Migrasi Blog Wordpress Ke Hugo
2018-02-26 01:16:43 +0700 +07

Alhamdulillah setelah semingguan berkutat dengan konversi konten akhirnya blog ini bisa pindah ke hosting baru. Nah yang bikin spesial adalah dalam migrasi kali ini saya menggunakan platform blog yang berbeda, plus ganti theme juga, basically saat ini meutiarahmah.com punya tampilan baru yang dibangun dengan platform baru juga. 😉

Kenapa Pindah Dari Wordpress?

Dulu waktu pertama kali pakai wordpress saya menggunakan cloud hostingnya dewaweb yang kece, jadi enggak ada alasan untuk kecewa dengan kinerja blog saya saat itu, hingga… pada suatu waktu saya terkena syndrom hiatus nulis.

Tau kan gimana rasanya kalau sudah malas menulis di blog? alibinya bisa ribuan 😄 capek lah, gak enak badan, banyak kerjaan lah dan blah blah blah… dan atas nama efisiensi maka saat itu saya memutuskan untuk pindah ke lapak hosting yang lebih masuk akal untuk blog yang jarang sekali update konten.

Ah ternyata uang mah gak bisa bohong, dalam banyak hal “seberapa banyak yang dikeluarkan akan mempengaruhi dengan apa yang akan didapatkan” sialnya hukum tersebut berlaku juga dalam hosting, terbukti selang beberapa hari setelah pidah ke tempat hosting yang lain email saya dipenuhi oleh notifikasi [Jetpack Monitor] www.meutiarahmah.com is not loading!

Itu belum seberapa, yang paling parah adalah down selama 3 hari tanpa bisa akses sama sekali. bisa dibilang itu adalah masa kegelapan, dimana blog ini sangat tidak ideal untuk ngeblog, jangankan bikin postingan, buka halaman blog aja lemotnya minta amplop.

Akhirnya saya mengambil kesimpulan, wordpress adalah CMS bagus tapi jangan harap bisa ngeblog menggunakan wordpress (premium theme + tons of plugins) jika menggunakan hosting gak jelas hanya untuk alasan murah.

Meet Hugo

“Harus diapakan ya blog ini?” pikir saya… pindah lagi ke hosting bagus sama aja buang uang karena sampai sekarang saya benar-benar jarang menulis, tapi kalau dibiarkan juga sama aja bohong kan. Di sisi lain saya juga gak mau pindah lagi ke blogspot yang terlalu banyak batasan.

Akhirnya saya memilih something in between deh, dan pilihannya jatuh ke Hugo, sebuah framework web yang dibuat menggunakan bahasa pemograman Go.

Saat ini blog masih dalam tahap pengembangan, saya belum punya fitur pencarian, widget di sidebar dan footer, ya apa boleh buat karena nunggu masnya yang develop blog ini hehehe cc Yudy Ananda

Why Hugo?

Saya pribadi baru belajar syntax atau codingnya Hugo, tapi karena ada yang mau bantuin 100% maka saya bulatkan hati untuk menggunakannya, apalagi kalau melihat perbandingannya dengan wp.

  1. Up to Date Backup
    Workflow yang digunakan saat ini membuat saya selalu punya 2 buah fresh backup automaticly, 1 di lokal (komputer) dan yang lainnya di simpan secara online. Ini tidak bisa saya dapatkan kalau menggunakan wp dengan paket hosting yang minim.

  2. Efisien
    Hugo sangat efisien yang memberikan saya banyak keuntungan dari segi waktu dan biaya, contohnya:

    • Irit Penyimpanan
      Ketika menggunakan Wordpress blog ini (dengan konten 130 halaman) saya butuh ruang sebesar 450 MB di server itu termasuk theme dan image, nah dengan Hugo ternyata hanya 31 MB 🤑🤑🤑

    • Tidak Ada Ketergantungan
      Saya tidak perlu lagi ambil pusing masalah hosting, blog bisa di hosting dimana saja apakah Cpanel, VPS bahkan di repository Git sepertu Github. Beda ceritanya Kalau di Wordpress, saya wajib cek support antara server, versi PHP, Wordpress, Theme dan plugin yang digunakan, it will be a nightmare ketika salah satu dari hal tersebut tidak support.

