CAT BKN Inovasi dan Transparansi di Sektor Publik
2018-11-18 19:26:26 +0700 +07

Adakah diantara teman-teman yang pernah ujian tes CPNS 6 atau 7 tahun yang lalu? Kalau sudah artinya kamu sudah mendekati 30an atau malah lebih 😂 Tenang deh karena saya tidak akan ungkit-ungkit faktor u lagi hihi, selain sama-sama berumur, itu bukanlah topik yang akan saya bahas pada kesempatan ini.

Buat yang pernah tentu ingat dong suka dukanya, mulai dari pendaftaran hingga ujian hampir seluruhnya dilakukan secara manual, dimana pada praktiknya hal tersebut meninggalkan sekelumit masalah.

Ambil contoh saja prosesnya yang ribet, belum lagi tidak adanya transparansi serta akuntabilitasnya yang dipertanyakan. Lalu bagaimana dengan sistem yang digunakan sekarang, apakah masih sama?

Proses Rekrutmen CPNS Berbasis Teknologi Digital

Syukur alhamdulilah, tes atau ujian CPNS sekarang ini lumayan jauh berbeda dengan yang dulu karena Pemerintah atau dalam hal ini Badan Kepegawaian Nasional ( baca BKN) sudah melakukan banyak reformasi dan meninggalkan cara-cara lama yang tidak relevan lagi.

Salah satu yang paling bisa dirasakan perbedaanya adalah dari pemanfaatan teknologi informasi berbasis aplikasi yang diberi nama CAT atau Computer Assisted Testing System dimana bagian penting seleksi atau ujian CPNS dilakukan secara digital dengan bantuan aplikasi dan komputer.

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil

Saya sendiri sudah 2 kali merasakan bagaimana terpacunya adrenalin ketika menjawab ujian CPNS menggunakan CAT. Yang pertama adalah di tahun 2014 dan yang kedua adalah tahun ini, dan overall kesan yang didapat cukup positif karena teknologi semacam ini memang relevan dengan kebutuhan kita saat ini.

Apa sih kelebihan dari penggunaan teknologi seperti CAT dalam proses perekrutan CPNS?

Kalau ditanya soal kelebihan dari sisi peserta sih lebih praktis saja. Enggak ada lagi cerita kertas ujian rusak, hilang atau praktek kongkalingkong menyiasati nilai dengan melakukan penilaian yang tidak valid karena semuanya dilakukan dengan komputasi dan hasilnya pun bisa kita lihat secara real time tanpa perlu menungu berhari-hari lamanya.

Implikasinya tentu sangat besar bagi semua pihak, baik peserta maupun pemerintah sendiri. Praktis, transparan serta akuntabel dan yang paling penting adalah terjaminnya kompetensi individu yang menjadi PNS itu sendiri.

Pengakuan Bank Dunia Terhadap CAT BKN Sebagai Produk Inovasi di Sektor Publik

Nah, walaupun ujian CPNS tahun ini sudah terlewati tapi ada cerita menarik lainnya yang berhubungan dengan si CAT ini yang tiada lain adalah Global Report Bank Dunia yang mengukuhkan CAT BKN sebagai produk unggul dalam kategori Civil Service Management.

Pengunaan CAT dalam proses seleksi CPNS

Menurut perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia penobatan tersebut adalah keberhasilan BKN dan CAT itu sendiri dalam reformasi sistem dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen pegawai negeri sipil yang sebelumnya bermasalah.

Dalam laporan lengkapnya CAT telah memenuhi 4 aspek yang memenuhi unsur peningkatan layanan di sektor publik yang diantaranya adalah

  1. Political Leadership dimana wakil presiden sebagai pemangku jabatan penting membuat kebijakan untuk mengadopsi sistem baru (CAT) untuk seluruh jajaran kementrian dibawahnya.
  2. Aspek Teknologi yang dalam hal ini adalah pemanfaatan dan pengembangan teknologi berbasis aplikasi dalam proses seleksi CPNS
  3. Aspek Transparansi dimana sistem yang dibuat berhasil menciptakan mekanisme perekrutan yang lebih kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan
  4. Aspek Kapasitas Institusi, yaitu penilaian terhadap kesiapan sistem, infrastruktur serta seluruh tahapan lain yang diakukan sebelum ujian CPNS digelar serempak secara Nasional

Sum

Apapun bentuknnya saya rasa pemanfaatan teknologi di sektor pemerintahan tentu bisa menjadi angin segar yang membawa perubahan positif, tinggal bagaimana kita mau mengelola dan mengembangkannya.

Harapan saya sih penobatan CAT sebagai produk unggulan oleh Bank Dunia bisa dijadikan penyemangat untuk terus mengembangan teknologi tersebut agar menyesuaikan dengan perkembangan yang ada, misalnya sistem yang lebih terintegrasi atau tampilan UI/UX yang lebih kekinian, karena terus terang saja dalam hal tampilan memang tidak relevan lagi.