Mana yang Valid, data GA, GSC atau Blog Stats? Ini Jawabannya
2018-07-09 05:22:55 +0700 +07

Beberapa bulan lalu Saya sempat membaca obrolan seru di sebuah WAG. Kalau tidak salah sih saat itu topiknya adalah tentang validitas data/statistik dari tools yang biasa digunakan oleh blogger untuk melacak informasi pengunjung blog.

Sebut saja Google Analytics (baca:GA), Google Webmaster/Search Console (baca:GSC) dan blog stats (Wordpress atau Blogger). Adapun yang menjadi inti permasalahannya adalah selisih atau perbedaan data yang diperlihatkan ketiganya.

Jika tidak percaya silahkan cek jumlah organic search GA dengan statistik click dari GSC. Gimana, apakah ada selisihnya?

Mana yang Paling Valid?

Bagi sebagian orang perbedaan tersebut jelas sangat membingungkan, dan ujung-ujungnya cenderung membuat mereka untuk memilih dan percaya kepada tools yang angka statistiknya lebih besar. Wajar juga sih, Siapa coba yang mau melihat pengunjung blognya sedikit, mendingan pilih yang statistiknya lebih besar.

Tapi tunggu dulu! Kalau mau objektif tentu Kita tidak bisa mengambil kesimpulan hanya berdasarkan angka yang ditampilkan bukan? Nah, sebelum terlanjur salah persepsi bagaimana kalau Kita mencari tahu lebih dalam lagi. Apakah karena ada data yang tidak valid atau disebabkan oleh faktor lain.

Google Analytics vs Search Console vs Blog Stats

Google Analytics, Search Console dan Blog Stats adalah produk dari entitas yang punya nama besar, Google dan Wordpress.com. Apa mungkin kedua perusahaan ini berani melemparkan produk yang ecek-ecek ke publik? Berdasarkan reputasinya saja Kita sudah bisa mengira-ngira kualitas dari setiap produk yang mereka buat.

Ok, untuk sementara nggap saja ketiganya akurat, tapi kenapa angkanya yang dihasilkan bisa berbeda? Nah, dari beberapa sumber yang pernah Saya baca ternyata dibalik semua ada beberapa alasan yang logis. Apa saja itu? Yuk simak.

1. Mekanisme

Ketiga alat ini punya mekanisme dan cara yang berbeda dalam mengumpulkan informasi mengenai arus pengunjung. Jika blog stats dan GSC hanya mengandalkan log file di sisi server maka sistem yang dimiliki GA relatif lebih kompleks. Setiap data yang dikumpulkan akan bergantung script analytics dan interaksi para pengunjung.

Ilustrasinya ketika pengguna membuka halaman web, browser akan membaca kode analytics dan perintah yang ada di dalamnya, lalu dilanjutkan dengan mengirim seluruh informasi terkait si pengguna dan aktifitas yang dilakukannya.

Dalam keadaan tertentu seperti koneksi internet yang terganggu, browser/perangkat dalam mode privat atau script yang tidak dipasang dengan benar bisa membuat GA gagal dalam mengumpulkan informasi.

Berdasarkan fakta tersebut persentase kegagalan dan hilangnya data lebih dominan terjadi pada GA. Jadi jangan heran jika suatu saat mendapati selisih angka statistik diantara ketiga alat tersebut.

2. Metrik, Fungsi & Kapabilitas

Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan oleh para pengelola web (termasuk blogger) adalah memprespsikan ketiga alat ini memiliki metrik, fungsi dan kapasitas yang sama dalam mengumpulkan informasi, padahal faktanya tidak.

Walaupun memiliki fitur search analytics yang mampu menampilkan jumlah pengunjung, sebenarnya GSC lebih difungsikan sebagai alat untuk mengelola dan memantau keberadaan web di mesin pencari Google. Contohnya mengatur konten/halaman mana yang harus ditampilkan, mana yang tidak.

