Vaksin Corona Kapan dan Wajibkah Menggunakannya?
2020-12-10 00:00:00 +0000 UTC

Tujuh bulan sudah sejak penyebaran corona pertama ditemukan di Indonesia. Walaupun demikian kita harus tetap optimis, apalagi dengan keberadaan vaksin corona yang sepertinya sudah siap diedarkan secara publik dalam waktu yang tidak lama lagi.

Ada banyak pertanyaan dan pro kontra yang timbul di tengah masyarakat mengenai vaksin untuk covid19 ini. Mulai dari soal kelayakan, biaya dan bagaimana cara untuk mendapatkannya. Nah, supaya tidak simpang siur yuk simak penjelasannya.

Vaksin Corona

Vaksin adalah zat yang bisa merangsang antibodi atau sistem imun manusia untuk mengenali penyakit sebagai ancaman. Dalam kasus ini bahan yang terkandung didalamnya adalah virus korona itu sendiri.

Sederhananya seperti kita melakukan pemutakhiran database komputer agar hal-hal yang sebelumnya asing dan membahayakan, menjadi dikenali oleh sistem pertahanan komputer untuk ditindak lanjuti sehingga tidak lagi membahayakan sistem.

Apakah Aman Untuk Digunakan?

Mikro organisme atau virus yang menjadi bahan utama vaksin corona sudah diproses agar menjadi non-aktif dan tentu saja dihilangkan toksinnya. Hal tersebut dilakukan agar vaksin tidak membahayakan bagi tubuh manusia.

Proses pembuatannya pun tidak instan. Setiap produk yang dibuat harus sesuai dengan standar tertentu yang disarankan oleh WHO. Mulai dari uji pra-klinis hingga tahapan uji klinis dimana vaksin di uji cobakan pada manusia dengan rentang usia dan latar belakang kesehatan yang bervariasi.

Setelah semua proses tersebut dilalui dan dipastikan aman maka vaksin akan memperoleh persetujuan dari pemangku kebijakan terkait (BPOM) agar bisa diproduksi dan digunakan secara publik.

Kapan Bisa Digunakan?

Beberapa waktu belakangan ini kita sudah mendengar banyak berita mengenai beberapa jenis vaksin corona yang sudah diedarkan, bahkan salah satu diantaranya, yaitu Sinovac sudah datang di Indonesia.

Apakah kita sudah bisa mendapatkannya?

Untuk waktu tepatnya belum bisa dipastikan karena setiap vaksin yang akan diedarkan di Indonesia harus mendapatkan persetujuan dari BPOM setelah dilakukan uji klinis lanjutan. Hal ini dilakukan tentu saja agar vaksin bisa dipastikan aman.

Di Indonesia sendiri kita sudah bisa mengetahui vaksin yang akan beredar. Informasi ini bisa dilihat melalui postingan Relawan Siaga di kanal Instagam mereka yang menyebutkan 6 vaksin berikut ini, yaitu:

  1. Sinovac (China)
    Dapat memicu antibodi setelah 4x suntikan
  2. Pfizer (Belgia)
    Efektifitas 95% dan izin penggunaan darurat FDA (BPOM USA)
  3. Moderna (USA)
    Efektifitas 95% dan izin penggunaan darurat FDA (BPOM USA)
  4. AstraZeneca (UK)
    Efektifitas 70% dan izin penggunaan darurat FDA (BPOM USA)
  5. Sinopharm (China)
    N/A
  6. Bio Farma (Indonesia)
    N/A

Jika ke enam vaksin di atas tadi lolos tahap pengujian maka bisa diperkirakan akan beredar secara masal pada awal tahun 2021. Sebagai tambahan, harga dari vaksin-vaksin tersebut berkisar di angka 50 hingga 200 ribu rupiah dimana sebagian diantaranya akan ditanggung oleh pemerintah.

Sum

Meskipun vaksin-vaksin tersebut dibuat dalam waktu yang relatif lebih singkat namun dalam prosesnya tetap dilakukan dengan kehati-hatian tanpa memotong tahapan yang sudah menjadi standar baku.

Dengan begitu kita bisa memastikan bahwa:

  • Vaksin bisa kita manfaatkan sebagai salah satu usaha untuk menghambat penyebaran virus covid19.
  • Vaksin relatif aman digunakan karena secara teori sudah melalui proses dan tahapan yang berlaku.
  • Protokol kesehatan harus tetap dijalankan karena vaksin yang ada saat ini belum bisa dipastikan 100% dapat mengentikan penularan virus covid.

Nah, sebagai tambahan sebaiknya kita harus terus mengikuti update dan perkembangan berita mengenai covid melalui sumber-sumber yang terpercaya seperti Halodoc dimana kita bisa mendapatkan berita hingga konsultasi soal kesehatan.