Serunya Meraih Prestasi dan Peluang di Era Digital Melalui Blog
2018-11-19 15:32:46 +0700 +07

Entah kenapa tiba-tiba jadi ingat waktu membuka dashboard blog untuk pertama kalinya. Kikuk, bingung juga malas duluan setelah melihat tombol-tombol dan menu konfigurasi yang berjejeran. Punya pengalaman serupa?

Saya yakin semua orang pernah mengalami hal yang sama, karena di era transformasi digital seperti saat ini semua aktifitas yang dilakukan ujung-ujungnya akan berurusan dengan produk-produk teknologi, terutama yang berhubungan dengan internet.

Ada yang menyebutnya dengan istilah Internet of Things (Iot) atau revolusi industri 4.0, tapi apapun itu yang pasti ini adalah zaman dimana segala sesuatunya mulai terintegrasi dengan internet, apakah itu berbentuk aplikasi maupun perangkat keras. Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita siap menghadapinya?

Kata Siapa Mempelajari Teknologi itu Susah?


Filosofi dari teknologi sendiri sebenarnya adalah tentang mencari cara rasional untuk mempermudah atau menyederhanakan sebuah aktivitas, sayangnya masih banyak diantara kita yang masih risih untuk bersentuhan dengan teknologi itu sendiri.

Percaya deh kamu akan rugi kalau masih punya mindset seperti itu, tahu kenapa? Seiring dengan berjalannya waktu teknologi akan semakin berkembang dengan pesat, dan itu sudah bisa kita lihat dari keadaan yang ada saat ini.

Belum habis yang satu eh muncul lagi versi lain yang lebih canggih. Kurang greget gimana coba. 😵 Artinya ketinggalan sedikit saja kita bisa kelimpungan, bahkan tidak mungkin bisa kehilangan pekerjaan atau peluang emas lainnya.

Peluang seperti apa? Ok, kalau penasaran dan mau tahu lebih banyak tentang peluang yang bisa kamu dapatkan yuk ikuti pengalaman seru saya, dari awal “gaptek” hingga saat ini.

Pengalaman Seru dari Nge-Blog & Dunia Maya


Jadi gini ceritanya, tepat 11 tahun yang lalu ketika melanjutkan studi S2 jurusan Teaching Arabic to Non Arabic Speakers nun jauh di Afrika sana saya sering merasa kangen dengan keluarga dan kampung halaman. Nah, untuk menghapus perasaan tersebut tentu saya butuh pelampiasan, yaitu dengan menulis.

Awalnya sih menulis diary saja, tapi setelah beberapa lama saya memberanikan diri untuk menggunakan platform digital yang tidak lain adalah blog. Kenapa blog bukan yang lainnya?

Jujur saja alasannya bukan karena saya tech-savvy atau terbiasa dengan hal-hal yang berbau internet. Boro-boro blog, buka surel dan Facebook saja linglungnya bukan kepalang, jadi kalau ditanya kenapa memilih media blog maka jawabannya bukan karena keinginan sendiri melainkan atas dorongan beberapa teman yang sebelumnya memang sudah menggunakan blog.

Coba tebak dimana saya bikin blog?

Yup, benar sekali! Blogger atau yang lebih dikenal dengan nama blogspot. Seperti yang saya katakan di awal tadi ribetnya bukan main, kalau enggak salah sih perlu waktu sebulan lebih hingga akhirnya bisa menggunakan fitur standar yang ada dengan baik. Norak kan? 😅

Singkat cerita mulailah saya mengisi konten blog dengan tulisan yang seadanya tanpa memikirkan optimasi seperti SEO, estetika tampilan dan detail lainnya, tapi seiring berjalannya waktu kok malah timbul banyak pertanyaan dalam kepala saya. Bagaimana supaya mendapatkan banyak pengunjung, apa yang harus dilakukan untuk monetize dan seterusnya.