    • No Hassle Update
      Hugo dijalankan oleh komunitas yang aktif dan sering update, tapi gak ada kewajiban untuk melakukan update, karena tanpa update pun blog bisa tetap berjalan secara baik dan aman. Berbeda ketika saya menggunakan Wordpress, saya harus rutin buka dashboard untuk cek update, in worst case blog bisa error ketika update tidak berjalan dengan baik.

  3. Faktor Keamanan
    Gak ada yang namanya login logout di browser, semuanya berjalan locally tanpa browser. Login cukup dilakukan sekali saja pada awal instalasi. Bonusnya Hugo tidak menggunakan database artinya blog lebih aman dari tangan-tangan jail (hack).

  4. Kecepatan Dengan Hugo kinerja server akan ringan, karena server hanya menyajikan file statis (html, javascript, css, image), jika tidak percaya silahkan cek di GTmetrix, Pingdom atau Google. Bandingkan halaman homepage & posting saya dengan blog lain yang menggunakan wordpress atau blogspot, note: perhatikan loading timenya.

  5. Bersumber di Lokal Semuanya prosesnya berawal di local, jadi seluruh konten (theme, artikel, image dll) bisa saya akses secara offline, plus seluruh artikel disimpan dalam format markdown, it is human readable, dimana bisa saya baca menggunakan teks editor biasa seperti notepad atau office.

Merubah Mindset & Workflow

Tantangan berikutnya adalah merubah mindset dan workflow, nah yang dimaksud dengan workflow adalah alur dari aktifitas ngeblog/menulisnya. Konek internet, buka browser, login dashboard adalah alur yang biasa dilakukan ketika ngeblog menggunakan platform blog konvensional.

Hugo sangat fleksibel, saya bisa blogging dengan cara diatas tapi saya bisa memilih opsi lain yaitu ngeblog secara lokal, artinya aktifitas update konten dll dilakukan tanpa harus online atau login di internet, Internet hanya dibutuhkan ketika konten sudah siap di upload ke hosting.

Tantangannya adalah merubah kebiasaan karena di lokal Hugo tidak punya dashboard atau WYSIWYG editor untuk mengatur konten, dengan kata lain segala sesuatunya harus dilakukan ala programmer melalui command line interface dan teks editor.

Nah sebagai ganti WYSIWYG editor saya menulis menggunakan atom dan menulis konten dengan format markdow seperti halnya di steemit atau medium.

Penutup

Dibalik kemudahan dan fitur yang tersedia dalam platform web dinamis seperti Wordpress ada hal-hal yang harus dibeli yaitu:

  1. Pengetahuan tentang back-end artinya saya harus tahu minimal dasar dari fitur server, plus sedikit coding PHP.
  2. Biaya Hosting Yang Besar Untuk mendapatkan performa blog yang baik saya harus mengeluarkan 1-1,5 juta per tahun, belum lagi jika visitor bertambah maka biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. make no sense kalau harus mengeluarkan uang sebanyak itu jika blog ini jarang update.
  3. Waktu Untuk Maintain Wajib adanya untuk mengecek update theme, plugin dan tentunya update si Wordpress itu sendiri, dan itu wajib dilakukan untuk alasan keamanan.

Untuk saat ini ketiga hal tersebut adalah hal yang belum bisa saya penuhi 100% khususnya poin ke-2 da ke-3. Without it Wordpress bisa menjadi mimpi buruk dikemudian hari dan itulah kenapa saya melakukan migrasi dan memilih Hugo.

Kamu menggunakan Wordress? jangan berkecil hati dulu karena wp bisa jadi alat blogging yang super hebat jika kamu melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Next time saya akan share apa saja yang wajib dilakukan di Wordpress.