Thamiyah Gorengan Timur Tengah
2018-02-20 16:47:55 +0700 +07

Kangen sama tha’miyah makanya nulis postingan ini. Bukan hanya orang Indonesia yang doyan gorengan tapi orang Timur Tengah juga tenyata punya gorengan. Menginjakkan kaki di Negeri Dua Nil, saat lidahku belum bisa bersahabat dengan makanan makanan lainnya namun hatiku sudah jatuh cinta dengan yang namanya tha’miyah.

Ketika itu seorang akhwat yang datang mengunjungiku di asrama membawa gorengan khas ala TimTeng alias tha’miyah, kalau aku sih sukanya dicemil.

Setelah ngubek-negubek mbah google akhirnya aku nemuin sejarahnya makanan ini, awal mulanya tha’miyah ini berasal dari Mesir, dalam dunia kulner sendiri tha’miyah ini dikenal dengan nama falafel berasal dari kata “falafil” yang berarti lada.

Komposisi tha’miyah terdiri dari; kacang arab, lada hitam, bawang putih, backing powder, ketumbar, daun ketumbar dan sedikit garam. Semua bahan dihaluskan kemudian dibentuk bulatan kecil lalu digoreng dalam minyak panas.

Tha’miyah ini sendiri disajikan di dalam roti pipih atau sering disebut lafa, atau isy roti yang terbuat dari gandum, kalau aku sih sukanya di cemil tanpa isy sambil dicocolin sama saus atau mayones. Tha’miyah ini sendiri banyak dijual sebagai makanan cepat saji, dengan menambahkan slada, asinan, acar sayuran serta saus dan mayones. ehmmm maknyuss.

Kalau pake isy ditambah dengan baid atau telur mata sapi, kalau mau pake batatis alias kentang goreng juga oke, jangan lupa pakai saus juga. Sehari-hari gorengan ini banyak dijual, namun pada bulan ramadhan ini menjadi pilihan menu buka puasa.

Bisa juga sih nyobain bikin sendiri tapi rasanya kok sedikit beda yah, kali harus balik ke TimTeng untuk makan tha’miyah lagi hehe. BTW, kalau ada blogger yang tinggal di negara TimTeng suka ngak yah sama tha’miyah ini?