1# Mendapatkan Banyak Ilmu dari Berbagai Komunitas

Mencari jawaban sendiri hanya dengan bermodalkan internet dan Google ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena yang didapatkan malah panduan dan metode yang berbeda-beda. “Mungkin perlu pembimbing ya?” pikir saya dalam hati. Masalahnya dimana saya bisa mendapatkannya karena pada waktu itu orang-orang yang saya kenal tidak ada yang punya minat sama.

Sempat bingung juga sih, sampai akhirnya saya berkenalan dengan yang namanya komunitas di dunia maya. Nah, mulai itulah misteri dari pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya muncul di kepala mulai terkuak. Apa yang saya dapatan dari komunitas?

  1. Jaringan & Pertemanan
    Salah satu keuntungan yang saya dapatkan adalah menjalin pertemanan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang serta profesi yang berbeda-beda, dan saya yakin sekali kalau pertemanan tersebut akan mendatangkan peluang lain di masa yang akan datang.
  2. Pengalaman & Ilmu
    Inilah nilai yang penting dari sebuah komunitas yaitu sebagai forum dimana para anggotanya bisa saling berbagi sekaligus mendapatkan illmu dari sesama anggota yang lebih punya pengalaman.

2# Mulai Mengenal Teknologi Webstack

Mendapatkan banyak jawaban dan ilmu dari komunitas malah membuat saya semakin tertarik untuk lebih mendalami dunia blog khususnya yang berhubungan dengan desain dan teknologi website itu sendiri.

Dipikir-pikir sih tidak terbayang juga dari “gaptek” bisa mendalami webstack dan front-end seperti sekarang ini, rasanya seperti mimpi karena memang diawali oleh hal-hal sepele yang merupakan implikasi dari nge-blog seperti mempraktekan SEO, membeli domain, mengutak-atik template Blogger hingga coba-coba platform blog self-hosted Wordpress.

Eh lama-lama jadi penasaran juga bagaimana cara membuat blog mulai dari nol. Nah, dari situlah mulai merasa ketagihan deh dengan keseruan dunia koding, apalagi setelah tahu bahwa kenyataannya tidak sesulit yang dibayangkan.

Walaupun terbilang masih programmer abal-abal dan belum profesional tapi sedikitnya saya bisa memanfaatkan ilmu tersebut untuk keperluan sendiri. Beberapa diantaranya adalah aplikasi dekstop untuk perpustakaan lab kampus, theme premium dan blog ini sendiri.

Memang semudah itu ya? Tidak juga sih karena apapun yang kita pelajari pasti memerlukan waktu. Dalam kasus ini sih hitungannya tahunan tapi itu tergantung juga orangnya, kalau lebih tekun dan pintar bisa saja dalam hitungan bulan.

3# Dapat Uang dari Blog dan Undangan Meetup Google

Inilah bonus dari apa yang saya lakukan selama ini yaitu mendapatkan keuntungan finansial dan penghargaan, baik yang berhubungan langsung dengan blog ataupun tidak. Berapa banyak yang saya dapatkan?

Hmm … kalau soal nominal saya tidak bisa sebutkan soalnya takut dibilang sombong takabur dan riya 😜 tapi yang pasti bisa lah nabung buat beli gawai, jalan-jalan, jajan domain dan hosting untuk beberapa tahun, gimana lumayan kan?

Soal sumbernya sendiri bisa dibilang beragam, dari mulai nge-buzzer, mengulas produk, jualan theme atau bahkan dari sesuatu yang tidak pernah terbayangkan seperti mendapatkan hadiah dan penghargaan dari kompetisi menulis di blog.

Nah, ngomong-ngomong soal penghargaan ada cerita menarik yang bagi saya adalah sesuatu yang tidak bisa dilupakan, yaitu mendapatkan undangan dari Google dalam rangka meetup rutin di Singapura pada tahun 2016.

Ceritanya sih berawal dari keisengan saya ikut berkontribusi di forum bantuan Google untuk produk Blogger karena jujur saja waktu itu saya ingin berkontribusi dengan membantu pengguna Blogger, ya hitung-hitung balas jasa karena dulu pun saya banyak mendapatkan ilmu dari komunitas juga.