Kalau GA lain lagi ceritanya. Jika data yang dihasilkan GSC hanya bersumber dari mesin pencari Google maka GA tidak punya batasan. Kta bisa melacak traffic blog dari berbagai sumber.

Karakteristiknya sebagai web beacon memungkinkan alat ini untuk menampilkan wawasan yang lebih komprehensif, contohnya dalam hal menyortir dan mengolah data.

Lanjut ke alat berikutnya, blog stats bisa dikatakan sebagai versi generik dari GA. Sederhana, mudah dimengerti dan tidak membatasi sumber informasi, tapi di sisi lain data yang ditampilkan lebih statis dan tidak bisa diolah.

Konklusinya, perbedaan metrik, fungsi dan kapabilitas ketiga alat ini akan menghasilkan output data yang berbeda juga.

3. Filter

Jika kita bicara soal traffic atau arus pengunjung blog maka yang ada dalam pikiran Kita adalah manusia, padahal pada prakteknya tidak selalu demikian. Ada kalanya dalam waktu tertentu data dan statistik yang kita lihat bukan benar-benar manusia, melainkan sebuah bot.

Apa itu bot? Pada dasarnya bot adalah sebuh program komputer yang khusus dibuat untuk merayapi atau menelusuri halaman web. Apa tujuan dan fungsinya? Ya tergantung, tapi kebanyakan sih bot ini berasal dari mesin pencari (Bing, Gooogle, Yahoo, Yandex dll) atau referral spam dari website yang tidak jelas.

Lalu apa hubungannya dengan ketiga alat yang Kita bicarakan ini? Nah, hubungannya adalah perbedaan dalam memperlakukan atau menyaring informasi pengunjung yang akan ditampilkan kepada Kita.

Jika yang dibutuhkan adalah wawasan data akurat sebagai analisa untuk ditindaklanjuti maka GA adalah jawabannya. Bisa dikatakan mekanisme dan cara kerjanya lebih akurat dalam menyortir bot. Jikapun ada bot yang lolos GA menyediakan fitur untuk menyortirnya.

Sebaliknya dengan statistik GSC dan blog stats, keduanya tidak bisa diandalkan karena kemungkinan tercampurnya data antara pengunjung manusia dan bot lebih besar.

Sum

Sah-sah saja jika diantara Kita berpendapat “yang ini akurat, yang itu tidak” atau sebaliknya. It’s just a matter of choice karena secara teknis memang tidak ada yang 100% sempurna. Ketiganya punya kemungkinan untuk error dan gagal dalam mengumpulkan data, tapi di sisi lain masing-masing alat tersebut bisa dikatakan valid dalam fungsi, cara juga mekanisme yang digunakannya.

Kalau mau merujuk poin-poin di atas tadi seharusnya Kita bisa melihat fakta yang lebih objektif. Soal mana yang terbaik dan cocok untuk Kita gunakan akan kembali kepada kebutuhan Kita sendiri.

  1. Jika Kamu aware dalam hal optimasi web dan riset untuk pengembangan konten atau keterikatan dengan pembaca maka gunakanlah GA. Akurat, detail, lengkap dan bisa diandalkan.

  2. Jika ingin mengatur memastikan eksistensi blog di mesin pencari Google maka gunakanlah Google Search Console.

  3. Jika butuh alat pelacak versi generik dengan wawasan alakadarnya atau merasa GA terlalu rumit dan membingungkan maka gunakanlah blog stats.

Bagaimana jika mengunakan ketiganya?

Tentu boleh, malah sangat disarankan. Banyak manfaat yang bisa Kita dapatkan dari ketiganya, tapi ingat! jangan pernah membandingkannya secara head to head. It’s a three different tools with a different purpose and capabilities.

Semoga saja tulisan ini bisa menjadi rujukan dalam menggunakan GA, GSC dan blog stats sebagaimana mestinya.