Post vs Page dan Apa Perbedaan Keduanya
2018-04-30 13:40:30 +0700 +07

Apa sih perbedaan post dan page? Ini bisa jadi pertanyaan yang pertama terlintas di pikiran para pengguna blog ketika pertama kali membuka dashboard, karena pada prakteknya masih banyak yang belum bisa membedakan antara keduanya.

Sama-sama berawalan p, tampilan editornya sama pun dengan outputnya. Lah terus apa bedanya dong?

Tentu beda dong. Logikanya post dan page dibuat karena ada tujuan dan alasan tertentu, baik di Wordpress, blogspot atau platform yang lainnya.

Supaya tidak bingung memulainya mari lupakan dulu platform blog yang Kamu gunakan sekarang ini, karena apapun itu pengetiannya akan sama, post adalah post dan page adalah page… 😊

1. Page

Pada dasarnya page adalah halaman statis bagian (baca: section) dari website dan blog dengan konten yang jarang atau bahkan sama sekali tidak dirubah atau diupdate.

Wah kalau pengertiannya begitu berarti konten atau isi dari page tidak dapat dirubah dong?

Boleh, bisa dan sah-sah aja, konten atau informasi yang dibuat di section page bisa dirubah kapanpun Kamu mau. Jadi statis disini bukan berarti kontennya permanen.

Istilah statis tersebut bisa jadi merujuk kepada awal mula sejarahnya website itu sendiri, jauh sebelum adanya aplikasi web dinamis dan blog seperti yang kita gunakan saat ini.

Saat itu website adalah aplikasi statis yang diisi oleh segelintir halaman saja, dan kontennya jarang sekali diupdate karena untuk merubahnya pemilik harus mau berhadapan dengan kode-kode HTML, yang pada saat itu hanya bisa dilakukan oleh developer web.

Nah, cukup sampai disini dulu ngobrol tentang sejarahnya, let’s go back to the present…

Bisa Disusun Secara Hierarki

Pada beberapa platform CMS seperti Wordpress, page bisa disusun secara hierarkial, dimana kita bisa membuat subpages dari sebuah page plus kita bisa mengatur urutannya.

Tidak Memiliki Taxonomy

Page tidak dilengkapi taxonomy seperti category, tag atau label. Artinya Kamu tidak bisa mengelompokan halaman-halaman yang dibuat di section pages.

Tidak Dilengkapi Log Tanggal

Selain taxonomy, page tidak memiliki timestamp atau catatan tanggal penerbitan. Artinya kita tidak memiliki kemampuan untuk mengurut, mengkronologiskannya berdasarkan tanggal.

Informasi Satu Arah

Umumnya page dibuat sebagai media informasi yang bersifat 1 arah, salah satu contohnya adalah tidak adanya form komentar adalah tidak adanya form komentar.

Loh kok di blog saya bisa nambahin form komen di page?

It’s just a matter of choice, bisa saja dalam kasus tertentu kita butuh kolom komentar. Mungkin karena itulah platform yang Kamu gunakan memberikan opsi untuk memunculkan komen. Tapi kalau mau mengikuti pattern yang umum maka sebaiknya kolom komentar ditiadakan, misalnya apakah perlu ada kolom komentar di halaman disclosure?

Jadi kesimpulannya apa sih page itu?

Dari analisa di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa konten yang punya kriteria tidak terikat dengan waktu, informasi 1 arah, tidak perlu dikelompokan, mungkin perlu disusun secara hierarki dan jarang diupdate adalah yang paling pas untuk dijadikan page.

Contohnya?

Halaman about, contact, disclosure, pricing atau list atau daftar dari konten bahkan landing page.

2. Post

Jika kita berbicara soal blog maka post adalah bagian yang wajib dan tidak dapat terpisahkan. Post adalah konten dengan urutan kronologis terbalik. Karena itulah post sering juga disebut dengan istilah blogpost.

Memiliki Timestamp

Setiap post yang dibuat akan dilengkapi dengan timestamp, yaitu tanggal penerbitan atau tanggal update terakhir. Salah satu fungsi dari timestamp tersebut agar post dapat di urutkan berdasarkan tanggal layaknya seperti sebuah jurnal harian atau diari.

Bisa Dikelompokan

Post biasanya memiliki fitur taxonomy (category, tag, label dll) agar setiap konten post dapat diorganisir dengan mudah.

Sociable

Blogpost biasanya dibuat lebih interaktif, komunikasi 2 arah, baik dari segi konten yang dibuat plus fitur yang disediakan, misalnya seperti kolom komentar, tombol berbagi, tombol feed dll.

Non Hierarki

Post tidak memiliki kemampan untuk menstrukturisasi atau menyusun dirinya secara hierarkial.

Sum

Menggunakan sesuatu berdasarkan fungsi dan peruntukan tentu akan lebih maksimal. Semoga saja artikel ini bisa sedikit memberi pencerahan mengenai perbedaan antara page dan post.