Keukarah Kue Khas Aceh
2018-02-20 01:09:12 +0700 +07

Keukarah adalah kue khas Aceh yang mulai langka didapatkan, sejak kecil hingga sekarang saya sangat menyukainya selain tekstur yang garing dan renyah bentuknya juga sangat unik seperti sarang burung, namun di wilayah barat aceh bentuknya ada yang segitiga dengan ukuran kecil maupun besar sedangkan di tempat saya tinggal aceh timur bentuknya menyerupai bulan sabit.

Dulu sebelum nenek meninggal beliau mahir membuat kue-kue tradisional mulai dari meuseukat, bhoi dan salah satunya keukarah ini dan banyak menerima pesanan pada hari raya atau ketika acara pernikahan, pesanan itu sendiri datang dari tetangga maupun sanak saudara.

Karah, saya lebih senang menyebutnya seperti itu, dan biasanya banyak kita temukan ketika hari raya idul fitri dan idul adha, atau acara hantaran pengantin, setiap kali bertamu ke rumah sanak saudara banyak saya temukan kue ini, ternyata tidak semua rumah menyediakannya pada setiap lebaran karena mereka lebih memilih kue-kue modern lainnya keukarah.

Di tempat tinggal saya dulu ada beberapa orang yang berprofesi sebagai pembuat keukarah dan usia mereka sekitar 50-an, seiring berjalan waktu mereka ini meninggal satu persatu karena faktor usia dan sakit kebetulan juga ibu saya di rumah suka memesan karah pada mereka.

Sebenarnya bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya sangat simple dan mudah didapatkan di pasar namun entah mengapa sedikit sekali yang bisa membuatnya, suatu hari saya pernah bertanya pada ibu dan jawabannya ternyata proses pembuatannya lumayan rumit juga sehingga orang-orang enggan membuat sendiri, kalau pun ada biasanya ilmu tersebut turun temurun dari orang tua, misalnya sang ibu dulunya seorang pembuat karah kemudian ketika si ibu meninggal anaknya yang akan mewarisi usaha tersebut.

Di dalam keluarga saya hanya Uwak kakak dari ayah yang bisa membuat karah, setiap lebaran beliau selalu membuatnya untuk kami sekeluarga, terkadang kiriman kami dapatkan walaupun sedang tidak lebaran atau hajatan besar lainnya.

Dua tahun yang lalu ketika masih kuliah di Sudan libur musim panas saya pulang ke tanah air dan kembali ke Sudan setelah idul fitri sebagai oleh-oleh saya membawa kue-kue tradisional termasuk keukarah untuk teman-teman dari berbagai negara, diluar dugaan mereka juga menyukainya ditambah lagi akan lebih maknyus saat memakannya dicelupkan ke dalam kopi atau teh seperti kebiasaan orang-orang sudan yang suka ngeteh pagi dan sore hari sehingga klop saat disuguhkan kepada mereka oleh-oleh keukarah.

Bagaimana cara membuat kue ini dan apa saja bahan-bahannya, kita mulai dari bahannya yaitu tepung beras diberi air kemudian ditambah gula sebagai rasa pemanis adonan, semua bahan diaduk rata menjadi satu, kemudian cara pembuatannya memakai cetakan yang terbuat dari tempurung kelapa yang bentuknya seperti sendok kayu yang dulu banyak dipakai oleh masyarakat Aceh (di rumah saya masih memakai sendok kayu tersebut), kemudian di bawah tempurung kelapa diberi lubang sebanyak mungkin dan ukuran lubangnya sebesar ujung lidi.

Nah kemudian masukan adonan tadi kedalam cetakan kemudian goyang-goyang cetakan tadi di atas minyak goreng yang telah dipanaskan sebelumnya, begitu adonan jatuh ke dalam minyak segera bentuk dengan menggunakan sendok kayu lalu tunggu hingga warnanya kecoklatan, setelah itu angkat lalu tiriskan dan siap disajikan, yang harus diingat adalah cara menggorengnya harus satu persatu sehingga butuh banyak waktu serta kesabaran yang extra.

Untuk menikmati keukarah tak perlu menunggu lebaran atau acara pernikahan, sebagai kue khas aceh walaupun kita tidak bisa membuatnya sendiri sekarang banyak dijual di gerai-gerai sepanjang jalan lampisang menuju lhokNga Banda Aceh, atau bisa mengunjungi pasar-pasar tradisional dan sangat cocok dibawa sebagai oleh-oleh untuk teman-teman ataupun sanak saudara ketika anda mengunjungi Aceh.