Sudan Hilwah tapi Panasnya Minta Ampun
2018-02-19 04:52:23 +0700 +07

Sudan hilwah illa jawwu ma quweis saaakhin syadid (baca: Sudan ok kecuali cuacanya sangat panas), kalimat itu yang sering aku jawab ketika orang-orang sudan menanyakan pendapatku tentang Sudan. Musim panas telah tiba artinya bersiap-siap menghadapi panas yang puncaknya bisa mencapai 53 drajat, bisa dibayangkan seperti apa panasnya? jangan dibayangkan kalau pikiran anda tidak bisa menjangkaunya, hawa panasnya terasa seperti kita sedang berada didekat bara api.

Musim panas ini justru nafsu makan ku menurun dan ini berbanding terbalik ketika musim dingin datang nafsu makan malah meningkat, di musim panas kita harus banyak minum air putih biar ngak dehidrasi, juga harus banyak makan buah-buahan biar ngak kekurangan vitamin C nya, malas minum air putih dan makan buah-buahan bisa menyebabkan panas dalam, sariawan, serta juga gusi berdarah dan itu yang sedang aku rasakan sekarang ini padahal udah semaksimal mungkin untuk banyak minum air putih (Alhamdulillah udah sembuh).

Semakin hari semakin tambah panas, sudah 2 hari ini panas nya sekitar 46 drajat, buat kepala nyut-nyut dan terasa seperti lagi sauna. Sehari bisa sampai 5 atau 6 kali mandi karena keringat mengucur deras, tapi ketika membayangkan air di kran yang panas membuat aku harus rajin menampung air di ember.

Jika mandi sore berarti dari pagi airnya sudah harus ditampung di ember agar airnya ngak panas, kalau langsung mandi air di kran pasti kepanasan. Pernah pengalaman mandi langsung air dari kran tanpa ditampung terlebih dahulu selesai mandi wajahku jadi bengkak (tak terlupakan).

Jika orang-orang Sudan juga tidak tahan terhadap cuaca panas terlebih lagi orang-orang asing, apalagi Indonesia ayang merupakan negara tropis dan hanya ada dunia musim jadi butuh waktu untuk menyesuaikan diri terhadap panas. Tapi ketika musim panas kulit kita bukan berarti tambah hitam malah tambah putih (heran juga nih) kecuali kulit penduduk sudan yang memang sudah asalnya hitam, nah kalau musim dingin kulit kita kering kerontang terus gatal-gatal seperti alergi dan kita harus rajin pakai lotion, serta pelembab bibir.

Mungkin bagi yang hidup di syakkah (flat) yang ada fasilitas AC nya musim panas bukan masalah, namun bagiku dan mahasiswa lainnya yang hidup di asrama yang hanya ada kipas angin maka akan sangat terasa panasnya (hehhe lagi ngetik postingan ini juga udah basah ama keringat).

Hidup di asrama bermacam cara yang dilakukan teman-teman menghadapi panas ini (kadang-kadang ada yang lucu juga), sebagian mereka ketika menjelang malam mengangkat ranjang keluar kamar dan tidur beratapkan langit dan bintang (tidur diluar kamar), tapi ini bukan hal aneh lagi bagi mereka tapi aneh bagi kita yang belum terbiasa, berbeda dengan mahasiswa Indonesia yang tidak terbiasa tidur di luar kamar.

Mencari cara lain agar tidak merasakan panas, salah satu contohnya menyiram kasur dengan air sebelum tidur ( 10 menit udah kering lho), atau selimutan dengan handuk basah (paling 5 menit juga udah kering), nah ada lagi dengan menyiram lantai dan dinding kamar dengan air.

Memang terasa aneh bagi yang tidak mengalaminya secara langsung sih, lain lagi denganku biasanya kalau malam karna panas pasti susah tidur padahal pintu, jendela dibuka lebar-lebar agar angin masuk (kadang-kadang udah panas angin nya juga ngak ada), karna menurutku kalau harus menyiram kasur takutnya ntar berefek lama-lama untuk kesehatan, jadinya aku cari cara dengan menyediakan botol air mineral terus aku isi dengan air dingin dari kulkas kemudian aku tidur sambil meluk botol air dingin deh~kedengarannya memang lucu tapi yang penting bisa tidur dengan nyenyak walapun 5 menit kemudian airnya hangat.

Itulah ritual yang aku lakukan setiap malam supaya bisa tidur, kebiasaan selalu tidur jam 2 dini hari makanya jangan heran kalau aku rajin ngeronda di bloof, ini juga efek karena ngak bisa tidur hehehe.

Selama musim panas ini aku juga suka mengkonsumsi zabadi farwalah(strawberry yougurt) yang bagus untuk daya tahan tubuh juga, yang jelas yogurt ini bukan merk nitnot tapi capo langsung produksi sudan. Kebanyakan teman-temanku di musim panas berat badannnya turun, selain nafsu makan berkurang panas sudan bisa membakar lemak, jadi bagi yang berminat menurunkan berat badan silahkan jalan-jalan ke sudan ketika musim panas insyaallah berat badan anda akan turun tanpa harus diet, ada yang berminat?.

Biasanya kalau panas mencapai 50 drajat maka bersiap-siap mati lampu, soalnya kalau terlalu panas takutnya gardu listriknya meledak. Semalam aku sempat tersenyum senyum ketika mengambil juice dikulkas ternyata ada kucing tidur di dalam kulkas, kucing aja nyari tempat adem kalau ngak tidur dalam kulkas pasti tidur di kamar mandi. Beberapa hari yang lalu sebelum fahrie sadah pulang ke Indonesia dia sempat nyelutuk di chat “kalau seandainya WC ngak bau aku mau tidur di WC ajalah”, spontan aja aku ngakak ketawa dan menjawab : ” mau saingan ma kucing tidur di kamar mandi ya “.

Nah kalau ghubar (hujan debu) datang saat musim panas adalah rahmat karena biasanya sesudah ghubar cuacanya jadi adem. Tapi sebenarnya dengan panas ini aku dan teman-teman bisa belajar sabar, belajar menghadapi hidup yang keras, orang sudan sendiri kadang kagum terhadap kita yang bisa tahan panas karena sebagian dari mereka terkadang tidak tahan dengan panas.

Aku sangat bersyukur bisa belajar banyak hal di sini, ingin menikmati saat-saat terakhir di negeri dua nil ini, karena panas lah membuat kita terpacu untuk rajin belajar dan segera menyelesaikan kuliah, siapa pun yang telah kembali ke tanah air pasti akan merindukan panasnya sudan, karena panas sudan berbeda dengan panas di negara-negara lain. Dan pasti berharap bisa kembali lagi ke negeri dua nil ini.