel cara mengatur category tag dan label di blog ini bisa memberikan perspektif baru dalam mengelola blog.

Nah, sekarang pilihannya ada di tangan Kamu…


  1. nama atau kata kunci dari taxonomy [return]
  2. menggunakan huruf kecil [return]
  3. menggunakan huruf besar di awal kata [return]