Icip-icip Makanan Sudan
2018-02-19 14:11:17 +0700 +07

Alhamdulillah kemarin sore seorang teman mengajak makan-makan di sedi beih, sudah 2 tahun keberadaanku disudan belum pernah sekali pun aku menginjakkan kaki di math’am (restoran) ini. dulu aku mengira tempat ini bukanlah restoran namun bagiku lebih mirip tempat menjual alat-alat elektronik, namun tenyata sedi beih adalah salah satu math’ah yang bersih dan lumayan terjangkau untuk saku mahasiswa.

Di asrama teman-teman dari Thailand sering memesan salah satu makanan yang ada di math’am ini yaitu fathirah, mereka menyediakan paket delivery jadi kita menelpon dan memberi tau alamat, maka pegawai math’am ini akan mengantar pesanan makanan ke alamat kita.

Semenjak itulah aku mengenal fathirah, dan tentu saja menjadi tau sedi beih itu adalah math’am dan bukan tempat menjual barang-barang eletronik.

Walaupun makanan pokok sudan adalah isy (roti) namun kebanyakan math’am disini menyediakan nasi juga, walaupun nasinya adalah nasi kuning, termasuk di math’am ini juga menyediakan nasi.

Sudah 2 tahun menetap di negeri dua nil ini namun belum sepenuhnya aku bisa menyukai makanan-makanan disini, setiap masuk math’am pasti aku akan bertanya : apakah disini menyediakan nasi???, karena kesehariannya biasa aku dan teman-teman masak sendiri di asrama dan jarang makan diluar, kecuali kalau sedang ada keperluan diluar seharian dan mewajibkan harus makan siang atau makan malam diluar.

Sedi beih ini terdiri dari dua lantai, tempatnya juga bersih dan nyaman, pelayannya juga ramah-ramah dan rapi, sepanjang pengamatanku pelayan nya semuanya laki-laki, aku dan teman-teman memilih untuk duduk dilantai dua, dilantai dua juga tersedia ruang VIP, kalau kita ingin duduk dalam ruangan VIP cukup menambahkan uang 10 Sdg., tak lama kemudian seorang pelyan datang dan membawa daftar menu makanan, dan inilah makanan yang aku dan kawan-kawan pilih…

fathirah

Ini adalah salah satu makanan disudan yang aku suka, namanya fathirah dari roti yang isi nya daging ayam atau daging lembu, tapi aku lebih suka isi nya daging ayam, rasanya gurih, terdiri dari irisan-irisan daging dan bumbu-bumbu serta mayones, roti tersebut dibakar dan ada taburan habbatussaudak(jintan hitam), tentunya dengan sedikit saos menambah lezat makanan ini.

firakh

Ini adalah firakh masywi sejenis ayam bakar tapi rasanya beda dengan ayam bakar di indonesia , mempunyai ciri khas rasa rempah-rempah disajikan dengan sedikit nasi kuning, ditambah irisan jeruk nipis dan tomat serta a’jur (sejenis mentimun), ditambah dengan kentang goreng dan jarjir (jenis sayur-sayuran untuk lalapan).

sallatah

Berikutnya adalah sallatah, irisan dari paprica, bawang, jarjir, tomat dan jeruk nipis serta ditaburi seledri ditambah dengan mayones dan dakwa (bumbu kacang sejenis bumbu ketoprak) menghiasi piring putih, makanan tersebut adalah sallatah, biasa nya sallatah ini tidak pernah ketinggalan ketika orang-orang sudan sarapan pagi atau siang.

syurbah

Sedangkan dicangkir kecil dinamakan dengan syurbah, kalau kita membuka kamus syurbah itu artinya sop, tapi jangan di bayangkan seperti sop yang ada di indonesia, syurbah ini terasa sekali rempah-rempahnya, biasa di math’am sengaja disediakan gratis, dengan sedikit perasan jeruk nipis dinikmati ketika masih hangat akan terasa nikmat bagi yang menyukai syurbah ini.

Ini hanya beberapa menu makanan yang tersedia di math’am sedi beih masih banyak makanan-makanan lain yang belum aku icip-icip ditempat ini, kalau minuman nya tersedia berbagai macam juice layaknya seperti di indonesia. dan jangan heran disetiap math’am hampir semua tersedia menu dari daging, walaupun ada satu atau dua math’am yang menyediakan menu seperti ikan.

Sedikit banyak nya kita semua bisa mengenal sudan selain lewat budaya juga lewat makanan nya yang khas, siapa tau suatu hari nanti anda bisa mengunjugi negara ini. menikmati detik-detik terakhir di negeri ini, ingin rasanya bisa wisata kuliner ke tempat-tempat lainnya.