Aktifnya sekitar 2-3 bulan, kerjaannya ya cuma buka forum dan menjawab pertanyaan dan keluh-kesah para pengguna platform Blogger saja sampai akhirnya saya mendapatkan email dari tim Google yang secara langsung mengikutsertakan saya dalam program mereka yang bernama Top Contributor (sekarang dirubah menjadi Google Experts).

Lagi-lagi ketagihan deh, apalagi setelah diangkat jadi Rising Star (sebutan untuk anggota baru di program Top Contributor) di forum tersebut, selain bisa tahu berita terbaru mengenai produk Blogger saya pun bisa berkomunikasi bebas dengan sesama admin dan tim Google.

Sayangnya saya harus mengudurkan diri dari program tersebut karena semakin hari beban mengajar di kamus terus bertambah, mau tidak mau saya harus merelakan kesempatan diundang ke markas Google di tahun berikutnya.

Memulai Blog Sendiri? Siapa Takut


Wuih panjang juga ya ceritanya 😂 Sebelum kepanjangan saya ingin menyampaikan intisari dari pengalaman saya di atas yaitu jangan pernah takut untuk berhadapan dengan teknologi, malah sebaliknya karena di era yang serba digital ini kita harus bisa mengikuti patron yang ada yang tidak lain adalah internet.

Nah, kalau sudah berhubungan dengan internet maka pilihannya adalah memiliki website dan blog sendiri. Loh kenapa harus website dan blog?

1# Murah dan Terjangkau

Banyak yang berpikiran bahwa punya website atau blog itu perlu biaya besar, dalam hal ini saya tidak akan menyalahkan opini tersebut tapi dalam hal ini saya rasa tidak sepenuhnya benar, karena kalau mau jeli dan teliti ternyata tidak juga mahal-mahal kok.

Kuncinya jangan ragu untuk mengeluarkan sedikit uang, anggap saja investasi karena kalau kamu serius maka keuntungan yang didapatkan akan sepadan, malah bisa berlipat-lipat. Masih pikir-pikir dan merasa kemahalan?

Ok, deh kalau maunya gitu maka saya akan mereferensikan hosting murah berkualitas dari Domainesia. Memang seberapa murah? Aih tanya-tanya terus nih, 👻 pokoknya pas deh di kantong kita-kita! buruan sana cek langsung di websitenya siapa tahu lagi ada promo.

hosting murah di Domainesia

Oh, ya hampir lupa deh selain hosting web disana juga kamu bisa sekalian beli domain loh!

2# Fleksibel dan Mudah Digunakan

Rasanya tidak ada media yang bisa menandingi website, ya setidaknya untuk saat ini. Dipakai jualan bisa, digunakan sebagai blog sudah pasti. Dengan kata lain website bisa difungsikan untuk berbagai tujuan.

Pemula dan belum tahu banyak tentang website? Nah, inilah untungnya hidup di zaman now. Semuanya serba praktis! kamu tidak perlu mendesain blog dari nol karena di luar sana tidak terhitung aplikasi web open source yang bisa diakses secara bebas dan gratis, sebut saja Wordpress dan Joomla misalnya.

Hmmm… tapi kalau koding sendiri dari awal kayaknya lebih keren ya?

Kalau berani sih boleh-boleh saja. Selama mau meluangkan waktu belajar. Komunitas banyak, forum untuk bertanya lengkap. Ada Github, Stackoverflow juga ribuan artikel blog yang ditulis oleh orang-orang yang ingin berbagi ilmu.


Gimana meurut mu, apakah mau mengikuti perkembangan yang ada atau masih pikir-pikir dulu? Tapi apapun itu semoga adalah jalan yang bisa membawa kebaikan dan peluang dalam kehidupan mu.

Ciao…

Disclosure, sebagian post di meutiarahmah.com yang merupakan konten afiliasi, lomba menulis atau sponsored post mungkin terdapat link atau tautan yang menuju situs pihak ke-3.