Lagu Anak Semakin Langka
2018-02-19 16:35:37 +0700 +07

Semua kita pernah melewati masa kanak-kanak, dunia kanak-kanak begitu menyenangkan dan tak heran jika kita pernah ingin kembali ke masa itu. Banyak hal yang menarik yang kita lewati semasa kanak-kanak, dunia kanak-kanak memang menjadi masa yang tak pernah terlupakan dalam hidup.

Berbicara tentang dunia anak-anak ada hal yang meresahkan hati saya sehingga ingin menulis postingan ini, ingatkah kita pada masa kanak-kanak suka bernyayi dan menyanyikan lagu-lagu seperti Balonku, Naik-naik ke puncak gunung, atau Abang tukang bakso?, pada saat saya masih kecil lagu-lagu ini kerap saya nyanyikan bersama teman-teman sebaya kala itu.

Anak-anak seharusnya berada pada dunia mereka bukan di dunia orang dewasa, berbicara dunia hiburan di tanah air tidak terlepas dari musik. Sangat disayangkan hiburan musik yang ditayangkan oleh televisi-televisi didominasi oleh lagu-lagu untuk orang dewasa, baik acara musik tersebut ditayangkan pagi, sore ataupun malam hari.

Sedangkan yang menjadi penonton televisi itu berasal dari kalangan anak-anak hingga orang tua, tak heran jika masa sekarang ini anak-anak lebih hafal lirik lagu-lagu untuk orang dewasa yang benuansa cinta, patah hati ataupun perselingkuhan.

Dan ditambah lagi dengan menjamurnya demam boyband dan girlband di Indonesia, sungguh ironis para fans girlband dan boyband mayoritas berasal dari kalangan anak-anak yang begitu mengidolakan mereka serta sangat hafal lirik lagu-lagu idola tersebut.

Sebagai seorang kakak dan mempunyai 2 orang adik yang masih duduk di bangku SD, lumrah saja saya merasa gelisah dengan keadaan ini, adik saya yang baru duduk kelas 3 SD dengan lancarnya menghafal lirik lagu dari girlband dan boyband yang sedang menjamur sekarang ini.

Walaupun begitu saya terus mengenalkan kepada mereka lagu anak-anak, dan sering mengajak mereka ikut bernyanyi beberapa lagu anak jaman dulu yang sampai sekarang masih menjadi hits.

Sebuah pertanyaan menohok hati saya, ketika suatu sore adik kecil saya menanyakan arti “selingkuh” kepada saya, terdiam sesaat kemudian saya bertanya, dari mana dia tau kata-kata selingkuh, dan ternyata kata-kata itu dia dapatkan dari sepotong lirik lagu yang sangat di hafalnya.

Sangat miris dengan segala usaha saya mencoba memberi pengertian untuk adik saya yang masih kecil itu. Tentu saja ini menjadi keresahan hati saya, selain bisa mempengaruhi psikologis mereka, hal ini juga bisa menjadikan mereka mengetahui hal-hal yang belum saatnya mereka ketahui.

Dulu sewaktu saya masih kecil, setiap hari minggu ada acara khusus di TVRI yang menayangkan lagu anak-anak yaitu Panggung gembira anak-anak, para penghiburnya adalah artis cilik seperti Melissa dengan lagu abang tukang baksonya, Joshua, Enno lerian, trio kwek-kwek dll, pada masa itu dunia hiburan anak-anak begitu semarak sehingga menjadi tontonan yang sesuai untuk mereka.

Namun hal tersebut tidak saya dapatkan sekarang ini, walaupun penyanyinya anak-anak namun isi dari lagu tersebut tidaklah sesuai dengan dunia mereka.

Hal lain bisa kita lihat dari kontes penyanyi cilik yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi walaupun kontes tersebut untuk penyanyi cilik namun sangat disayangkan lagu yang di bawakan pada kontes tersebut mayoritas adalah lagu-lagu orang dewasa.

Tentu saja ingatan kita takkan pernah pudar pada artis cilik yang pernah berjaya pada masanya sampai sekarang juga masih eksis dalam dunia hiburan walaupun mereka sudah remaja, sebut saja penyanyi cilik seperti Tasya, Sherina, Agnes Monica, Puput melati, Bondan Prakoso, Tina Toon, mereka semua pernah memberi warna pada dunia musik anak-anak, tentu saja lirik lagu-lagu mereka pada saat itu sesuai dengan dunia mereka yang masih anak-anak.

Anak-anak seharusnya berada pada dunia mereka bukan di dunia orang dewasa, lantas menjadi tanggung jawab siapakah hal ini?, tentu saja menjadi tanggung jawab kita bersama, baik orang tua dengan memberikan pengertian kepada anak, serta pemerintah dan para seniman di industry musik untuk menyemarakkan dunia hiburan anak-anak sesuai dengan dunia mereka, juga media televisi memberikan ruang khusus untuk hiburan anak-anak.

Bagaimana menurut kamu?